Tafsir Ringkas Kemenag
Dialah Allah yang tidak ada tuhan penguasa alam semesta yang patut disembah selain dia. Hanya dia pula yang mempunyai nama-nama yang terbaik. 9. Usai menjelaskan keagungan Al-Qur'an dan tugas berat yang diamanahkan kepada rasulullah, pada ayat-ayat berikut Allah menguraikan kisah nabi musa yang juga diberi amanah berat, yaitu berdakwah kepada fir'aun yang sangat ingkar. Kisah ini dimaksudkan untuk menguatkan nabi Muhammad dalam berdakwah. Dan apakah telah sampai kepadamu, wahai nabi Muhammad, kisah musa saat akan menerima tugas kerasulan'.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-8 Pembahasan tentang huruf-huruf hijaiyah itu telah diterangkan dalam permulaan surah Al-Baqarah. Jadi tidak perlu diulangi. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Thaha artinya “wahai lelaki!”. Demikian juga diriwayatkan dari Mujahid, Ikrimah, Sa'id bin Jubair, ‘Atha’, Muhammad bin Ka'b, Abu Malik, ‘Athiyyah Al-Aufi, Al-Hasan, Qatadah, Adh-Dhahhak, As-Suddi, dan Ibnu Abza. Mereka berkata bahwa Thaha artinya “wahai lelaki!”. Dalaim riwayat lain dari Ibnu Abbas, Sa'id bin Jubair, dan Ats-Tsauri, bahwa Thaha adalah kalimat dengan bahasa Nabat yang artinya “wahai lelaki!” Abu Shalih berkata bahwa Thaha adalah kalimat yang telah diarabkan. Qatadah berkata tentang firmanNya: (Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah (2)) Tidak, demi Allah, Allah tidak menjadikan Al-Qur'an baginya sebagai kesusahan. Tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat, cahaya, dan petunjuk menuju surga (tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah) (3)) Sesungguhnya Allah telah menurunkan kitabNya dan mengutus RasulNya sebagai rahmat bagi para hambaNya, agar orang ingat kepadaNya, dan mengambil manfaat dari apa yang dia dengar dari kitab Allah. Al-Qur'an adalah pengingat yang diturunkan Allah yang di dalamnya terdapat hukum halal dan haram. Firman Allah SWT: (yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi (4)) yaitu Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu, wahai Muhammad, adalah dari Tuhanmu, Tuhan segala sesuatu dan Yang Memilikinya serta Yang Maha Kuasa atas apa yang Dia kehendaki. Dialah Dzat yang menciptakan bumi yang membentang dan padat, dan Dialah Dzat yang menciptakan langit yang tinggi dan lembut Firman Allah: ( (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah Yang beristiwa di atas 'Arasy (5)) pembahasan makna tentang itu telah disebutkan di surah Al-A'raf, sehingga tidak perlu diulangi lagi juga. Dan pemahaman yang lebih aman dalam hal ini adalah menurut pemahaman ulama Salaf, yaitu makna hal yang seperti ini dari Kitab AlIah dan sunnah Rasulallah SAW dengan tidak dibarengi dengan penggambaran, penyelewengan, penyerupaan, pengurangan, dan penyamaan. Firman Allah: (Kepunyaan-Nyalah semua yang ada di langit dan yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah (6)) yaitu semuanya milik Allah, berada dalam genggamanNya, dan berada dalam pengaturan, kehendak, keinginan, dan hukumNya. Dialah Pencipta, Pemilik, dan Tuhannya; tidak ada Tuhan selain Dia. Firman Allah: (dan semua yang di bawah tanah) yaitu di bawah bumi. Firman Allah: (Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi (7)) yaitu Al-Qur'an ini diturunkan oleh Dzat yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi yang mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Al-Qur'an ini diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (6)) (Surah Al-Furqan) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi) dia berkata adalah apa yang disembunyikan oleh anak cucu nabi Adam dalam hatinya, sedangkan (yang lebih tersembunyi) adalah apa yang tidak diketahui anak cucu nabi Adam, padahal dia yang mengerjakannya. Maka Allah mengetahui semua itu. Ilmu Allah tentang apa yang telah berlalu dari hal ini dan apa yang akan datang meliputi semuanya, dan semua makhluk bagi Allah dalam hal ini sama dengan satu jiwa. Sebagaimana firmanNya: (Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kalian (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja) (Surah Luqman: 28) Adh-Dhahhak berkata tentang firmanNya: (Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi) dia berkata bahwa (As-sirr) adalah sesuatu yang kamu bicarakan dalam dirimu (akhfa) adalah sesuatu yang belum kamu bicarakan dalam dirimu. Firman Allah: (Dialah Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia, Dia mempunyai asma-ul husna (nama-nama yang baik)) (8)) yaitu Dzat Yang menurunkan Al-Qur'an kepadamu. Dialah Allah Yang tidak ada Tuhan selain Dia Yang mempunyai nama-nama yang baik dan sifat-sifat yang tinggi.
Tafsir As-Sa'di
8. Sesudah menetapkan kesempurnaanNya yang mutlak dengan keumuman penciptaanNya, dan ketetapan perintah dan laranganNya yang umum (Bagi semua makhluk), keumuman rahmatNya, besarnya keagunganNya, keberadaanNya yang tinggi di atas ‘Arasy, luasnya wilayah kekuasaan dan ilmuNya, dapat diambil kesimpulan bahwa DIa-lah yang berhak untuk diibadahi, peribadahan kepadaNya ialah yang benar, yang sejalan oleh aturan syariat, nalar, dan fitrah. Sementara menyembah selainNya merupakan kebatilan. Allah berfirman, “Dia-lah Allah, tidak ada sesembahan (yang berhak disembah) kecuali Dia,” maksudnya tidak ada sesembahan dan tuhan yang berhak disembah dengan penuh kecintaan dan menghinakan diri, rasa takut, pengharapan, mahabbah, inabah, dan doa kecuali Dia. “Dia mempunyai Asma’ al-HUsna (nama-nama yang paling baik),” Allah mempunyai nama-nama yang banyak yang sempurna lagi paling baik. Di antara sisi keindahannya, semua nama itu merupakan nama-nama yang menunjukkan pujian. Tidak ada nama yang menunjukkan puian dan sanjungan. Sebagian dari sisi keindahannya, bahwa nama-nama itu bukan sekedar nama-nama semata, akan tetapi nama-nama dan sekaligus (menunjukkan) sifat-sifat yang terkandung di dalamnya. Aspek keindahan lainnya, nama-nama itu menunjukkan sifat-sifat yang sempurna. Dan pada sifat-sifat itu bila dibandingkan dengan sifat lainnya menempati tingkatan yang paling sempurna, umum lagi agung. Aspek keelokannya, Allah memerintahkan para hambaNya untuk berdoa kepadaNya dengannya. Karena nama-nama itu termasuk (piranti) untuk bertawasul yang mendekatkan diri kepada Allah. Allah mencitainya (nama-nama itu), dan para pencintanya juga menyukainya dan menhafalnya. Dan Allah mencintai orang-orang yang mendalami makna-maknanya dan menghambakan diri kepada Allah dengannya. Allah berfirman, "Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaaulhusna" (Al-A’raf:180).
Tafsir Al-Wajiz
8. Dialah Allah yang Maha Esa, Tiada Tuhan yang layak disembah selain Dia. MilikNya itu sebagik-baik nama yang menunjukkan pada kesempurnaan yang jumlahnya 99. Hal itu dikuatkan oleh hadits shahih.
Tafsir Al-Muyassar
Allah, Dia-lah yang tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Dia. bagiNya Nama-nama yang sempurna dalam keindahannya.
Tafsir Al-Madinah
8. Bagi Allah segala bentuk penyembahan, tidak ada yang berhak disembah selain Dia, hanya milik-Nya nama-nama yang sempurna kebaikannya.
Tafsir Al-Mukhtashar
8. Dia lah Allah, tiada tuhan yang berhak disembah selain-Nya, Dia sendirilah yang memiliki kesempurnaan nama yang paling indah.
Tafsir Zubdatut
8. (Dia mempunyai al asmaaul husna) Yakni nama-nama terbaik yang menunjukkan segala kesempurnaan dan keagungan yang berjumlah 99 nama yang disebutkan dalam hadits shahih. Penjelasan tentang asma’ul husna telah disebutkan dalam surat al-A’raf: 180.
Tafsir Ash-Shaghir
{Allah, tidak ada tuhan selain Dia. MilikNyalah nama-nama yang terbaik
Tafsir Hidayatul
Surat Thaha ayat 8: Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menetapkan kesempurnaan-Nya yang mutlak dengan meratanya ciptaan-Nya, meratanya perintah dan larangan-Nya, meratanya rahmat-Nya, besarnya keagungan-Nya, tingginya Dia di atas ‘arsy-Nya. Meratanya kerajaan-Nya, dan merata pula ilmu-Nya kepada segala sesuatu, maka yang demikian menghasilkan kesimpulan, bahwa Dialah yang berhak untuk diibadahi, dan bahwa beribadah kepada-Nya adalah hak (benar) yang sesuai dengan syara’, akal, dan fitrah, sedangkan beribadah kepada selain-Nya adalah batil. Saking indahnya, nama-nama tersebut seluruhnya menunjukkan pantasnya Dia mendapat pujian, di mana tidak ada satu pun nama kecuali menunjukkan keberhakan-Nya dipuji. Demikian pula saking indahnya, nama-nama tersebut tidak hanya sekedar nama, tetapi nama sekaligus sifat-Nya. Saking indahnya pula, nama-nama tersebut menunjukkan sifat-sifat yang sempurna, dan bahwa dari setiap sifat, Dia memiliki sifat yang paling sempurna, paling merata dan paling agung. Saking indahnya pula, Dia menyuruh hamba-hamba-Nya berdoa dengannya, di mana ia termasuk sarana yang dapat mendekatkan diri kepadanya lagi dicintai-Nya, Dia mencintai orang-orang yang mencintai nama-nama itu, mencintai orang yang menghapalnya, mencintai orang yang menggali kandungannya dan beribadah kepada-Nya dengan nama-nama itu.