Surah Al-Baqarah : Ayat 82
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ
"Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya."
Tafsir Ringkas Kemenag
Sebenarnya tidak ada janji dari Allah, bukan juga karena mereka tidak tahu. Sumber masalahnya adalah sikap mereka yang memutarbalikkan ayat-ayat Allah. Bukan demikian, yang benar adalah barang siapa berbuat keburukan, yaitu mempersekutukan Allah, dan dosanya telah menenggelamkannya, yakni ia diliputi oleh dosanya sehingga seluruh kehidupannya tidak mengandung sedikit pun kebaikan akibat ketiadaan iman kepada Allah, maka mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. Sedangkan orang-orang yang beriman dengan benar sebagaimana diajarkan nabi-nabi mereka dan mengerjakan kebajikan sesuai tuntunan Allah dan rasul, maka mereka itu penghuni surga. Mereka juga kekal di dalam nya. Ingatlah dan renungkanlah keadaan mereka ketika kami, melalui rasul kami, mengambil janji dari bani israil yaitu bahwa, janganlah kamu menyembah sesuatu pun dan dalam bentuk apa pun selain Allah yang maha esa, dan berbuat baiklah dalam kehidupan dunia ini kepada kedua orang tua dengan kebaikan yang sempurna, walaupun mereka kafir; demikian juga kepada kerabat, yaitu mereka yang mempunyai hubungan dengan kedua orang tua, serta kepada anak-anak yatim yakni mereka yang belum balig sedang ayahnya telah wafat, dan juga kepada orang-orang miskin, yaitu mereka yang membutuhkan uluran tangan. Dan bertuturkatalah yang baik kepa da manusia seluruhnya tanpa kecuali. Setelah memerintahkan hal-hal yang dapat memperkuat hubungan kekeluargaan dan hubungan sosial lainnya, Allah menyusulinya dengan sesuatu yang terpenting dalam hubungan dengan Allah, laksanakanlah salat sebaik mungkin dan secara istikamah, dan tunaikanlah zakat dengan sempurna. Itulah perjanjian yang kamu mereka sepakati dengan Allah, wahai bani israil, tetapi kemudian kamu berpaling dengan meng ingkari janji itu, kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu masih menjadi pembangkang. Betapa objektif Al-Qur'an dalam menilai manusia; salah satu buktinya tampak pada ayat ini. Di sini dinyatakan bahwa tidak semua individu bani israil mengingkari perjanjian, seperti diisyaratkan dengan kalimat kecuali sebagian kecil dari kamu. Ini menunjukkan bahwa dalam setiap periode kehidupan bani israil atau bangsa-bangsa lain selalu saja ada sekelom pok kecil yang tetap berjalan lurus dengan mengikuti suara hati nuraninya untuk selalu berbuat baik, seperti dapat kita baca pada surah a'li imr a'n/3: 113.
Tafsir Ibnu Katsir
Allah berfirman, “Perkara ini tidak sesuai dengan apa yang kalian angan-angankan dan inginkan. Tetapi sesungguhnya, siapa saja yang melakukan perbuatan jahat maka perbuatan itu akan meliputinya, dia akan datang pada hari kiamat dan tidak ada kebaikan baginya; bahkan semua amal perbuatannya adalah kejahatan; maka dia termasuk ahli neraka. (Dan orang-orang yang beriman) kepada Allah dan Rasulullah (serta beramal saleh) berupa perbuatan yang sesuai dengan syariat, maka mereka termasuk ahli surga. Ini serupa dengan firman Allah SWT: ((Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah (123) Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun (124)) (Surat An-Nisa). Dari Ibnu Abbas terkait firman Allah (yang benar: barangsiapa berbuat dosa) maknanya yaitu melakukan perbuatan sebagaimana perbuatanmu dan kafir sebagaimana yang kamu kafir, sehingga kekafirannya itu meliputi dirinya, dan dia tidak memiliki kebaikan sedikit pun. (Bihi) menurut Mujahid yaitu dalam hatinya. Dari Ar-Rabi' bin Khutsaim tentang firman Allah (dan ia telah diliputi oleh dosanya) berkata,”Orang yang mati dalam keadaan masih memiliki dosa-dosa sebelum dia semoat bertaubat. Dari As-Suddi dan Abu Razin juga berpendapat seperti itu. Abu Al-'Aliyah, Mujahid, Al-Hasan berkata (dalam riwayat dari keduanya) Qatadah, Ar-Rabi' bin Anas berkata tentang firman Allah: (dan ia telah diliputi oleh dosanya) maknanya yaitu dosa besar. Semua pendapat ini mendekati maknanya, dan hanya Allah yang lebih mengetahui Dari Ibnu Abbas tentang firman Allah (Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya) maknanya yaitu siapa saja yang beriman kepada apa yang kalian ingkari dan mengerjakan apa yang kalian tinggalkan berupa agamaNya, maka bagi mereka itu surga sebagai tempat kekal; Allah memberitahu mereka bahwa pahala baik dan buruk akan berlangsung selamanya bagi para pelakunya tanpa putus.
Tafsir As-Sa'di
82. “Dan orang-orang yang beriman” kepada Allah, para malaikat, kitab-kitabNya, Rosul-rosulNya, dan Hari Akhir, “serta beramal shalih, ” dan suatu amal itu tidak menjadi shalih kecuali dengan dua syarat : Amal tersebut ikhlas hanya untuk Allah dan mengikuti Sunnah Rosululloh-Nya. Kesimpulan dari kedua ayat ini adalah bahwa orang-orang yang selamat dan berhasil adalah orang-orang yang beriman dan beramal shalih, sedangkan orang-orang yang celaka (penghuni neraka) adalah orang-orang yang musyrik kepada Allah dan kafir terhadapNya.
Tafsir Al-Wajiz
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah serta beriman kepada risalah para utusan-Nya, beramal kebaikan sebagaimana yang Allah perintahkan, maka merekalah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya
Tafsir Al-Muyassar
Dan ketetapan Allah yang baku yang berlaku pada keadaan yang merupakan kebalikan dari keadaan sebelumnya adalah bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul rasul-Nya dengan keimanan sejati dan mereka mengerjakan amal-amal sholeh yang sejalan dengan syariat Allah yang Allah wahyukan kepada rasul-rasul-Nya. Mereka itu akan mendapatkan surga di akhirat secara permanen terus menerus dan tidak terputus.
Tafsir Al-Madinah
82. Adapun orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta beramal dengan keimanan mereka, maka mereka akan mendapat derajat yang tinggi di surga yang kekal di dalamnya.
Tafsir Al-Mukhtashar
82. Sedangkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan menjalankan amal saleh, ganjaran mereka di sisi Allah ialah masuk ke dalam surga dan menetap di dalamnya untuk selama-lamanya.
Tafsir Zubdatut
82. (Dan orang-orang yang beriman serta beramal shaleh) Yakni beriman kepada yang kalian (orang-orang Yahudi) ingkari dan mengerjakan apa yang kalian tinggalkan, mereka akan mendapatkan surga dan kekal didalamnya.
Tafsir Ash-Shaghir
Adapun orang-orang yang beriman dan beramal shalih, mereka itulah penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya
Tafsir Aisarut
Makna ayat : Ayat-ayat ini masih mengenai peringatan kepada orang-orang Yahudi mengenai berbagai peristiwa yang terjadi pada pendahulu mereka yang baik atau selainnya. Peringatan ini sebagai petunjuk kepada mereka, jika mereka mendapatkan petunjuk.
Tafsir Hidayatul
Kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab, nabi dan Rasul, hari akhir dan qadar Allah yang baik atau yang buruk. Amal tidak bisa dikatakan shaleh kecuali dengan dua syarat: pertama, diniatkan karena Allah; kedua, sesuai sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Kesimpulan dari ayat 81 dan 82 adalah bahwa orang yang beruntung mendapatkan surga dan selamat dari neraka adalah orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Sebaliknya, orang yang rugi dan masuk ke dalam neraka adalah orang-orang yang kafir dan musyrik kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Baqarah ayat 82: Kemudian Allah mengabarkan bahwasannya mereka yang beriman kepada Allah, malaikat – malaikat, kitab – kitab, rasul – rasul dan hari akhir serta beramal dengan amalan sholeh dengan ikhlas mengharap wajah Allah kemudian menjadi pengikut sunnah rasullullah, mak sungguh mereka adalah penghuni surga yang kekal di dalamnya selamanya atas karunia Allah dan rahmatNya.