Surah Al-Humazah : Ayat 8
إِنَّهَا عَلَيْهِم مُّؤْصَدَةٌ

"Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Sungguh, api itu ditutup rapat atas diri mereka yang suka mengumpat, mencela, mengumpul'kan harta, dan menghitung-hitungnya. Tidak ada celah sedikit pun yang memungkinkan udara dari luar merembes masuk. Akibatnya, kadar panas api itu tidak pernah turun, bahkan terus naik. 9. Para pendosa itu diikat dengan erat pada tiang-tiang yang panjang hingga mereka tidak dapat bergerak sedikit pun di hutamah itu, apa lagi keluar darinya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-9 “Al-hammaz” dilakukan dengan ucapan dan “al-lammaz”dilakukan dengan perbuatan. yaitu mencela dan merendahkan orang lain. Penjelasan tentang hal itu telah disebutkan dalam firmanNya: (yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur hasutan (11)) (Surah Al-Qalam) Ibnu Abbas berkata bahwa (humazah lumazah) adalah orang yang suka mencela dan membuka aib. Ar-Rabi' bin Anas berkata bahwa “al-humazah” adalah orang yang mencela di depan, sedangkan “al-lumazah” adalah mencela dari belakang. Qatadah berkata bahwa itu adalah mencela orang lain dengan lisan dan matanya, dan suka mengumpat serta menjatuhkan orang lain. Mujahid berkata bahwa “Al-humazah” itu dilakukan tangan dan mata, sedangkan “Al-lumazah” itu dengan lisan. Demikian juga dikatakan Ibnu Zaid. Mujahid berkata bahwa ayat ini umum. Firman Allah: (yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya (2)) yaitu mengumpulkan sebagiannya atas sebagian lain dan menghitung jumlahnya, sebagaimana firmanNya: (Serta mengumpulkan (harta benda), lalu menyimpannya (18)) (Surah Al-Ma'arij) Pendapat itu dikatak Ibnu Jarir. Firman Allah: (dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya (3)) yaitu, mengira bahwa dengan mengumpulkan harta, maka itu akan membuatnya kekal di dunia ini, (Sekali-kali tidak!) yaitu perkaranya tidak seperti yang dia kira dan duga. Kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Hutamah) yaitu, sungguh orang yang menghimpun dan menghitung-hitung harta akan dicampakkan ke dalam Hutamah. Itu adalah salah satu nama neraka, karena ia meremuk redamkan orang yang dimasukkan ke dalamnya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan tahukah kamu apa Hutamah itu? (5) (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan (6) yang (membakar) sampai ke hati (7)) Tsabit Al-Bannani berkata bahwa itu membakar mereka sampai ke hati, sedangkan mereka dalam keadaan hidup. Firman Allah: (Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka (8)) yaitu ditutup rapat, sebagaimana yang dijelaskan dalam tafsir surah Al-Balad. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ((sedangkan mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang (9)) yaitu pintu-pintu yang merupakan tiang–tiang panjang Abu Shalih berkata tentang firmanNya: ((sedangkan mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang (9)) yaitu belenggu-belenggu yang memanjang.
Tafsir As-Sa'di
8-9. Bersamaan dengan dahsyatnya panas tersebut, mereka tertahan di dalamnya, mereka berputus asa untuk bisa keluar darinya. Karena itu Allah berfirman, “Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka,” yakni terkunci. “(Sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang,” di balik pintu, “yang panjang,” agar mereka tidak bisa keluar darinya. “Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya (QS.as-sajdah. 20) Semoga Allah melindungi kita dari yang demikian itu dan kita memohon semoga Allah memberikan ampunan dan keselamatan bagi kita.
Tafsir Al-Wajiz
8-9. Sesungguhnya neraka itu mengunci dan mengikat para penduduknya di tiang-tiang yang sangat panjang. Hal ini adalah untuk mengabarkan tentang kengeriannya (agar kita) dibebaskan dan tidak dimasukkan ke dalamnya
Tafsir Al-Muyassar
8-9. Api neraka itu ditutup terhadap mereka, Dengan belunggu dan rantai yang panjang, agar mereka tidak keluar darinya.
Tafsir Al-Madinah
8-9. Orang-orang yang suka menghina dan mengumpulkan harta serta enggan bersedekah ini akan memasuki neraka, dan pintu-pintunya akan ditutup rapat, tidak ada sedikitpun angin yang dapat masuk, dan mereka tidak ada harapan untuk keluar. Mereka terbolak-balik di dalamnya sambil terikat di rantai dan tiang yang panjang. Pintu-pintu ditutup dan mereka terikat, serta tidak akan terbuka bagi mereka satupun pintu.
Tafsir Al-Mukhtashar
8. Sesungguhnya Neraka Huṭamah itu tertutup bagi orang-orang yang mendapatkan siksa di dalamnya.
Tafsir Zubdatut
8. (Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka) Yakni neraka itu tertutup pintu-pintunya, sehingga mereka tidak dapat keluar darinya.
Tafsir Li Yaddabbaru
6-8 1 ). Akhlaq yang buruk adalah racun yang membunuh, dan kebinasaan yang berbekas, juga kehinaan yang tersingkap, akhlaq yang buruk adalah kejahatan nampak, akhlaq yang buruk adalah syaithon-syaiton yang dijauhkan dari rahmat Tuhan semesta alam, akhlaq yang buruk dapat membawa tuannya kepada buruknya perilaku syaithon, dia juga yang akan membawa sesoang kepada pintu-pintu neraka . 2 ). { } Maka ketika hati mereka dijadikan tempat keyakinan-keyakinan bathil, dan sumber ucapan-ucapan keji dan dengki terhadap orang-orang beriman, sesungguhnya mereka sedang menanti balasan yang akan mengancurkan dan membakar tubuh mereka dengan api neraka. 3 ). { } Pintu-pintu neraka yang tertutup rapat tidak ada harapan sedikit pun bagi mereka untuk lolos, kesempatan bagi penghuni neraka untuk memohon perlindungan kepada Allah telah tiada, perhatikanlah jika seseorang berada dalam sebuah ruangan atau mobil, kemudian tanpa ia sadari tiba-tiba api menyala, dan tidak ada baginya jalan keluar untul meloloskan diri, bagaimana dengan keadaannya setelah itu ? , sungguh itu adalah kesialan yang tak terobati, dan Allah telah mengabarkan kepada hamba-hamba Nya tentang jalan keluar dari segala kesialan dan malapeta dunia dan akhirat, Allah mengirimkan kepada kita wahyunya melalui Nabi Muhammad tidak sekedar untuk dibaca, tetapi agar kita waspada dari sifat-sifat yang buruk yang dijelaskan dalam surah ini !.
Tafsir Ash-Shaghir
Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka} ditutup rapat
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Humazah ayat 8: Allah menjelaskan bahwa neraka ini memiliki pintu yang beritingkat-tingkat bagi orang kafir, yang pintunya sangat tebal, yang manusia tidak dapat keluar darinya seorangpun. Kemudian Allah menjelaskan bahwa di pintu-pintu neraka terdapat dinding-dinding yang nampak jelas.