Surah Nuh : Ayat 8
ثُمَّ إِنِّى دَعَوْتُهُمْ جِهَارًا

"Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan,"

Tafsir Ringkas Kemenag
8-9. Nabi nuh melanjutkan pengaduannya kepada Allah. Lalu sesungguhnya aku telah menyeru mereka dengan cara terang-terangan dengan suara yang jelas dan di hadapan umum. Kemudian pada kesempatan lain aku menyeru mereka dengan dua cara sekaligus yaitu secara terbuka dan dengan diam-diam
Tafsir As-Sa'di
8-9. “Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan,” yakni didengar oleh mereka semua, “kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam.” Semua ini adalah kegigihan dan ketulusan serta usaha yang dinilai bisa mengarahkan pada tujuan yang dimaksud.
Tafsir Al-Wajiz
8. Kemudian aku mengajak mereka secara terang-terangan dengan suara yang tinggi untuk beriman kepadaMu ya Allah
Tafsir Al-Muyassar
5-10. Nuh berkata, “wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah mengajak kaumku untuk beriman kepadaMu malam dan siang, tetapi ajakanku kepada mereka agar beriman tidak membuat mereka kecuali berlari dan berpaling. Setiap kali aku mengajak mereka agar beriman kepadaMu, agar dosa-dosa mereka diampuni, mereka meletakkan jari-jari mereka di telinga-telinga mereka, agar mereka tidak mendengar dakwah kebenaran, mereka menutup wajah mereka dengan kain agar tidak melihatku, mereka tetap bersikukuh di atas kekafiran mereka, menyombongkan diri dan menolak iman dengan kesombongan yang besar. Kemudia aku mengajak mereka agar beriman secara terang-terangan, tidak bersembunyi. Kemudian aku mengumumkan dakwah dengan suara tinggi dalam satu kondisi dan memelankannya dalam kondisi lainnya. Aku berkata kepada kaumku, ‘Mintalah ampunan dari dosa-dosa kalian, sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat dari hamba-hambaNya dan kembali kepadaNya.
Tafsir Al-Madinah
8-9. Nabi Nuh melanjutkan munajatnya, bahwa dia telah menempuh berbagai macam cara dalam berdakwah kepada kaumnya. Dia telah berdakwah secara terang-terangan dan sembunyi-sembunyi; dan ini menunjukkan bahwa dia telah menyeru kaumnya ketika mereka berkumpul atau sendiri-sendiri sesuai dengan keadaan kaumnya, sebab sebagian mereka lebih tepat untuk diseru dengan cara berkelompok dan terang-terangan, dan sebagian lainnya lebih tepat untuk diseru dengan cara sendiri-sendiri dan rahasia.
Tafsir Al-Mukhtashar
8. Kemudian aku -wahai Rabbku- menyeru mereka secara terang-terangan.
Tafsir Zubdatut
8. (Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan) Yakni menampakkan dakwah dan menyampaikannya kepada mereka secara terang-terangan.
Tafsir Li Yaddabbaru
8-9 Menvariasikan metode dakwah: { } "Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan"
Tafsir Ash-Shaghir
Kemudian, sesungguhnya aku menyeru mereka dengan terang-terangan
Tafsir Hidayatul
Dakwah ini dilakukan setelah dakwah dengan cara diam-diam tidak berhasil, Beliau memperdengarkan kepada mereka semua.
Tafsir An-Nafahat
Surat Nuh ayat 8: 8-10. Nuh berkata : Kemudian sungguh aku wahai Tuhanku, berdakwah dengan terang-terangan kepada mereka untuk mengajak kepada tauhid dan aku jelaskan akan tauhid di hadapan mereka semuanya. Dan aku mendatangi mereka wahai Tuhanku dari segala pintu, berharap agar mendapatkan hasil dengan maksud agar mereka menerima tauhid. Aku juga terkadang mengumumkan dakwahku dengan suara lantang kepada mereka, dan dengan sembunyi-sembunyi dengan suara yang pelan (terkadang pula). Kemudian berkata Nuh kepada kaumnya : Kalian mintalah ampunan dari Rabb kalian atas kesyrikan, pengingkaran dan maksiat kalian yang terang-terangan. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang bertauhid, bertaubat dan beristighfar.