Surah Al-Qari'ah : Ayat 8
وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ

"Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,"

Tafsir Ringkas Kemenag
8-9. Dan adapun orang yang ringan timbangan kebaikan-Nya dan kalah berat dibanding timbangan keburukannya karena lebih banyak berbuat maksiat dan kebatilan daripada taat dan kebajikan, maka tempat kembalinya adalah neraka hawiyah
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-11 Al-Qari'ah adalah salah satu hari kiamat, seperti Al-Haqqah, Ath-Thammah, Ash-Shakhkhah, Al-Ghasyiyah, dan lainnya. Kemudian Allah SWT menggambarkan tentang kedahsyatan dan kengeriannya: (Tahukah kamu apakah hari kiamat itu? (3)) Kemudian Dia menjelaskannya dengan firmanNya: ((yaitu) pada hari manusia seperti anai-anai yang bertebaran (4)) yaitu mereka menyebar tercerai-berai, ke sana kemari karena kebingungan atas apa yang mereka alami, seakan-akan mereka anai-anai yang bertebaran. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam ayat lain: (seakan-akan mereka belalang yang beterbangan) (Surah Al-Qamar: 7) Firman Allah SWT: (dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan (5)) yaitu, gunung-gunung di hari itu seakan-akan seperti bulu domba yang dihambur-hamburkan sehingga lenyap dan porak-poranda. Qatadah berkata tentang firmanNya, "Al-'ihni" bahwa maknannya adalah adalah bulu domba. Kemudian Allah SWT memberitahukan tentang apa yang akan dialami orang-orang yang beramal dan tempat kembali mereka, yang adakalanya di tempat yang mulia atau tempat yang terhina sesuai dengan amal perbuatan mereka. Jadi Allah SWT berfirman: (Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya (6)) yaitu, timbangan kebaikannya lebih berat daripada timbangan keburukannya (maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (7)) yaitu di surga (Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya (8)) yaitu timbangan keburukannya lebih berat daripada timbangan kebaikannya. Firman Allah: (maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah (9)) Dikatakan bahwa maknanya adalah terjatuh ke dalam neraka dengan kepala di bawah, yaitu neraka Jahanam. Diriwayatkan dari Qatadah, dia berkata bahwa maknanya adalah neraka, dan neraka itu adalah tempat kembali mereka. Oleh karena itu Allah berfirman seraya menjelaskan tentang Hawiyah, yaitu. (dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (10) (Yaitu) api yang sangat panas (11)) Firman Allah: ((Yaitu) api yang sangat panas (11)) yaitu amat sangat panas dan sangat kuat nyala dan gejolak apinya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda: “Api Bani Adam yang biasa kalian nyalakan merupakan suatu bagian dari tujuh puluh bagian api neraka Jahanam”
Tafsir As-Sa'di
8-11. “Dan adapun orang-orang yang lebih berat timbangan (kebaikan) nya,” dengan tidak memiliki kebaikan-kebaikan untuk menutupi keburukan-keburukan, “maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah,” yaitu tempat kembali dan tempat tinggalnya adalah neraka yang di antara namanya adalah Hawiyah. Neraka baginya menjadi seperti ibu yang selalu menemani,. Ada yang berpendapat bahwa makna ayat ini adalah induk otaknya beterbangan di neraka, yaitu dilemparkan ke dalam neraka dengan kondisi terjungkir. “Dan tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu?” ini adalah pengagungan perihal neraka itu. Kemudian Allah menjelaskannya dengan FirmanNya, “(Yaitu) api yang sangat panas,” yaitu yang panasnya dahsyat. Panasnya melebihi sembilan puluh kali panasnya api dunia. Semoga kita dilindungi Allah darinya.
Tafsir Al-Wajiz
8-9. Adapun orang yang keburukannya lebih berat daripada kebaikannya, maka tempat tinggalnya atau tempatnya kembali adalah neraka jahanam dan neraka itu disebut sebagai Ibunya, karena dia kembali kepadanya sebagaimana anak kecil yang kembali kepada ibunya. Ini sebagai bentuk ejekan
Tafsir Al-Muyassar
8-9. Dan barangsiapa timbangan kebaikannya lebih ringan dan keburukannya lebih berat, Tempat kembalinya adalah jahanam.
Tafsir Al-Madinah
8-11. Sedangkan golongan kedua akan sengsara dan berada dalam keadaan yang buruk; (ibu) tempat bagi mereka hanya neraka. Dan ungkapan ‘ibu’ di sini karena ia adalah tempat berlindung dan tempat kembali bagi anaknya. Dan apakah kamu mengetahui tempat kembali yang menunggu mereka? Itu merupakan hal yang besar, yaitu neraka yang selalu menyala-nyala, dan ia berbeda dengan api di dunia.
Tafsir Al-Mukhtashar
8. Adapun orang yang amal buruknya lebih berat daripada amal salehnya.
Tafsir Ash-Shaghir
{Adapun orang yang ringan timbangannya} keburukannya melebihi kebaikannya
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Qari’ah ayat 8: 8-11. Allah mengabarkan bahwa barangsiapa yang timbangan amal keburukannya lebih dominan daripada kebaikannya, maka Allah tidak jadikan dirinya mendapat kebaikan, dan tempat kembalinya adalah dijebloskan (dilempar) ke dalam jahannam. Kemudian Allah bertanya dengan maksud tegas : Apakah engkau tahu wahai Nabi Allah apat itu Hawiyyah ? Maka Allah menjawab bahwa itu adalah neraka yang apinya telah dinyalakan, kemudian sampailah (orang yang masuk neraka) ini pada tujuan akhirnya (neraka). Ya Allah, kami meminta pada-Mu keselamatan atas diri kami dan saudara-saudara se-islam.