Surah Yasin : Ayat 82
إِنَّمَآ أَمْرُهُۥٓ إِذَآ أَرَادَ شَيْـًٔا أَن يَقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

"Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia."

Tafsir Ringkas Kemenag
Sesungguhnya urusan-Nya menciptakan segala sesuatu sangatlah mudah bagi-Nya. Apabila dia menghendaki untuk menciptakan sesuatu, dia hanya berkata kepadanya, 'jadilah!' maka dengan serta-merta jadilah sesuatu yang dikehendaki-Nya itu. 83. Itulah Allah yang mahakuasa. Maka mahasuci Allah yang di tangan-Nya kekuasaan penuh atas segala sesuatu di alam ini. Dialah yang menciptakan, mengatur, serta memeliharanya, dan kepada-Nya juga kamu dikembalikan. Keyakinan akan kekuasaan Allah akan timbul dalam hati apabila manusia mau menggunakan akal sehatnya untuk memperhatikan alam semesta ini. [].
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 81-83 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan dan mengingatkan atas kekuasaanNya yang agung dalam menciptakan langit yang berlapis tujuh dengan semua bintang yang ada padanya, baik yang tetap maupun beredar, dan bumi yang berlapis tujuh dengan gunung, padang pasir, laut, hutan dan apa saja yang ada di antaranya. dan memberi petunjuk melalui hal tersebut yang menunjukkan atas kekuasaanNya, bahwa Dzat yang Menciptakan segala sesuatu yang agung itu mampu menghidupkan kembali jasad-jasad. Sebagaimana firman Allah SWT: (Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia) (Surah Ghafir: 57) dan di sini Allah SWT berfirman: (Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu?) yaitu serupa dengan manusia, maka Dia mengembalikan mereka menjadi sebagaimana Dia memulai penciptaan mereka. Pendapat ini dikatakan Ibnu Jarir. Ayat ini sebagaimana firman Allah SWT: (Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu (33)) (Surah Al-Ahqaf) dan di sini Allah SWT berfirman: (Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui (81) Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka terjadilah ia (82)) yaitu sesungguhnya Dia hanya memerintahkan kepada sesuatu dengan sekali perintah, tidak perlu diulangi atau ditegaskan Firman Allah SWT: (Maka Maha Suci (Allah) yang ditangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan (83)) yaitu menyucikan, dan membersihkan dari keburukan Dzat yang Maha Hidup, Dzat yang Maha terus menerus mengatur makhlukNya yang di tanganNyalah semua kekuasaan langit dan bumi, dan hanya kepadaNyalah semua utusan dikembalikan. MilikNyalah semua makhluk dan semua perkara, dan hanya kepadaNyalah semua hamba dikembalikan pada hari kebangkitan, lalu Dia membalas setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya. Dia Maha Adil, Pemberi Nikmat dan Pemberi Karunia. Makna firman Allah SWT: (Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu) sebagaimana firman: (Katakanlah, "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu ?”) (Surah Al-Mu’minun: 88) dan (Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan) (Surah Al-Mulk: 1) Kala “al-mulk” dan “al-malakut” itu sama, sebagaimana kata “rahmah” dan “rahamut”, “rahbah” dan “rahabut”, serta “jabar” dan “jabarut”. Di antara ulama ada yang menduga bahwa “al-mulk” adalah alam jasad, sedangkan “al-malakut” adalah alam ruh. Pendapat yang benar adalah yang pertama, pendapat itulah yang dipegang oleh mayoritas mufasir dan lainnya.
Tafsir As-Sa'di
82. maka dari itu Dia berfirman, ”sesungguhnya perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu,” adalah kata nakirah (indifinit) dalam konteks syarat, maka maknanya mencakup segala sesuatu. “hanyalah berkata kepadanya,’jadilah!’ maka terjadilah ia,” maksudnya: terjadi pada saat itu juga tanpa ada jeda waktu atau penghalang.
Tafsir Al-Wajiz
82. Sesungguhnya perintah Allah saat berkehendak menciptakan sesuatu itu hanya berkata kepadanya: Jadilah, maka terjadilah wujud ciptaan itu. Maknanya jika Dia menentukan sesuatu maka Dia akan memberlakukannya dengan sangat cepat.
Tafsir Al-Muyassar
sesungguhnya urusan Allah saat Dia menghendaki sesuatu adalah hanya dengan mengatakan, ”jadilah” maka iapun jadi, termasuk dalam hal ini mematikan, menghidupkan, membangkitkan dan mengumpulkan.
Tafsir Al-Madinah
82. Penciptaan dan pembangkitan merupakan perkara yang sangat mudah bagi Allah, jika Dia menghendaki sesuatu maka Dia akan berkata “Jadilah”, maka hal itupun terjadi.
Tafsir Al-Mukhtashar
82. Perintah Allah, bila Dia hendak mengadakan sesuatu, hanya dengan mengucapkan kepadanya, "Jadilah!" Maka ia pun jadi sebagaimana yang Allah kehendaki. Termasuk dalam hal ini adalah apa yang Allah kehendaki berupa menghidupkan, mematikan, membangkitkan dan sebagainya.
Tafsir Zubdatut
82. (Dia hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia) Yakni jika Allah hendak melakukan sesuatu maka Dia akan mengatakan ‘kun’, tiba-tiba sesuatu itu telah tercipta tanpa harus menunggu hal lain.
Tafsir Ash-Shaghir
Sesungguhnya ketetapanNya, jika Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya,“Jadilah!” Maka, jadilah sesuatu itu
Tafsir Hidayatul
Ayat ini termasuk dalil mudahnya bagi Allah Subhaanahu wa Ta'aala menciptakan kembali manusia yang telah mati.
Tafsir An-Nafahat
Surat Yasin ayat 82: Allah mengabarkan bahwa jika Dia menginginkan sesuatu maka Allah cukup ucapkan “Jadilah” maka jadi seketika tanpa halangan, maka dari sini terdapat bukti atas ke-Maha Kuasaan Allah yang tiada batasan.