Tafsir Ringkas Kemenag
Tuhan yang akan menghidupkan kembali tulang belulang yang telah lapuk tersebut yaitu Allah yang menjadikan api untukmu dari kayu yang semula berupa pohon yang basah dan hijau. Begitu kayu itu ke-ring, maka seketika itu kamu nyalakan api dari kayu itu dan dapat meng-ambil manfaat dari api itu. '81. Demikianlah bukti-bukti kuasa Allah. Dan bukankah Allah yang mampu menciptakan langit dan bumi, mampu pula menciptakan kembali yang serupa itu, yaitu jasad mereka yang sudah hancur' benar. Allah kuasa menciptakannya dan dia maha pencipta segala sesuatu lagi maha mengetahui ciptaan-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 77-80 Mujahid, Ikrimah, Urwah bin Az-Zubair, As-Suddi, dan Qatadah berkata bahwa Ubay bin Khalaf semoga dilaknat oleh Allah datang kepada Rasulullah SAW dengan membawa sebuah tulang yang rapuh, lalu dia meremasnya hingga hancur dan menebarkannya ke udara seraya berkata, "Wahai Muhammad, apakah kamu mengira bahwa Allah akan menghidupkan kembali tulang ini?" Rasulullah SAW menjawab: “Benar, Allah akan mematikanmu, kemudian membangkitkanmu hidup kembali, lalu menggiringmu ke neraka” Lalu turunlah ayat-ayat ini sampai akhir surah Yasin: (Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani)), hingga akhir surah Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa sesungguhnya Al-Ash bin Wa'il memungut sepotong tulang dari sungai yang lebar, lalu menghancurkannya dengan tangannya, kemudian dia berkata kepada Rasulullah SAW, "Apakah Allah akan menghidupkan kembali hewan ini sesudah apa yang aku lihat sekarang?" Rasulullah SAW menjawab: “Benar, Allah akan mematikanmu, lalu menghidupkanmu, kemudian memasukkanmu ke dalam neraka Jahanam” Ibnu Abbas berkata bahwa setelah itu turunlah ayat-ayat yang terakhir surah Yasin. Akan tetapi, bahwa sama saja apakah ayat-ayat ini diturunkan tentang dengan Ubay bin Khalaf, atau Al-Ash bin Wa'il, atau tentang keduanya, ayat ini mengandung makna umum mencakup semua orang yang mengingkari hari kebangkitan. Huruf alif dan lam yang ada di dalam firmanNya: (Dan apakah manusia tidak memperhatikan) untuk menunjukkan jenis yang mencakup semua orang yang mengingkari hari kebangkitan (bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata) yaitu apakah orang yang mengingkari hari kebangkitan tidak menyimpulkan dari permulaan penciptaan dirinya yang menunjukkan kepada kembalinya dia? Karena sesungguhnya Allah memulai penciptaan manusia dari sari pati air yang hina. Dia menciptakannya dari sesuatu yang hina, lemah, dan kecil, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina? (20) Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (Rahim) (21) Sampai waktu yang ditentukan (22)) (Surah Al Mursalat) dan (Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur) (Surah Al-Insan: 2) yaitu dari air mani yang bercampur, dan Dzat yang menciptakan manusia dari air mani yang lemah ini pasti mampu menghidupkannya kembali setelah mati. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?" (78)) yaitu dia menganggap mustahil bahwa Allah yang mempunyai kekuasaan yang agung yang telah menciptakan langit dan bumi ini dapat mengembalikan jasad dan tulang-belulang yang telah hancur. Dia melupakan dirinya, bahwa Allah telah menciptakannya dari ketiadaan menjadi ada, padahal kalau dia merenungkan kejadian dirinya, tentulah dia dapat mengetahui apa yang lebih agung daripada yang dia anggap mustahil, dia ingkari, dan dia tentang. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk (79)) yaitu mengetahui tulang-belulang yang berserakan di penjuru bumi, kemana perginya dan ke mana tercerai-berai. Firman Allah SWT: (yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu (80)) yaitu Dzat yang menciptakan pohon ini dari air shingga menjadi pohon yang hijau dan segar yang berbuah dan dapat dipanen buahnya, kemudian Dia mengembalikannya hingga menjadi kayu yang kering dan dapat dijadikan sebagai kayu bakar. Demikianlah Dia Maha berbuat sesuai dengan yang Dia kehendaki, dan Maha Kuasa terhadap apa yang Dia inginkan, tidak ada sesuatupun yang dapat mencegahNya. Qatadah berkata tentang firmanNya: (yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu (80)) dia berkata bahwa Dzat yang mengeluarkan api dari pohon itu mampu mengembalikannya hidup kembali.
Tafsir As-Sa'di
80. kemudian Allah mengemukakan dalil ketiga, seraya berfirman, ”yaitu Rabb yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan api dari kayu itu,” apabila Dia mampu mengeluarkan api yang kering dari pohon yang hijau yang masih sangat basah, padahal sangat berlawanan dan sangat kontras, maka mengeluarkan kembali orang-orang yang mati dari kuburnya juga seperti itu.
Tafsir Al-Wajiz
80. Dan di antara dalil-dalil kekuasaan Allah SWT yaitu bahwa Dia menyalakan api dari pohon yang hijau yaitu gosokan dan kayu bakar dimana Dia membuat perumpamaan dari keduanya dengan dua tongkat yang saling digesekkan satu sama lain sehingga muncullah api dari keduanya. Dan keduanya itu berwarna hijau. Sehingga kalian bisa menyalakan api dari pepohonan yang hijau itu.
Tafsir Al-Muyassar
Dialah yang mengeluarkan bagi kalian api yang membakar dari pohon basah lagi hijau, kalian menyalakan api dari pohon, dia kuasa mengeluarkan sesuatu dari lawannya. ”hal ini mengandung dalil atas keesaan Allah dan kesempurnaan kuasaNya, dan diantaranya adalah menghidupkan kembali orang-orang yang mati dari kubur mereka.
Tafsir Al-Madinah
80. Allah yang telah mengeluarkan api membara yang kalian lihat dari pohon yang hijau, Maha Kuasa untuk membangkitkan orang mati.
Tafsir Al-Mukhtashar
80. Allah yang menjadikan bagi kalian -wahai manusia api- yang kalian nyalakan dari kayu yang hijau lagi lembab, dan selanjutnya kalian bisa menyalakan apinya. Siapa yang mampu menyatukan dua hal yang bertentangan, kayu hijau yang basah dengan api yang menyala padanya, pasti mampu pula untuk menghidupkan orang-orang yang telah mati.
Tafsir Zubdatut
80. (yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau) Allah mengingatkan akan keesaan-Nya dan menunjukkan kekuasaan-Nya dalam menghidupkan orang mati dengan apa yang mereka saksikan berupa api yang Allah nyalakan dari ranting yang basah, yaitu pohon al-Markh dan pohon Afar apabila diambil rantingnya kemudian saling dipukulkan akan mengeluarkkan percikan api, meski keduanya dalam keadaan basah. Atau maknanya adalah Allah memudahkan kalian untuk memanfaatkan kayu bakar yang kalian pakai untuk memasak dan menghangatkan diri, padahal kayu itu dulunya basah. (maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu”) Yakni kalian dapat memercikkan api darinya dan menyalakannya padahal sebelumnya kayu itu basah.
Tafsir Ash-Shaghir
Dzat yang menjadikan api untuk kalian dari kayu yang hijau. Kemudian seketika itu kalian menyalakan (api) darinya”} menyalakan api
Tafsir Hidayatul
Jika Allah mengeluarkan api yang kering dari tumbuhan hijau yang keadaannya basah, padahal keadaannya berlawanan, maka mengeluarkan orang-orang yang mati dari kuburnya juga sama seperti itu. Ini juga sama menunjukkan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala berkuasa membangkitkan. Pada ayat selanjutnya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan dalil keempat.
Tafsir An-Nafahat
Surat Yasin ayat 80: Pohon kurma yang hijau ini Allah keluarkan darinya api bagi kalian, yang dapat kalian manfaatkan. Allah yang mengeluarkan api yang menyala pada pohon ini, maka Allah pulalah yang menghidupkan kalian dari kubur-kubur kalian, dan Allah kembalikan kalian untuk kali yang lain.