Surah Asy-Syu'ara : Ayat 77
فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِّىٓ إِلَّا رَبَّ ٱلْعَٰلَمِينَ

"karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan Semesta Alam,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Sesungguhnya mereka, yakni apa yang kamu sembah, itu musuhku, karena mereka adalah setan dalam bentuk berhala lain halnya tuhan seluruh alam yang banyak sekali memberikan anugerah kepadaku dan kepada kamu sekalian. Nabi ibrahim menyebutkan satu persatu anugerah tuhannya agar mereka sadar akan kekeliruan mereka dan mengikuti ajakan nabi ibrahim. 78. Yaitu zat yang telah menciptakan aku dalam sebaik-baiknya bentuk dan aku diberi kesempatan dalam hidupku untuk menyembah Allah, maka dia yang memberi petunjuk kepadaku, menuju ke jalan yang benar melalui wahyu yang diberikan kepadaku.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 69-77 Allah SWT memberitahukan tentang hamba, rasul, dan kekasihNya, yaitu nabi Ibrahim, pemimpin orang-orang yang lurus. Allah SWT memerintahkan kepada RasulNya, nabi Muhammad SAW untuk membacakan kepada umatnya kisah ini agar mereka mengikuti jejaknya dalam keikhlasan, tawakal, dan menyembah Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya; serta ber­lepas diri dari kemusyrikan dan para pengikutnya. Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan petunjukNya kepada nabi Ibrahim sejak dia masih kecil sampai dia tua. Sesungguhnya dia sejak tumbuh dewasa, mengingkari perbuatan kaumnya yang menyembah berhala bersama Allah SWT. (Maka dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya: “Apakah yang kalian sembah? (70)) yaitu, apakah berhala-berhala yang kalian sembah ini? (Mereka menjawab, "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya” (71)) yaitu tekun menyembah dan menyerunya (Ibrahim berkata, "Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa) kalian sewaktu kalian berdoa (kepadanya)? (72) Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepada kalian atau memberi mudharat?” (74) Mereka menjawab, "(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian” (74)) yaitu mereka mengakui bahwa berhala-berhala mereka tidak bisa melakukan apa pun dari hal itu. Sesungguhnya mereka hanya melihat nenek moyang mereka berbuat demikian, lalu mereka bersegera mengikuti jejaknya. Maka pada saat itu nabi Ibrahim berkata kepada mereka: ("Maka apakah kalian telah memperhatikan apa yang selalu kalian sembah (75) kalian dan nenek moyang kalian yang dahulu? (76) Karena sesungguhnya apa yang kalian sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam (77)) yaitu, jika berhala-berhala ini dapat melakukan sesuatu dan mempunyai pengaruh, maka dia melakukan perbuatan jahat terhadapku, karena sesungguhnya aku adalah musuh mereka, aku tidak mempedulikan mereka dan sama sekali tidak memikirkannya. Hal ini sebagaimana yang disebutkan Allah SWT tentang nabi Nuh (Oleh karena itu, bulatkanlah keputusanmu dan kumpulkanlah sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku), selanjutnya janganlah keputusanmu itu dirahasiakan. Kemudian, bertindaklah terhadap diriku dan janganlah kamu tunda-tunda (tindakan itu) kepadaku) (Surah Yunus: 71) Demikian juga nabi Ibrahim berlepas diri dari tuhan-tuhan mereka, lalu berkata (Bagaimana aku takut kepada sembahan yang kalian persekutukan (dengan Allah), padahal kalian tidak takut menyekutukan Allah) (Surah Al-An'am: 81)
Tafsir As-Sa'di
75-82 lalu Ibrahim berkata kepada mereka, ”kalian dan nenek moyang kalian semuanya adalah penentang dalam perkara
Tafsir Al-Wajiz
77. Sesungguhnya mereka itu musuh bagiku sehingga aku tidak akan menyembah mereka (berhala), namun aku menyembah Allah SWT, Tuhan seluruh alam dari golongan manusia dan jin. ‘Aduwun digunakan untuk menyebut satu orang atau lebih
Tafsir Al-Muyassar
75-82. Ibrahim berkata, “Apakah kalian sudah melihat dengan penuh perhatian apa yang kalian sembah berupa berhala-berhala yang tidak mendengar, tidak memberi manfaat dan tidak dapat mendatangkan mudarat terhadap kalian dan nenek moyang kalian terdahulu sebelum kalian? Sesungguhnya apa yang kalian sembah selain Allah itu adalah musuh-musuhku, dan Tuhan alam semesta dan Pemilik urusan mereka, itulah semata yang aku sembah. Dia-lah Yang menciptakanku dalam bentuk terbaik, lalu Dia menunjukkan kepadaku jalan menuju kemaslahatan dunia dan akhirat. Dan Dia-lah Yang melimpahkan kepadaku kenikmatan makanan dan minuman. Dan apabila suatu penyakit menimpaku, maka Dia-lah yang menyembuhkanku dan menyehatkanku darinya. Dan Dia-lah Yang mematikanku di dunia dengan mencabut ruhku, kemudian Dia akan menghidupkanku pada Hari Kiamat. Tidak ada yang kuasa untuk melakukan semua itu selain Dia. Dan Dia-lah satu-satunya yang aku amat berharap akan mengampuni dosa-dosaku pada Hari Pembalasan.”
Tafsir Al-Mukhtashar
77. Karena sesungguhnya mereka semua adalah musuhku, sebab semuanya hanyalah kebatilan, kecuali Allah yang merupakan Tuhan seluruh makhluk,
Tafsir Zubdatut
77. (karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku) Yakni mereka adalah musuh-musuhku, serta aku telah menjadikan permusuhan dengan mereka adalah jalan hidupku, aku akan memusuhi mereka hingga aku dapat menghilangkan penyembahan mereka dari muka bumi. (kecuali Tuhan Semesta Alam) Namun Tuhan semesta alam adalah pelindungku di dunia dan di akhirat.
Tafsir Ash-Shaghir
Sesungguhnya mereka itu adalah musuh} musuh {bagiku kecuali Tuhan semesta alam
Tafsir Hidayatul
Yakni oleh karena itu, suruh mereka menimpakan bahaya kepadaku. Yakni Dialah yang aku sembah.
Tafsir An-Nafahat
Surat Asy-Syu’ara ayat 77: 75-77. Ketika Ibrahim yakin bahwasanya mereka sesat dari jalan kebenaran, ia mengikrarkan bahwasanya ia berlepas diri dari apa yang mereka dan bapak-bapak mereka ibadahi, mereka berkata dengan maksud pengingkaran : Tidakkah kalian wahai kaum mengetahui apa yang kalian dan bapak-bapak kalian sembah dari berhala-berhala ini yang tidak memberi manfaat maupun bahaya; Karena sesungguhnya berhala-berhala tersebut adalah musuh bagiku, sebab berhala-berhala tersebut adalah batil, dan aku tidaklah menyembah kecuali hanya kepada Tuhan semesta alam saja tanpa menyekutukan-Nya.