Tafsir Ringkas Kemenag
7-9. Di hadapan Allah manusia akan terbagi menjadi dua kelompok: kelompok yang berbahagia dan kelompok yang sengsara. Maka adapun orang yang catatan amal-Nya diberikan dari sebelah kanannya'mereka adalah orang yang beriman dan berbuat baik, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. Amal mereka akan ditampilkan secara sekilas, dan kesalahan mereka tertutup oleh kebaikan. Dan dia akan kembali kepada keluarganya yang sama-sama beriman dengan riang gembira. Segala kecemasan yang mereka rasakan sebelum itu akan sirna. Mereka berbahagia bagaikan pahlawan yang memenangkan peperangan (lihat: surah al-h'qqah/69: 19'20)
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-15 Allah SWT berfirman: (Apabila langit terbelah (1)) yaitu pada hari kiamat (dan patuh kepada Tuhannya) yaitu tunduk dan patuh kepada Tuhannya yang memerintahkan kepadanya untuk terbelah. Demikian itu terjadi pada hari kiamat (dan sudah semestinya langit itu patuh) yaitu sudah seharusnya langit patuh kepada perintahNya, karena Dia Maha Agung yang tidak dapat dicegah dan tidak dapat dihalangi apa yang Dia kehendaki, bahkan Dia mengalahkan segala sesuatu, dan segala sesuatu tunduk kepadaNya. Kemudian Allah berfirman: (dan apabila bumi diratakan (3)) yaitu digelar, dihamparkan, dan diluaskan Firman Allah SWT (dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong (4)) yaitu mengeluarkan semua mayat yang ada di dalam perutnya sehingga bumi kosong dari mereka; pendapat itu dikatakan Mujahid, Sa'id, dan Qatadah. (dan patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh (5)) Sebagaimana yang telah dijelaskan. Firman Allah: (Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemuinya) yaitu sesungguhnya kamu telah berupaya dan beramal untuk menuju Tuhanmu dengan sebenar-benarnya, (maka kamu akan menemuiNya) kemudian sesungguhnya kamu akan menjumpai apa yang kamu kerjakan, berupa kebaikan atau keburukan. Di antara manusia ada yang mengembalikan dhamir itu kepada firmanNya (Rabbika) yaitu: maka kamu akan menjumpai Tuhanmu, lalu Dia akan membalas semua amal perbuatanmu dan memberimu imbalan atas usahamu. Berdasarkan hal ini kedua pendapat saling berkaitan. Qatadah berkata tentang firman Allah: (Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu) Sesungguhnya jerih payahmu, wahai anak Adam, benar-benar lemah. Maka barangsiapa yang menginginkan jerih payahnya dicurahkan untuk ketaatan kepada Allah, maka hendaknya dia melakukannya, dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Kemudian Allah SWT berfirman: (Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya (7) maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah (8)) yaitu mudah, tanpa kesulitan. yaitu, tidak dilakukan secara detail semua amal perbuatannya, karena sesungguhnya orang yang dihisab dengan demikian pasti akan binasa. Diriwayatkan dari Aisyah, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Barang siapa yang diperiksa dengan teliti dalam hisab, maka dia disiksa” Aisyah berkata,”Aku bertanya, "Bukankah Allah SWT telah berfirman: (maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah (8))” Maka Rasulullah SAW menjawab,”Hal itu bukanlah hisab itu, tetapi penghisaban itu adalah orang yang diteliti dalam pemeriksaannya di hari kiamat, maka dia pasti disiksa” Firman Allah SWT: (dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira (9)) yaitu dia kembali kepada keluarganya di surga. Pendapat itu dikatakan Qatadah, bahwa (masruran) adalah gembira dan senang karena apa yang diberikan Allah SWT Firman Allah SWT (Adapun orang yang diberikan kitabnya dari arah belakangnya (10)) yaitu dengan tangan kirinya dari arah belakang, dengan menjulurkan tangan kirinya ke arah belakang, lalu menerima kitabnya (maka dia akan berteriak, "Celakalah aku" (11)) yaitu, merugi dan binasa (Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka) (12) Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir) (13)) yaitu bergembira, tidak memikirkan akibat dari amal perbuatannya, dan tidak takut kepada apa yang menunggunya di depan. Maka Allah menghukum kegembiraan yang sebentar itu dengan kesedihan yang panjang. (Sesungguhnya dia yakin bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya) (14)) yaitu, dia meyakini bahwa tidak akan kembali kepada Allah dan Allah tidak akan menghidupkannya kembali setelah mati. Pendapat ini dikatakan Ibnu Abbas, Qatadah, dan selain keduanya. Kata “Al-hur” adalah kembali. Maka Allah berfirman: ((Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya (15)) yaitu tidak demikian, sebenarnya Allah akan mengembalikannya menjadi hidup sebagaimana Dia memulai penciptaannya dan Allah akan membalasnya sesuai amal perbuatannya yang baik dan buruknya, karena sesungguhnya Dia Maha Melihatnya, yaitu Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal
Tafsir As-Sa'di
Ayat 7-9 Karena itu Allah menjelaskan rincian penjelasan, “Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,” dan mereka ini adalah orang-orang yang berbahagia, “maka ia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,” yakni sekedar diperlihatkan secara sepintas kepada Allah, lalu Allah menetapkan dosa-dosa hambaNya, hingga ketika sang hamba mengira akan binasa, Allah berfirman, “Aku menutupinya untukmu di dunia dan Aku menutupinya pada hari ini bagimu.” “Dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman),” di dalam surga “dan bergembira,” karena ia selamat dari azab dan mendapatkan pahala.
Tafsir Al-Wajiz
7-8. Maka barang siapa buku catatan amalnya diberikan dari arah kanannya, dia adalah orang yang beriman. Yang akan dihisab dengan hisab yang mudah dan ringan tanpa ada perdebatan.
Tafsir Al-Muyassar
7-9. Barangsiapa diberi catatan buku amalnya dengan tangan kanannya,sementara dia adalah orang yang beriman kepada Allah, Maka dia akan dihisab dengan mudah dan ringan, Dan dia akan kembali kepada keluarganya di surga dengan bahagia.
Tafsir Al-Mukhtashar
8. Niscaya Allah akan memeriksanya dengan pemeriksaan yang mudah, amalnya dipaparkan kepada-Nya tanpa sanksi hukuman.
Tafsir Zubdatut
8. (maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah) Yakni kesalahan-kesalahan mereka akan ditunjukkan kepada mereka, kemudian Allah akan mengampuninya tanpa menanyainya. Dalam shahih Imam Bukhari dan Muslim disebutkan dari Aisyah, ia berkata: Nabi bersabda: “Barangsiapa yang ditanyai pada saat hisab niscaya ia akan diazab.” Lalu aku bertanya: “Bukankah Allah berfirman: ”. Beliau menjawab: “Itu bukanlah hisab, namun itu adalah pemaparan. Namun barangsiapa yang dihisab di hari kiamat niscaya ia akan diazab.”
Tafsir Ash-Shaghir
Maka dia akan dihisab dengan hisab yang mudah} mudah
Tafsir Hidayatul
Yaitu dengan disodorkan amalnya kepadanya lalu dimaafkan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: « : : . : . "Sesungguhnya Allah akan mendekatkan orang mukmin, lalu Dia meletakkan tirai-Nya dan menutupinya (dari keramaian), Dia berfirman, "Kamu kenal dosa ini? Kamu kenal dosa ini?” Ia menjawab, "Ya, wahai Tuhanku." Sehingga apabila ia telah mengakui dosa-dosanya dan merasakan bahwa dirinya akan binasa, Allah berfirman, "Aku telah menutupi dosamu di dunia dan Aku akan mengampuninya pada hari ini." Maka ia diberikan catatan amal kebaikannya. Sedangkan orang-orang kafir dan munafik, maka para saksi berkata (di hadapan seluruh manusia), "Merekalah orang-orang yang mendustakan Tuhan mereka. Ingatlah! Sesungguhnya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim." (HR. Bukhari dan Muslim) Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa Beliau bersabda: “Barang siapa yang dihisab, maka ia akan diazab.” Aisyah berkata, “Aku bertanya, “Bukankah Allah Ta’ala berfirman, “Maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah?” Maka Beliau menjawab, “Itu (pemeriksaan yang mudah) adalah disodorkan amal (lalu dimaafkan), akan tetapi barang siapa yang diperiksa secara mendalam hisabnya, maka ia akan binasa.”
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Insyiqaq ayat 8: 7-9. Kemudian Allah menjelasakan bahwasanya barang siapa yang diberikan kitab (catatan amalannya) dari sebelah kanan, mereka adalah orang-orang beriman; Ia akan dihisab dengan semudah-mudahnya hisab (karena/jika disebabkan berbenturan antara amalan ketaatan dan kemaksiatan). Kemudian ia dipindahkan (setelah hisab yang mudah) menuju ke kaumnya di surga.