Surah Asy-Syu'ara : Ayat 81
وَٱلَّذِى يُمِيتُنِى ثُمَّ يُحْيِينِ
"dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),"
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan yang akan mematikan aku kemudian akan menghidupkan aku kembali, pada hari akhirat nanti. Inilah tuhan yang patut kamu sembah, karena kekuasaan-Nya yang mutlak. 82. Dan yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat, ' hari di mana aku harus mempertanggungkanjawabkan atas semua amalku.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 78-82 Yaitu, aku tidak menyembah kecuali Tuhan menjadikan segala sesuatu ini ((yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjukkan aku (78)) yaitu Dialah Dzat yang Menciptakan, yang telah menentukan ukuran dan memberi petunjuk semua makhluk kepadaNya. Maka setiap makhluk diciptakan berjalan menurut apa yang telah ditakdirkan baginya; Dialah Dzat yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki, dan menyesatkan kepada siapa yang Dia kehendaki (dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku (79)) yaitu Dialah Penciptaku dan Pemberi rezekiku dengan apa yang telah ditundukkan dan dimudahkan olehNya dari yang ada di langit dan bumi. Dia menggiring awan dan menurunkan hujan, lalu menghidupkan bumi dan mengeluarkan darinya semua buah-buahan sebagai rezeki buat hamba-hambaNya. Dia juga menurunkan air tawar yang mudah diminum untuk minum semua makhlukNya, yaitu berbagai macam hewan ternak dan manusia yang jumlahnya banyak. Firman Allah SWT: (dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku (80)) disandarkan kepada dirinya, dan itu berasal dari takdir dan ketetapan Allah, juga sebagai ciptaanNya, tetapi disandarkan kepada dirinya sebagai etika. Sebagaimana Allah SWT berfirman seraya memerintahkan kepada orang shalat agar mengucapkan: (Tunjukkanlah kami jalan yang lurus (6) (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat (7)) (Surah Al-Fatihah) nikmat dan petunjuk disandarkan kepada Allah, dan murka fa'ilnya dibuang karena etika, dan kesesatan disandarkan kepada hamba-hambaNya, sebagaimana yang dikatakan jin: (Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan ini) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka (10)) (Surah Al-Jin) Demikian juga yang dikatakan nabi Ibrahim (dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku (80)) yaitu, jika aku sakit, sesungguhnya tidak ada seorang pun yang mampu menyembuhkanku selain Dia dengan berbagai macam cara untuk memberikan kesembuhan. (dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali) (81)) yaitu, Dialah Dzat yang menghidupkan dan yang mematikan; tidak ada seorangpun yang mampu melakukan hal itu, karena sesungguhnya Dialah Dzat yang memulai penciptaan dan yang mengulanginya (dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat (82)) yaitu tidak ada seorangpun yang mampu mengampuni dosa-dosa di dunia dan akhirat kecuali hanya Dia. Tidak ada seorang pun yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Allah, Dia Maha Berbuat sesuai dengan apa yang Dia kehendaki.
Tafsir As-Sa'di
75-82 lalu Ibrahim berkata kepada mereka, ”kalian dan nenek moyang kalian semuanya adalah penentang dalam perkara
Tafsir Al-Wajiz
81. Dan sifat kelima adalah mematikan dan menghidupkan. Allah adalah Dzat yang mematikanku di akhir ajalku kemudian menghidupkanku di akhirat.
Tafsir Al-Muyassar
75-82. Ibrahim berkata, “Apakah kalian sudah melihat dengan penuh perhatian apa yang kalian sembah berupa berhala-berhala yang tidak mendengar, tidak memberi manfaat dan tidak dapat mendatangkan mudarat terhadap kalian dan nenek moyang kalian terdahulu sebelum kalian? Sesungguhnya apa yang kalian sembah selain Allah itu adalah musuh-musuhku, dan Tuhan alam semesta dan Pemilik urusan mereka, itulah semata yang aku sembah. Dia-lah Yang menciptakanku dalam bentuk terbaik, lalu Dia menunjukkan kepadaku jalan menuju kemaslahatan dunia dan akhirat. Dan Dia-lah Yang melimpahkan kepadaku kenikmatan makanan dan minuman. Dan apabila suatu penyakit menimpaku, maka Dia-lah yang menyembuhkanku dan menyehatkanku darinya. Dan Dia-lah Yang mematikanku di dunia dengan mencabut ruhku, kemudian Dia akan menghidupkanku pada Hari Kiamat. Tidak ada yang kuasa untuk melakukan semua itu selain Dia. Dan Dia-lah satu-satunya yang aku amat berharap akan mengampuni dosa-dosaku pada Hari Pembalasan.”
Tafsir Al-Mukhtashar
81. Dan hanya Dia yang akan mematikanku bila ajalku telah tiba, dan kemudian Dia akan menghidupkanku kembali setelah aku mati.
Tafsir Ash-Shaghir
Dzat yang akan mematikanku, kemudian menghidupkanku (81)
Tafsir An-Nafahat
Surat Asy-Syu’ara ayat 81: Berkata Ibrahim : Begitu juga, hanya Dialah saja yang aku imani sampai maut menjemputku, Dialah yang membangkitkanku kelak, yang menghidupkanku kedua kalianya untuk dibalas dan dihisab.