Surah Al-Jinn : Ayat 8
وَأَنَّا لَمَسْنَا ٱلسَّمَآءَ فَوَجَدْنَٰهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا

"dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah berbicara yang berkaitan dengan tidak adanya hari kebangkitan, jin tersebut yang telah sadar tersebut melanjutkan ucapannya, "dan sesungguhnya kami jin telah mencoba berusaha keras untuk mengetahui rahasia langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dari para malaikat dan panah-panah api yang menghalangi kami dan siapa pun untuk mendekat. "9. "dan sesungguhnya kami jin dahulu yaitu sebelum nabi Muhammad diutus Allah seringkali dapat menduduki satu tempat dari beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar berita-beritanya ketika itu kami dapat mendengar tanpa gangguan apa pun. Tetapi sekarang setelah diutusnya nabi Muhammad siapa pun yang mencoba mencuri dengar seperti itu pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai untuk membakarnya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 8-10 Allah SWT memberitahukan tentang keadaan jin ketika Dia SWT mengutus RasulNya, nabi Muhammad SAW dan menurunkan Al-Qur'an kepadanya. Di antara pemeliharaan Allah kepada Al-Qur'an adalah Dia memenuhi langit dengan penjagaan yang ketat di semua penjuru dan kawasannya, dan semua setan diusir dari tempat-tempat pengintaiannya yang sebelumnya mereka selalu menduduki tempat-tempatnya di langit. Agar setan-setan itu tidak mencuri-curi dengar dari Al-Qur'an, sehingga mereka akan menyampaikannya kepada para dukun yang menjadi teman-teman mereka, sehingga perkara Al-Qur'an menjadi samar dan campur aduk dengan yang lainnya, serta tidak diketahui mana yang benar. Ini merupakan kelembutan Allah SWT kepada makhlukNya, dan rahmat dariNya kepada para hambaNya, dan sebagai pemeliharaanNya terhadap KitabNya yang mulia. Oleh karena itu jin berkata (dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api (8) dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu), tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya) (9)) yaitu barangsiapa yang berani mencoba mencuri-curi dengar sekarang, maka dia akan mendapati panah berapi yang mengintainya yang tidak akan Iuput dan meleset darinya, bahkan pasti akan membinasakannya (Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka (10)) yaitu kami tidak mengetahui apa yang terjadi di langit, apakah keburukan yang dikehendaki bagi penduduk bumi, atau Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka? Ini merupakan adab mereka dalam ungkapan mereka dimana menyandarkan keburukan kepada yang tidak melakukannya, sedangkan kebaikan mereka sandarkan kepada pelakunya, yaitu Allah SWT.
Tafsir As-Sa'di
8-9. “Dan bahwa kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit,” yakni, mendatanginya dan kami mencobanya, “maka kami mendapatinya penuh dengan jagaan yang kuat,” untuk bisa mencapai tepi dan mendekatinya sekalipun, “dan panah-panah api” dilemparkan pada jin yang mencuri pendengaran. Hal ini bertentangan dengan kebiasaan kami sebelumnya. Dulu kami mampu untuk mencapai berita langit, dan “kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya),” sehingga kami pun banyak menukil berita-berita langit. “Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu), tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya),” yakni mengintai dan siap untuk membinasakan dan membakarnya. Dan ini merupakan sesuatu yang besar dan berita yang agung. Mereka memastikan bahwa Allah menghendaki suatu kejadian besar di muka bumi, baik kejadian buruk ataupun baik. Karena itu para jin itu berkata,
Tafsir Al-Wajiz
8. Sesungguhnya kami para jin, telah mencoba mendekati langit untuk mendengar dan menyimak rahasia langit. Namun kami mendapati langit itu penuh dengan penjagaan yang kuat dan bintang-bintang sebagai panah yang membakar.. Malaikat menjaga langit dari para pencuri kabar
Tafsir Al-Muyassar
8. Kami (para jin) hendak naik ke langit untuk mencuri-curi dengar pembicaraan penghuninya, tetapi kami melihat langit penuh dengan para malaikat dalam jumlah besar yang menjaganya dan juga bola-bola api yang membakar yang dipakai melempar siapa yang mencoba mendekat.
Tafsir Al-Madinah
8-9. Dan ketika kami mendekati langit untuk mencuri pembicaraan sebagaimana yang kami lakukan dahulu, maka sekarang kami terhalang oleh para malaikat penjaga yang sangat kuat, kemudian mereka melemparkan kobaran api kepada siapa saja yang berusaha mendekati langit; tidak ada lagi yang dapat selamat dari kobaran api itu setelah pengutusan Nabi Muhammad, padahal sebelumnya kami naik ke langit untuk mencuri kabar dari sana, dan dari kami masih ada yang dapat selamat dari kobaran api dengan membawa kebar berita ke bumi, lalu kami menyampaikan kabar itu kepada sekutu kami dari golongan manusia dengan mencampur kabar tersebut dengan berbagai macam kebohongan.
Tafsir Al-Mukhtashar
8. Dan sesungguhnya kami telah mencari kabar langit lalu kami dapati langit itu penuh dengan penjaga-penjaga yang kuat dari golongan Malaikat yang menjaganya dari curi dengar yang kami lakukan, dan dipenuhi dengan panah api yang dilemparkan kepada siapa saja yang mendekatinya.
Tafsir Zubdatut
8. (dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit) Yakni kami dahulu mencari kabar berita dari langit sebagaimana yang kami lakukan. (maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan) Yakni penjagaan dari para malaikat agar tidak terjadi pencurian kabar berita dari langit. (yang kuat) Yakni ketat. (dan panah-panah api) Yakni dengan api yang berasal dari bintang-bintang, sebagaimana dijelaskan dalam tafsir firman Allah ( ) pada surat al-Mulk. Penjagaan ini ada setelah Allah mengutus Nabi Muhammad, Allah menjaga langit dengan bintang yang terbakar setelah pengutusan Nabi Muhammad.
Tafsir Ash-Shaghir
“Sesungguhnya kami telah mencoba menyentuh langit} mencari kabar langit {Lalu kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api} bintang-bintang yang membakar
Tafsir Hidayatul
Syuhub adalah jama’ syihaab yang artinya panah api atau meteor. Mereka dilimpari syuhub ketika hendak mencuri berita dari langit.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Jin ayat 8: Berkata para jin yang mendengar Al Qur’an : Sesungguhnya jin menginginkan sampainya berita dari langit dengan mendengar langsung ucapan penghuni langit, maka didapati setelah turunnya Al Qur’an (di langit) penuh penjaga yang ketat dalam bentuk panah dan malaikat yang menjaga langit yang membuat takut mereka (jin) lain yang mendengarnya.