Tafsir Ringkas Kemenag
Kemudian, pada saat kamu menyaksikan neraka jahim dengan mata kepalamu, kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan yang kamu jadikan bahan bermegah-megahan di dunia itu, seperti harta, keturunan, pengikut, dan sebagainya. Semua itu pada haki-katnya adalah cobaan. Jika diperoleh secara halal dan digunakan dengan benar, semua itu akan menguntungkan pemiliknya, baik di dunia maupun akhirat. Bila tidak, semua itu akan menjadikan hidup pemilik-Nya tidak berkah dan menjerumuskannya ke dalam siksaan Allah di akhirat nanti. 1. Demi masa, waktu sore, atau salat asar. Allah bersumpah dengan masa agar manusia memperhatikan masa dan memanfaatkannya dengan baik; bersumpah dengan waktu sore, sebagaimana dengan waktu duha, sebagai salah satu bukti kuasa Allah; dan bersumpah dengan salat asar karena keutamaanya atas salat-salat yang lain.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-8 Allah SWT berfirman, bahwa kesibukan kalian terhadap kecintaan, kenikmatan dan perhiasan dunia sehingga melupakan upaya untuk mencari akhirat. Dan kalian terus-menerus sibuk dengan itu hingga kematian datang kepada kalian dan kalian dimasukkan ke dalam kubur dan kalian menjadi penghuninya. Makna firmanNya (sampai kalian masuk ke dalam kubur) yaitu kalian masuk ke dalamnya dan kalian dikuubur di dalamnya Firman Allah SWT: (Janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatan kalian itu) (3) dan janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui (4)) Hasan Al-Bashri berkata bahwa ini merupakan ancaman setelah ancaman lainnya. Firman Allah: (Janganlah begitu, jika kalian mengetahui dengan pengetahuan 'ainul yaqin (5)) yaitu seandainya kalian mengetahui dengan sebenarnya, sungguh kalian tidak akan terlena dengan memperbanyak harta sehingga lupa dari mencari akhirat, sampai kalian masuk ke dalam kubur. Kemudian Allah berfirman: (niscaya kalian benar-benar akan melihat neraka Jahim (6) dan sesungguhnya kalian benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin (7)) Dia mengancam mereka dengan keadaan ini, yaitu saat melihat neraka yang ketika neraka bergolak dengan sekali golak. Maka menyungkurlah semua malaikat yang didekatkan dan nabi yang diutus dengan di atas kedua lututnya karena takut dan menyaksikan hal yang sangat mengerikan, sebagaimana yang akan disebutkan dalam atsar yang diriwayatkan tentang keadaan tersebut. Firman Allah SWT: (kemudian kalian pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kalian megahkan di dunia itu) (8)) yaitu kemudian pada hari itu kalian benar-benar akan dimintai pertanggungjawaban tentang mensyukuri nikmat-nikmat yang telah diberikan Allah kepada kalian, berupa kesehatan, keamanan, rezeki, dan hal lainnya. Apakah kalian memabas nikmatNya dengan bersyukur dan beribadah kepadaNya? Diriwayatkan dari Abdullah bin Az-Zubair, dia berkata bahwa Az-Zubair pernah berkata bahwa ketika firmanNya: (kemudian kalian pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kalian megahkan di dunia itu) turun, mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, nikmat apakah yang ditakanyan kepada kami, padahal sesungguhnya makanan kami hanyalah kurma dan air saja?" Rasulullah SAW menjawab,”Sesungguhnya pertanyaan itu akan ada” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (kemudian kalian pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (8)) dia berkata bahwa kenikmatan itu adalah kesehatan tubuh, pendengaran, dan penglihatan. Allah akan bertanya kepada para hamba untuk apakah mereka menggunakannya, sedangkan Dia Maha Mengetahui hal itu daripada mereka. Hal ini disebutkan firmanNya: (Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya) (Surah Al-Isra: 36)
Tafsir As-Sa'di
8. “Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan itu,” yakni yang kalian megah-megahkan di dunia, apakah kalian mensyukurinya dan kalian tunaikan hak-hak Allah di dalamnya dan tidak kalian jadikan penopang untuk kemaksiatan sehingga Allah memberi kalian nikmat yang lebih tinggi dan lebih baik darinya? Ataukah kalian terpedaya olehnya, tidak kalian syukuri bahkan bisa jadi kalian jadikan sebagai penopang untuk berbagai kemaksiatan sehingga Allah menyiksa kalian karena hal itu?. Allah berfirman : Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): “Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik”. (QS. al-ahqaf.20)
Tafsir Al-Wajiz
8. Kemudian kalian akan ditanyai pada hari perhitungan amal tentang kenikmatan dunia yang lebih kalian sibukkan daripada beramal untuk akhirat (kalian). {Tsumma} digunakan untuk mengurutkan berita. Karena di tempat hisab, pertanyaan itu diberikan sebelum melihat neraka.
Tafsir Al-Muyassar
5-8. Tidak sepatutnya kalian disibukkan oleh berlomba lomba dalam urusan memperbanyak harta, seandainya kalian mengetahui dengan sebenarnya,niscaya kalian tidak melakukan hal itu, dan niscaya kalian bersegera menyelamatkan diri kalian dari kebinasaan. Kalian akan melihat neraka jahim, Kemudian kalian pasti melihatnya tanpa keraguan, Kemudian kalian akan ditanya pada hari kiamat tentang berbagai macam kenikmatan.
Tafsir Al-Madinah
8. Sungguh pada saat yang agung itu, kalian akan ditanya tentang kenikmatan yang telah kalian dapatkan. Ini mencakup orang beriman dan orang kafir. Orang kafir akan ditanya sebagai bentuk celaan dan olokan, karena mereka tidak menjalankan kewajiban mensyukuri kenikmatan, bahkan mereka malah menyekutukan Allah. Mereka layak ditanya tentang kenikmatan itu sebagai bentuk olokan kerana mereka menyia-nyiakan kenikmatan tersebut. Sedangkan orang beriman akan ditanya tentang itu untuk menampakkan kenikmatan Allah yang telah diterimanya, jika dia telah mensyukurinya maka dia tidak akan mendapat celaan.
Tafsir Al-Mukhtashar
8. Kemudian sungguh Allah akan bertanya kepada kalian pada Hari itu tentang nikmat sehat, kekayaan dan lainnya yang telah diberikan kepada kalian.
Tafsir Zubdatut
7. (dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin) Yakni kemudian kalian akan melihat neraka dengan penglihatan yang meyakinkan, yaitu melihatnya dengan mata kepala kalian.
Tafsir Li Yaddabbaru
1 ). Wahai kalian yang bergelimang kenikmatan. berhati-hatilah ! { } Pertanyaan ini umum untuk kafir dan orang beriman, tetapi pertanyaan ini sebagai kabar gembira bagi orang-orang beriman yakni dilimpahkannya kepada mereka kenikmatan dunia dan kenikmatan akhirat, sedangkan bagi orang-orang kafir pertanyaan ini sebagai teguran bagi mereka yang membalas kenikamatan dunia dengan kekafiran dan kemaksiatan. 2 ). Tatkala orang-orang kafir menyibukkan diri untuk memperbanyak harta dan segala bentuk kenikmatan dan kemegahan dunia, dan meninggalkan keataan dan kesyukuran mereka kepada Allah, mereka akan ditanya dan dimintai pertangguung jawaban atas semua kenikmatan itu pada hari kiamat nanti, agar jelas bagi mereka yang selama ini menjadi sangkaan sebagai sebab untuk meraih kebahagiaan padahal semua itu adalah sebab terbesar yang akan merubah hidup mereka menjadi kesengsaraan tiada henti. 3 ). { } Ibnu taimiyah berkata : mensyukuri nikmat Allah setiap hamba wajib melakukannya; dan Allah ta'ala tidaklah Ia membalas apa yang Ia perbolehkan untuk hamba-Nya dengan azab, tetapi azab itu hanya akan ditimpakan kepada mereka yang meninggalkan dan mengamalkan larangan.
Tafsir Ash-Shaghir
Kemudian kalian pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan} setiap jenis kenikmatan berupa keamanan, kesehatan, rezeki dan lain-lain
Tafsir Hidayatul
Seperti nikmat sehat, nikmat waktu luang, nikmat keamanan, nikmat makan, nikmat minum dan lain-lain. Kamu akan ditanya, apakah kamu sudah bersyukur terhadapnya dan memenuhi hak Allah di sana ataukah kamu malah menggunakan kenikmatan itu untuk bermaksiat kepada-Nya dan tertipu dengannya sehingga kamu tidak melakukan sikap syukur? Sehingga kamu diberi hukuman terhadapnya. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, “Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan), "Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniamu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik.” (Terj. Al Ahqaaf: 20).
Tafsir An-Nafahat
Surat At-Takatsur ayat 8: Sesungguhnya kalian wahai manusia, akan meminta di akhirat macam-macam kenikmatan, yang Allah berikan kenikmatan itu untuk kalian di dunia, dimana kalian berupaya berpaling (dari kemewahan dunia) dan bersungguh-sungguh dalam kehidupan kalian untuk menggapai selain (dunia) dan (bersungguh-sungguh meuju kepada) yang berkaitan dengan hari pembalasan.