Surah Al-Kahfi : Ayat 78
قَالَ هَٰذَا فِرَاقُ بَيْنِى وَبَيْنِكَ ۚ سَأُنَبِّئُكَ بِتَأْوِيلِ مَا لَمْ تَسْتَطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا

"Khidhr berkata: “Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; kelak akan kuberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya."

Tafsir Ringkas Kemenag
Mendengar komentar nabi musa, dia, hamba yang saleh itu, berkata, 'inilah saat perpisahan antara aku dengan engkau sebagaimana janjimu sebelumnya. Sebelum kita berpisah, aku akan memberikan penjelasan secara rinci kepadamu atas semua perbuatan yang telah aku lakukan dan membuat engkau tidak mampu bersikap sabar terhadapnya. Kesabaran dalam menuntut ilmu harus dimiliki oleh semua penuntut ilmu. Tanpa kesabaran niscaya muncul ketergesa-gesaan yang pada akhirnya akan menyebabkan kegagalan. 79. Sesudah memutuskan berpisah dengan nabi musa, hamba yang saleh itu menjelaskan perbuatannya satu per satu. Dia mengatakan, 'adapun perahu yang aku lubangi itu adalah milik orang miskin yang dipergunakan untuk bekerja di laut guna mencari nafkah. Aku bermaksud merusaknya agar perahu itu tampak cacat. Aku berbuat demikian karena di hadapan mereka ada seorang raja zalim yang akan merampas setiap perahu yang masih bagus. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 77-78 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang keduanya: (Maka keduanya berjalan) setelah kedua peristiwa itu (hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri) Disebutkan dalam hadits,”hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri yang kikir” yaitu orang-orang kikir (tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh) sandaran dari “kehendak” di sini adalah kepada dinding yang merupakan ungkapan isti'arah, karena sesungguhnya pengertian kehendak yang disandarkan kepada makhluk yang bernyawa bermakna kecenderungan. dan kata “Inqidad” maknannya adalah roboh. Firman Allah: (maka Khidir menegakkan dinding itu) yaitu mengembalikannya ke posisi tegak. Telah disebutkan dalam hadits bahwa nabi Khidhir mengembalikan dinding itu dengan kedua tangannya dan mendorongnya sehingga tidak miring. Ini merupakan peristiwa hal yang menakjubkan. Pada saat itu juga Musa berkata kepadanya: (Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu. (Al-Kahfi: 77) yaitu mereka tidak mau menjamu kita, maka selayaknyalah kamu tidak bekerja untuk mereka secara cuma-cuma (Khidir berkata, "Inilah perpisahan antara aku dengan kamu”) yaitu karena kamu telah mengajukan syarat saat terbunuhnya anak muda tadi, bahwa jika kamu bertanya tentang sesuatu kepadaku setelah itu, maka kamu jangan menemaniku lagi. Ini adalah perpisahan antara aku dengan kamu ("Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya”)
Tafsir As-Sa'di
78. Pada saat itulah, Musa tidak menepati apa yang dia ucapkan. Dan Khidhir meminta pamit kepadanya, seraya “mengatakan” kepada Musa, “inilah perpisahan antara aku dengan kamu,” karena sesungguhnya engkau telah menetapkan syarat tersebut atas dirimu sendiri, sekarang sudah tidak diterima lagi alasan dan kesempatan untuk menyertai lagi. “Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang membuatmu tidak dapat sabar terhadapnya,” maksudnya aku akan memberitahukan kepadamu tentang apa yang engkau ingkari terhadapku, dan aku memberitakan bahwa aku mempunyai tujuan sasaran dari tindakanku.
Tafsir Al-Wajiz
78. Khidhr berkata kepada Musa: "Inilah perpisahan antara aku dengan kamu setelah engkau mengingkari kesepakatan kita untuk ketiga kalinya. Akan kuberitahukan kepadamu maksud setiap perbuatan yang telah aku lakukan, yang kamu tidak sabar atas perbuatanku itu
Tafsir Al-Muyassar
Khadir berkata kepada musa, ”ini adalah saat perpisahan antara aku dan kamu. Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang engkau ingkari terhadapku dari tindakan-tindakan yang aku perbuat dan yang engkau tidak mampu bersabar untuk tidak menanyakannya dan mengingkariku terhadapnya.
Tafsir Al-Madinah
78. Khadhir berkata: “Inilah saat perpisahan kita, aku akan memberitahukanmu maksud dari perbuatanku yang membuatmu tidak dapat menahan kesabaran untuk bertanya.”
Tafsir Al-Mukhtashar
78. Khaḍir lalu berkata kepada Musa, "Sikap keberatanmu terhadap diriku yang enggan meminta imbalan atas perbaikan dinding ini adalah titik pemisah antara diriku dan dirimu, dan aku akan menjelaskan padamu keterangan dan maksud perbuatan yang engkau tidak sanggup bersabar ketika menyaksikan diriku melakukannya.
Tafsir Zubdatut
78. (dia berkata) Khidhir berkata. (Inilah perpisahan antara aku dengan kamu) Yakni ucapanmu untuk mengingkariku karena tidak mengambil upah adalah pemisah diantara kita. (kelak akan kuberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya) Makna () yakni tafsir dan penjelasan tentang tujuan perbuatan-perbuatan Khidhir yang selalu diingkari Nabi Musa.
Tafsir Ash-Shaghir
{Dia berkata} Khidzir berkata kepada Musa {“Inilah perpisahan antara aku dan kamu. Aku akan memberitahumu} memberitahumu {makna} tafsir {sesuatu yang kamu tidak mampu bersabar terhadapnya
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Kahfi ayat 78: Yakni karena engkau telah membuat syarat terhadap dirimu, uzur telah hilang serta kita tidak bisa bersama lagi.