Surah Al-A'la : Ayat 8
وَنُيَسِّرُكَ لِلْيُسْرَىٰ

"dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan kami akan menuntunmu dan memudahkan bagimu ke jalan kemudahan. Kami mudahkan langkahmu menuju kemudahan, seperti menjalankan syariat islam, mengemban risalah, serta mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. 9. Oleh sebab itu, berikanlah kaummu peringatan dengan Al-Qur'an yang kami wahyukan dan mudahkan kepadamu, karena peringatan itu bermanfaat. Tugas nabi semata memberi peringatan, sedangkan hasilnya tergantung pada kemauan masing-masing individu yang mendengar peringatan itu untuk mengikuti atau menolak.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-13 Diriwayatkan dari As-Suddi dari Abdu Khair, dia berkata bahwa aku pernah mendengar Ali membaca firmanNya: (Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi (1)) Lalu dia mengucapkan, "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi" Firman Allah SWT: (yang menciptakan dan menyempurnakan (ciptaan-Nya) (2)) yaitu Dia menciptakan makhluk dan menyempurnakan setiap makhlukNya dalam bentuk yang paling baik. Firman Allah SWT: (dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk (3)) Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah memberi petunjuk kepada manusia untuk celaka dan untuk bahagia, dan memberi petunjuk kepada hewan ternak untuk ke tempat penggembalaannya. Ayat ini sebagaimana firman Allah SWT yang memberitahukan tentang nabi Musa yang berkata kepada Fir'aun: (Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk) (Surah Thaha: 50) Allah SWT telah menentukan kadar dan memberi mereka petunjuk bagi makhluknya kepada takdirnya. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Muslim dari Abdullah bin Amr, bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Sesungguhnya Allah telah menentukan kadar-kadar bagi semua makhlukNya sebelum Dia menciptakan langit dan bumi dalam waktu lima puluh ribu tahun, dan 'ArsyNya masih berada di atas air” Firman Allah SWT: (dan yang menumbuhkan rumput-rumputan (4)) yaitu semua jenis tumbuhan dan tanaman (lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman (5)) Ibnu Abbas berkata bahwa maknannya adalah kering dan berubah. Diriwayatkan hal yang serupa dari Mujahid, Qatadah, dan Ibnu Zaid. Firman Allah SWT: (Kami akan membacakan (Al-Qur'an) kepadamu) wahai Muhammad (maka kamu tidak akan lupa) Hal ini merupakan pemberitahuan dari Allah SWT dan janjiNya kepada nabi Muhammad SAW bahwa Dia akan membacakannya kepadanya dengan bacaan yang selamanya dia tidak akan melupakannya (kecuali kalau Allah menghendaki) Pendapat inilah yang dipilih Ibnu Jarir. Qatadah berkata bahwa Rasulullah SAW tidak pernah melupakan sesuatu kecuali apa yang dikehendaki Allah. DIkatakan bahwa yang dimaksud dengan firmanNya: (maka kamu tidak akan lupa) Ini mengandung makna thalab; dan mereka menjadikan makna istisna’ berdasarkan hal ini adalah apa yang dijadikan untuk menasakh. yaitu, kamu tidak akan melupakan apa yang telah Kami bacakan kepadamu kecuali apa yang dikehendaki Allah untuk dilupakan, maka janganlah membiarkannya. Firman Allah SWT: (Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi) Allah mengetahui apa yang dilakukan para hamba secara terang-terangan dan apa yang mereka sembunyikan dari ucapan dan perbuatan mereka. Tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dariNya. Firman Allah SWT: (Dan Kami akan memberi kamu taufik kepada jalan yang mudah (8)) yaitu, Kami akan memudahkan kamu untuk mengerjakan perbuatan dan ucapan yang baik, dan Kami akan mensyariatkan kepadamu syariat yang mudah, penuh toleransi, lurus, adil, dan tidak ada kebengkokan padanya serta tidak ada beban dan kesulitan. Firman Allah SWT: (oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat (9)) yaitu peringatkanlah ketika peringatan itu bermanfaat. Maka dari sini disimpulkan etika dalam menyebarkan ilmu, yaitu tidak diberikan bukan kepada ahlinya, sebagaimana yang dikatakan oleh Amirul Mu’minin Ali,"Tidak sekali-kali kamu menceritakan suatu hadits kepada suatu kaum yang akal mereka masih belum bisa mencernanya, melainkan hal itu akan menjadi fitnah bagi sebagian dari mereka" Ali juga berkata,"Berbicaralah kepada manusia sesuai dengan apa yang mereka ketahui, maukah kalian jika Allah dan RasulNya didustakan" Firman Allah SWT: (orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran (10)) yaitu yang mau mengambil pelajaran dari apa yang kamu sampaikan, wahai Muhammad, adalah orang yang hatinya takut kepada Allah dan meyakini bahwa dia pasti akan menghadap kepadaNya (orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya (11) (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka) (12) Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup (13)) yaitu tidak mati sehingga dia terhenti dari siksaannya, dan tidak pula hidup dengan kehidupan yang memberinya manfaat. Bahkan kehidupannya itu merupakan mudharat baginya, karena dengan itu dia selalu merasakan apa yang menimpanya berupa azab yang pedih dan beragam hukuman. Sungguh Allah SWT memberitahukan tentang penghuni neraka: (Mereka berseru, "Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja." Dia menjawab, "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)” (77)) Surah Az-Zukhruf) dan Allah SWT berfirman: (Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya) (Surah Fathir: 36) dan ayat-ayat lain yang semakna dengan ini
Tafsir As-Sa'di
Ayat 8 “Dan kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah,” ini juga berita gembira lainnya. Allah  mempermudah RasululNya dalam berbagai urusan dan Allah  mempermudah syariat dan AgamaNya.
Tafsir Al-Wajiz
8. Kami memudahkan kalian dalam menjalankan perintah agama dan memudahkan urusan dunia
Tafsir Al-Muyassar
Kami memudahkanmu kepada yang mudah dalam segala urusan mu, termasuk dalam hal ini adalah pemudahan tugas-tugas risalah, dan menjadikan agamamu mudah, tidak ada kesulitan padanya.
Tafsir Al-Madinah
8. Setelah Allah menegaskan penjagaan-Nya bagi al-Qur’an, maka Allah menyiapkan Rasulullah untuk menegakkan syariat dan memudahkannya bagi orang yang beriman kepadanya, dan memudahkan untuk mendapatkan kebaikannya di dunia dan di akhirat. Allah memberi taufik kepada Rasulullah berupa syariat yang lurus dan mudah dilaksanakan; sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa Rasulullah tidaklah menghadapi dua pilihan melainkan akan memilih yang paling mudah di antara keduanya. (Diriwayatkan oleh al-Hakim dan dishahihkan dan disepakati oleh adz-Dzahabi, dalam kitab al-Mustadrak, bab Tarikh-tarikh, no. 4220, 2/670).
Tafsir Al-Mukhtashar
8. Dan Kami mudahkan bagimu untuk melakukan perbuatan yang diridai Allah, yang memasukkanmu ke dalam Surga.
Tafsir Zubdatut
8. (dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah) Yakni Kami akan memudahkanmu untuk melaksanakan amalan yang mengarahkan ke surga.
Tafsir Ash-Shaghir
Kami akan melapangkan bagimu jalan kemudahan} Kami memudahkan untukmu amal penghuni surga
Tafsir Hidayatul
Yaitu syariat Islam yang merupakan syariat yang paling mudah bagi manusia dan membawa mereka kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat. Syaikh As Sa’diy berkata, “Ini juga merupakan kabar gembira yang besar, bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala akan memudahkan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam kepada kemudahan dalam semua urusannya, dan Dia menjadikan syariat dan agama-Nya mudah.”
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-A’la ayat 8: Kemudian Allah kabarkan kepada Nabi-Nya (Muhammad ﷺ) bahwa Ia (Allah) akan mengokohkannya di atas (petunjuk) syariat yang diridhai, dan Allah jadikan ia sebagai penjaga wahyu yang ia bawa. Dan Allah juga akan mudahkan untuknya dalam mengajarkan (Al-Qur’an) dan menyampaikannya.