Surah At-Taghabun : Ayat 8
فَـَٔامِنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلنُّورِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلْنَا ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
"Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Quran) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Ayat ini mengajak orang-orang kafir untuk beriman dan mengajak orang-orang beriman yang ragu untuk benar-benar beriman. Maka berimanlah kamu, wahai seluruh manusia kepada Allah dan rasul-Nya dengan mantap dan berimanlah kepada cahaya Allah, yaitu Al-Qur'an yang telah kami turunkan kepada nabi Muhammad. Dan Allah mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan sehingga tidak ada satu pun perbuatan manusia yang tidak diketahui-Nya. 9. Ayat ini mengingatkan manusia tentang kepastian adanya hari akhirat. Ingatlah wahai manusia, pada hari ketika Allah mengumpulkan kamu, seluruh manusia pada hari berhimpun, yaitu pada hari akhir; itulah hari pengungkapan kesalahan-kesalahan yang selama hidup di dunia disembunyikan. Dan barang siapa beriman kepada Allah dengan iman yang mantap dan mengerjakan kebajikan, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 7-10 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang kafir, orang-orang musyrik, dan orang-orang yang menganggap tidak ada Tuhan; mereka mengira bahwa mereka tidak dibangkitkan (Katakanlah, "Tidak demikian, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”) yaitu akan diberitahukan kepadamu semua amal perbuatan kalian, baik yang agung maupun yang hina, baik yang kecil maupun yang besar (Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah) yaitu membangkitkan dan membalas kalian. Hal ini merupakan ayat ketiga yang Allah memerintahkan kepada RasulNya untuk mengungkapkannya dengan memakai sumpah atas nama Tuhannya, bahwa sesungguhnya hal itu pasti terjadi dan hari kebangkitan itu benar-benar ada. Kemudian Allah SWT berfirman: (Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya yang telah Kami turunkan) yaitu Al-Qur'an (Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan) yaitu, tidak ada sesuatupun dari amal perbuatan kalian yang tersembunyi dariNya. Firman Allah: ((Ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan (untuk dihisab)) yaitu hari kiamat. Dinamakan demikian karena pada hari itu Allah mengumpulkan semua orang yang terdahulu dan yang kemudian di suatu lapangan, yang suara penyeru terdengar oleh mereka semua dan tiada sesuatu pun yang menghalangi pandangan mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk)) (Surah Hud: 103) Firman Allah: (itulah hari (waktu itu) ditampakkan kesalahan-kesalahan) Ibnu Abbas berkata bahwa itu merupakan salah satu dari nama hari kiamat. Demikian itu karena penghuni surga membuat iri penghuni neraka. Demikian juga dikatakan oleh Qatadah dan Mujahid.
Tafsir As-Sa'di
8. Setelah Allah menyebutkan keingkaran orang yang memungkiri Hari Kebangkitan dan hal itu mewajibkan mereka kufur terhadap Allah dan tanda-tanda kebesaranNya, selanjutnya Allah memerintahkan apa yang bisa membentengi diri dari kesengsaraan dan kebinasaan yaitu beriman kepada Allah, RasulNya, dan kitabNya yang disebut Allah sebagai cahaya, karena cahaya adalah kebalikan dari kegelapan. Hukum, syariat, dan kabar yang terdapat di dalam kitab yang diturunkan Allah adalah cahaya yang bisa dijadikan petunjuk dalam kelamnya kebodohan yang amat amat gelap gulita, bisa dijadikan petunjuk dalam kegelapan malam. Petunjuk selain kitab Allah banyak dampak bahayanya daripada manfaatnya. Keburukannya lebih banyak daripada kebaikannya. Bahkan tidak ada kebaikan dan manfaat pada petunjuk selain kitab Allah kecuali yang sesuai dengan yang dibawa Rasul. Keimanan terhadap Allah, Rasul dan kitabNya mengharuskan keteguhan sempurna dan keyakinan yang benar dan diamalkan sesuai dengan tuntutan pembenaran tersebut dengan melakukan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan. “Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” di mana Allah akan membalas amal baik dan amal buruk kalian.
Tafsir Al-Wajiz
8. Berimanlah kepada Allah, Rasulullah Muhammad SAW dan Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya. Itulah cahaya yang menjadi petunjuk dalam kegelapan. Allah adalah Dzat yang Maha Mengabarkan perbuatan-perbuatan kalian dan tidak ada satupun yang tersembunyi dariNya. Dialah Dzat yang Maha membalas perbuatan kalian
Tafsir Al-Muyassar
8. Karena itu, berimanlah kepada Allah dan RasulNya (wahai orang-orang musyrik) dan ambillah petunjuk dari al-Quran yang Allah turunkan kepada RasulNya. Allah Mahateliti terhadap apa yang kalian lakukan, tidak sedikit pun amal kalian yang samar bagi Allah, dan Dia akan membalas kalian atasnya pada Hari Kiamat.
Tafsir Al-Madinah
8. Hai orang-orang musyrik, maka berimanlah kepada Allah dan rasul-Nya, serta kepada al-Qur’an yang Kami turunkan kepada Rasul kalian. Allah Maha Mengetahui segala kebaikan atau keburukan yang kalian perbuat, tidak ada yang tersembunyi dari-Nya.
Tafsir Al-Mukhtashar
8. Maka berimanlah -wahai manusia- kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya serta berimanlah kepada Al-Qur`ān yang Kami turunkan kepada Rasul Kami. Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan, tidak ada sesuatu pun dari perbuatan kalian yang luput dari-Nya, dan Dia akan membalas kalian atas perbuatan tersebut.
Tafsir Zubdatut
8. (dan kepada cahaya (Al-Quran) yang telah Kami turunkan) Yakni al-Qur’an, sebab ia menjadi cahaya yang memberi petunjuk dalam gelapnya kesesatan.
Tafsir Ash-Shaghir
{Berimanlah kamu kepada Allah, RasulNya, dan cahaya} Al-Qur’an {yang telah Kami turunkan. Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kalian kerjakan
Tafsir Hidayatul
Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan pengingkaran orang-orang yang mengingkari kebangkitan dan bahwa hal itu sama saja mereka kafir kepada Allah dan ayat-ayat-Nya, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk melakukan sesuatu yang dapat menjaga seseorang dari kebinasaan dan kesengsaraan, yaitu beriman kepada Allah, Rasul-Nya dan kitab-Nya. Beriman kepada Allah, Rasul-Nya dan kitab-Nya menghendaki keyakinan yang pasti serta beramal terhadap konsekwensi dari pembenaran itu berupa mengerjakan perintah dan menjauhi larangan. Allah Subhaanahu wa Ta'aala menamai kitab-Nya dengan “cahaya” karena keadaannya yang menyinari gelapnya kebodohan dan kesesatan, dan dengannya seseorang dapat berjalan di tengah kegelapan-kegelapan itu. Lalu Dia akan membalas amalmu yang baik dan yang buruk.
Tafsir An-Nafahat
Surat At-Taghabun ayat 8: Dan jika kalian tahu wahai orang-orang musyrik atas hujjah dan bukti ini, dan kalian dapat mengingat siapa saja yang menghalalkan atas orang-orang kafir sebelum kalian yang telah diadzab; Dan kalian membenarkan Allah dan Rasul-Nya ﷺ, kemudian beriman dengan Al Qur’an yang Allah turunkan atas Nabi-Nya Muhammad ﷺ, dan menjadikan cahaya yang mengeluarkan kalian dari kegelapan kekafiran dan kesesatan menuju cahaya islam dan iman; Maka ketahuilah bahwa tidaklah tersembunyi sesuatu apapun dari perkataan dan perbuatan kalian, dan kalian akan dibalas atas amalan-amalan kalian.