Surah Yusuf : Ayat 82
وَسْـَٔلِ ٱلْقَرْيَةَ ٱلَّتِى كُنَّا فِيهَا وَٱلْعِيرَ ٱلَّتِىٓ أَقْبَلْنَا فِيهَا ۖ وَإِنَّا لَصَٰدِقُونَ
"Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada disitu, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan bila engkau memerlukan saksi, tanyalah penduduk negeri tempat kami berada ketika peristiwa itu terjadi, dan tanyalah pula kafilah yang datang bersama kami; mereka pun melihat peristiwa itu. Dan apa pun tanggapan ayah terkait peristiwa ini, dapat kami pastikan bahwa kami adalah orang yang benar. Anak-anak nabi yakub, selain bunyamin dan saudara tertua mereka, bertolak menuju kanaan. Setiba di kanaan mereka menceritakan kepada nabi yakub peristiwa yang mereka alami dan tuduhan yang ditujukan kepada bunyamin. Dia (nabi yakub) berkata, sebenarnya dalam hati kecilku hanya dirimu sendiri yang memandang baik atau memandang ringan urusan yang buruk itu; bahwa kalian tidak menepati janji untuk menjaga bunyamin. Maka kesabaranku adalah kesabaran yang baik. Aku bermohon kepada Allah mudah-Mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya, baik bunyamin, saudara tertuamu, maupun yusuf kepadaku. Sungguh, dialah tuhan yang maha mengetahui, mahabijaksana.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 80-82 Allah SWT memberitahukan bahwa setelah para saudara nabi Yusuf berputus asa dalam menyelamatkan saudara mereka Benyamin yang mana mereka telah berjanji kepada ayah mereka untuk membawanya pulang kepadanya, dan berjanji untuk itu. Lalu hal itu ditolak: (mereka menyendiri) yaitu, mereka memisahkan diri dari orang-orang (sambil berunding dengan berbisik-bisik) yaitu mereka berbisik-bisik di antara mereka (Berkatalah yang tertua di antara mereka) Dia adalah Rubail. Dikatakan bahwa dia adalah Yahudza. Dia adalah yang mengisyaratkan kepada mereka untuk melemparkan nabi Yusuf ke dalam sumur ketika mereka berniat untuk membunuhnya. dia berkata kepada mereka: (Tidakkah kalian ketahui bahwa sesungguhnya ayah kalian telah mengambil janji dari kalian dengan nama Allah) kalian benar-benar akan membawanya pulang kepadanya. Dan sekarang kalian melihat bagaimana kalian telah berusaha atas hal itu, padahal sebelumnya kalian telah menghilangkan Yusuf darinya (Sebab itu, aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir) yaitu, aku tidak akan meninggalkan negeri ini (sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali)) yaitu kembali kepadanya dalam keadaan ridha kepadaku (atau Allah memberi keputusan terhadapku) Dikatakan bahwa dengan pedang. Dikatakan juga bahwa, Aku bisa mengambil saudaraku (Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya) Kemudian dia memerintahkan mereka untuk memberitahukan apa yang terjadi kepada ayah mereka, sehingga mereka mempunyai alasan di hadapannya, dan mereka membela diri dan membersihkan diri mereka dari apa yang terjadi melalui ucapan mereka. Firman Allah (dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) hal yang gaib) Qatadah dan Ikrimah berkata, yaitu “Kami tidak mengetahui bahwa anakmu mencuri” Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata bahwa “Kami tidak mengetahui di belakang kami bahwa dia mencuri sesuatu. Sesungguhnya kami hanya menanyakan apakah balasan bagi pencuri itu' (Dan tanyakanlah (penduduk) negeri yang kami berada di situ) Dikatakan bahwa maksudnya adalah Mesir. Pendapat ini dikatakan oleh Qatadah. Dikatakan juga bahwa itu adalah negeri lainnya (dan kafilah yang kami datang bersamanya) yaitu kafilah yang bersama kami, tentang kebenaran, kepercayaan, penjagaan, dan pemeliharaan kami (dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar) yaitu dalam apa yang kami beritahukan kepadamu bahwa dia telah mencuri dan mereka menangkapnya karena tindakan itu
Tafsir As-Sa'di
82. “Dan tanyalah”, jika engkau meragukan ucapan kami “(penduduk) negeri yang kami berada di situ, dan kafilah yang kami datang bersamanya”, mereka mengetahui apa yang kami beritahukan kepadamu “dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar”, kami tidak berbohong, tidak merubah dan tidak memutarbalikkan fakta. Itulah realita yang terjadi.
Tafsir Al-Wajiz
82. Tanyakanlah kepada penduduk negeri itu (negeri Mesir, dan orang-orang yang membawa unta (kereta) yang kembali bersama kami menuju negeri kami Kan’an. Sesungguhnya kami jujur dalam menyampaikan kabar tentang Benyamin.
Tafsir Al-Muyassar
Dan ketika mereka kembali dan mengabarkan kepada ayah mereka tentang apa yang telah terjadi, dan meminta ayah mereka agar mempercayai apa yang mereka kabarkan, seraya berkata, ”Dan tanyalah (wahai ayah kami), kepada penduduk mesir dan siapa saja yang bersama kami dalam rombongan khalifah yang kami berada bersama mereka, dan sesungguhnya kami jujur dalam berita yang kami kabarkan kepadamu.
Tafsir Al-Madinah
82. Dan tanyalah penduduk Mesir dan kafilah yang datang bersama kami peristiwa yang terjadi sebenarnya, sungguh kami jujur dalam hal ini’.”
Tafsir Al-Mukhtashar
82. Dan untuk membuktikan kebenaran kami silahkan engkau -wahai ayah kami- bertanya kepada penduduk Mesir yang ada di sana. Tanyakan pada rombongan yang datang bersama kami, niscaya mereka akan menyampaikan apa yang telah kami sampaikan. Kami benar-benar jujur tentang kasus pencurian yang kami sampaikan kepada engkau'."
Tafsir Zubdatut
82. (Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada disitu) Yakni tanyalah kepada penduduk negeri Mesir. ( dan kafilah yang kami datang bersamanya) Dan tanyalah kepada kafilah yang kembali bersama kami dari negeri Mesir. Terdapat pendapat mengatakan mereka adalah para tetangga Nabi Ya’qub. (dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar) Dalam perkataan kami.
Tafsir Ash-Shaghir
{Tanyalah (penduduk) negeri} penduduk Mesir {yang kami berada di sana dan kafilah} kafilah {yang kami datang bersamanya} yang kami datang bersamanya {Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar”
Tafsir Aisarut
Makna kata : ( ) wal ‘iirullatii aqbalnaa fiihaa : rombangan dagang lain yang bersama kami, yaitu orang-orang Kan’an. Makna ayat : ( ) Dan tanyalah penduduk kota itu (ibukota Mesir) ( ) dan rombongan dagang dari Kan’an yang mereka adalah tetanggamu ( ) dan kami telah jujur dalam mengkabarkan hal ini. Inilah arahan dari Raubil untuk saudara-saudaranya. Setelah mereka pulang dan menemui ayah mereka dan menceritakan apa yang Raubil katakan kepada mereka. Pelajaran dari ayat : • Bisa jadi seseorang yang tidak bersalah tertuduh karena kerancuan, atau tuduhan yang keluar tanpa pikir panjang.
Tafsir Hidayatul
Surat Yusuf ayat 82: Maksudnya, utuslah seseorang untuk bertanya kepada penduduk negeri tempat kami berada. Ada yang mengatakan, bahwa mereka adalah kaum Kan’an.