Surah Hud : Ayat 79
قَالُوا۟ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِى بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ

"Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Mendengar seruan nabi lut agar menjadikan perempuan sebagai istri, mereka menjawab, sesungguhnya engkau pasti tahu bahwa sejak dahulu hingga sekarang, kami tidak mempunyai keinginan atau ketertarikan terhadap putri-putrimu yang ada di negeri ini yang sudah kami kenal; dan engkau tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki untuk menyalurkan nafsu' kami hanya menginginkan lelaki, bukan perempuan. Karena itu, janganlah kauminta kami menikahi perempuan!kemudian dia (nabi lut) berkata, sekiranya aku mempunyai kekuatan atau kedudukan untuk menolak perbuatan jahatmu, atau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat, tentu akan aku lakukan, agar aku dapat melindungi tamu-tamuku ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 77-79 Allah SWT memberitahukan tentang datangnya para rasulNya dari kalangan malaikat setelah mereka memberitahu nabi Ibrahim tentang pembinasaan mereka, dan berangkat dari sana dan memberitahu nabi Luth tentang pembinasaan Allah kepada kaum nabi Luth malam ini. Mereka datang kepada nabi Luth sebagai ujian dari Allah, hanya milikNyalah hikmah dan hujjah yang jelas. Keadaan mereka itu membuatnya kesusahan dan mempersulit dirinya, dan dia khawatir jika dia tidak menerima mereka sebagai tamu, maka ada seseorang dari kaumnya yang menerima mereka sebagai tamunya dengan buruk (dan Luth berkata, "Ini adalah hari yang amat sulit”) Ibnu Abbas dan lainnya yaitu ujian yang sangat berat Firman Allah: (dengan bergegas-gegas kepadanya) yaitu, mereka bersegera dan bersegera. Firman Allah: (Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji) yaitu hal ini masih menjadi kebiasaan mereka, sehingga mereka diazab dalam keadaan itu. Firman Allah: (Lut berkata, "Hai kaumku, inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagi kalian”) dia membimbing mereka kepada wanita mereka, karena sesungguhnya kedudukan seorang nabi kepada umatnya itu berada pada kedudukan orang tua kepada anaknya. Dia membimbing mereka kepada hal yang lebih bermanfaat bagi mereka dalam di dunia dan akhirat, sebagaimana dia berkata di ayat lain: (Mengapa kalian mendatangi jenis lelaki di antara manusia (165) dan kalian tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhan kalian untuk kalian, bahkan kalian adalah orang-orang yang melampaui batas (166)) (Surah Asy-Syu'ara) dan di ayat lain (Mereka berkata, "Dan bukankah kami telah melarang kalian dari (melindungi) manusia?” (70)) (Surah Al-Hijr) yaitu "Bukankah kami melarangmu menerima laki-laki sebagai tamu?" (Luth berkata, "Inilah putri-putriku (kawinlah dengan mereka) jika kalian hendak berbuat (secara yang halal)." (Allah berfirman), (71) "Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)" (72)) (Surah Al-Hijr) dia berkata dalam ayat yang mulia ini (Inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagi kalian) Mujahid berkata bahwa mereka bukan putri-putrinya, melainkan wanita dari umatnya, karena sesungguhnya setiap nabi adalah bapak bagi umatnya. Demikian ini diriwayatkan dari Qatadah dan lainnya. Firman Allah: (maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini) yaitu, terimalah apa yang aku perintahkan kepada kalian, yaitu terbatas kepada wanita kalian (Tidak adakah di antara kalian seorang yang berakal?) yaitu baik yang menerima apa yang aku perintahkan dan meninggalkan apa yang aku larang (Mereka menjawab, "Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu”) yaitu sesungguhnya kamu mengetahui bahwa kami tidak berselera dan berhasrat terhadap wanita kami (dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki) yaitu kami tidak mempunyai keinginan kecuali terhadap laki-laki. Kamu mengetahui hal itu, maka tidak ada gunanya kamu mengulangi ucapan itu kepada kami. As-Suddi berkata tentang firmanNya: (dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki) Sesungguhnya kami hanya menginginkan laki-laki.
Tafsir As-Sa'di
79 “mereka menjawab” kepadanya, ”sungguh kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan (syahwat) terhadap putri putrimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki” maksudnya kami hanya menginginkan laki laki, kami tidak menginginkan perempuan.
Tafsir Al-Wajiz
79. Mereka berkata: “Sungguh kamu sudah tahu wahai Luth, bahwa kami tidak berhasrat dan tidak butuh kepada anak perempuan. Sesungguhnya kamu sudah tahu bahwa kami ingin mendatangi laki-laki dan meninggalkan perempuan.”
Tafsir Al-Muyassar
Kaum luth berkata kepadanya, ”sungguh kamu sudah tahu sebelumnya bahwa sesungguhnya kami tidak ada kebutuhan dan hasrat kepada wanita. Dan sesungguhnya kamu betul-betul sudah tahu apa yang kami inginkan.” maksudnya, kami tidak menginginkan kecuali laki-laki, dan tidak ada hasrat dari kami untuk menikahi kaum perempuan.
Tafsir Al-Madinah
79. Akan tetapi mereka enggan menikahi mereka, dan lebih memilih perbuatan keji daripada fitrah mereka. Mereka berkata kepada Nabi Luth: “Kamu telah mengetahui kami tidak berhasrat untuk menikahi perempuan, dan kamu juga telah mengetahui apa tujuan kami ke sini.”
Tafsir Al-Mukhtashar
79. Kaumnya menjawab, "Kamu sudah tahu -wahai Lūṭ- bahwa kami tidak tertarik dengan putri-putrimu dan juga wanita-wanita dari kaummu. Sesungguhnya kamu tahu apa yang kami inginkan. Kami hanya menginginkan laki-laki."
Tafsir Zubdatut
79. (kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu) Yakni kami tidak butuh dan tidak bernafsu terhadap putri-putrimu. Terdapat pendapat mengatakan, sebenarnya mereka telah melamar putri-putri mereka.
Tafsir Ash-Shaghir
{Mereka menjawab,“Sungguh kamu pasti tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan} kebutuhan dan kesenangan {terhadap putri-putrimu dan sesungguhnya kamu mengetahui apa yang kami inginkan.”
Tafsir Aisarut
Makna ayat : Lalu kaumnya menjawab—semoga Allah melaknat mereka, ( ) “Engkau sudah mengetahui kami tidak ada keinginan dengan mereka ( ) dan engkau tau apa yang kami inginkan, yaitu melakukan homoseksual.
Tafsir Hidayatul
Surat Hud ayat 79: Maksudnya mereka tidak punya syahwat terhadap wanita.