Surah Maryam : Ayat 84
فَلَا تَعْجَلْ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّمَا نَعُدُّ لَهُمْ عَدًّا
"maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti."
Tafsir Ringkas Kemenag
Wahai nabi, apa yang terjadi merupakan ketetapan Allah, maka janganlah engkau gelisah dengan sikap mereka sehingga engkau tergesagesa meminta jatuhnya azab terhadap mereka, karena sesungguhnya kami membiarkan mereka dalam keadaan ini sampai waktu tertentu. Kami lakukan hal itu agar kami terus menghitung dosa-dosa dan penyimpangan mereka dengan hitungan teliti sampai datangnya hari siksaan diakhirat untuk mereka. 85. Balasan Allah pasti akan terjadi. Wahai manusia, ingatlah pada hari ketika kami bersama para malaikat mengumpulkan orang-orang yang bertakwa kepada Allah yang maha pengasih dan membawa mereka ke tempat yang dijanjikan sebagai balasan atas ketaatan mereka. Kemudian kami sambut mereka bagaikan kafilah yang terhormat.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 81-84 Allah SWT memberitahukan tentang orang-orang kafir yang menyekutukan Tuhan mereka, bahwa mereka menjadikan sembahan-sembahan selain Dia sebagai tuhan-tuhan mereka. (dengan bangga) yang mereka membanggakan dirinya dan meminta pertolongan kepadanya. Kemudian Allah memberitahukan bahwa perkaranya tidak seperti yang mereka duga, dan apa yang mereka harapkan itu tidak ada. Lalu Allah berfirman: (sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya) yaitu pada hari kiamat (dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka) yaitu berbeda dengan apa yang mereka sangka terhadap sembahan-sembahan mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka? (5) Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat), niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan mereka (6)) (Surah Al-Ahqaf) Abu Nuhaik membacanya: “Kullun sayakfuruuna bi’ibaadatihim” (Masing-masing dari sembahan mereka akan mengingkari penyembahan mereka) As-Suddi berkata tentang firmanNya: (Sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya) yaitu penyembahan berhala-berhala. Firman Allah: (dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka) berbeda dengan apa yang mereka harapkan dari sembahan-sembahan mereka. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka) dia berkata maknannya adalah menjadi teman-teman mereka. Mujahid berkata bahwa maknannya adalah menjadi lawan mereka yang mendebat dan mendustakan pemujaan-pemujaan mereka. Firman Allah: (Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk mengasung mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh? (83)) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa setan-setan itu menyesatkan mereka. Qatadah berkata yaitu membelokkan mereka mereka untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan durhaka terhadap Allah. Sufyan Ats-Tsauri berkata yaitu menggoda dan mengobarkan semangat mereka. Dan menurut As-Saddi, setan-setan itu menyesatkan mereka dengan sebenar-benarnya. Abdurrahman bin Zaid berkata bahwa ini sebagaimana firman Allah SWT: (Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan); maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya (36)) (Surah Az-Zukhruf) Firman Allah: (maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti (84)) yaitu, janganlah kamu terburu-buru, wahai Muhammad, meminta azab segera ditimpakan kepada mereka (karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti) yaitu sesungguhnya Kami menangguhkan mereka sampai waktu yang ditentukan dan dipastikan, dan mereka pasti mendapat azab dan pembalasan Allah. Allah berfirman: (Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak (42)) (Surah Ibrahim). As-Suddi berkata tentang firman Allah (karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti) yaitu beberapa tahun, beberapa bulan, beberapa hari, dan beberapa saat. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti) dia berkata yait Kami menangguhkan mereka selama mereka hidup di dunia.
Tafsir As-Sa'di
84. “Maka janganlah kamu tergesa-gesa (memintakan siksa) terhadap mereka,” yaitu siksa terhadap orang-orang kafir yang meminta disegerakan azab. “Karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti,” maksudnya, mereka mendapatkan hari-hari yang telah ditentukan, tidak bisa diajukan dan tidak bisa ditunda. Kami menunda azab bagi mereka dan bersikap lunak untuk beberapa saat saja agar mereka (dapat) memperhatikan ayat-ayat Allah. Sampai etia tidak berfungsi lagi kesempatan itu buat merea, niscaya Kami akan menyiksa mereka dengan siksaan Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa.
Tafsir Al-Wajiz
84. Maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya hari siksaan untuk mereka dengan perhitungan yang teliti. Dan Kami tetap membiarkan mereka hidup agar dosa mereka bertambah
Tafsir Al-Muyassar
Maka janganlah kamu (wahai rosul) tergesa-gesa meminta diturunkannya siksaan atas orang-orang kafir tersebut. Sebab sesungguhnya kami telah menghitung umur dan amal perbuatan mereka dengan perhitungan yang tidak ada unsur keteledoran dan penundaan di dalamnya.
Tafsir Al-Mukhtashar
84. Maka janganlah engkau -wahai Rasul- tergesa-gesa memohon kepada Allah agar menyegerakan datangnya kebinasaan pada mereka, karena Kami menghitung usia kehidupan mereka dengan hitungan yang detail, sehingga apabila waktu dibiarkannya mereka telah selesai Kami lalu mengazab mereka dengan azab yang pantas mereka dapatkan.
Tafsir Zubdatut
84. (maka janganlah kamu tergesa-gesa terhadap mereka) Dengan meminta Allah agar segera membinasakan mereka akibat kebebalan mereka dalam kekafiran. (karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti) Yakni Kami menghitung siang, malam, bulan, dan tahun dari usia mereka sampai datangnya ajal mereka.
Tafsir Li Yaddabbaru
1 ). Al-Imam Hasan Al-Bashri menasihatkan, “Bergegaslah! Bergegaslah! Sungguh, apabila napas sudah berhenti, niscaya akan terhenti pula amal-amal yang ingin kalian lakukan untuk mendekatkan diri kepada Zat yang Maha-agung, Semoga Allah Ta’ala berkenan merahmati seseorang yang mau memikirkan dirinya sendiri dan menangisi sebanyak dosa-dosanya, kemudian beliau membacakan ayat : { } "karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti" yakni : nafas mereka telah diperhitungkan waktunya untuk berhenti. 2 ). Sebagian orang mempermasalahkan nasib orang-orang atheis dan mereka yag tidak bertuhan bahwasanya Allah membiarkan mereka dan tidak menjatuhkan hukuman kepada mereka, maka dijawab bahwa Allah -- lebih mengetahui keadaan mereka kedepannya dan sesungguhnya hikmah dibalik itu telah Allah tentukan, diantaranya agar dosa-dosa mereka terus bertambah; sehingga azab yang mereka terima diakhirat lebih besar, Allah berfirman : { } "Maka janganlah kamu tergesa-gesa memintakan siksa terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti." Allah juga berfirman : { } "Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan" [ Ali 'Imran : 178 ].
Tafsir Ash-Shaghir
{Maka janganlah tergesa-gesa terhadap mereka} untuk menghukum mereka {Sesungguhnya Kami hanyalah menghitung dengan sungguh-sungguh untuk mereka} Kami menghitung bermalam-malam, berhari-hari, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun, ketika telah datang ajal yang ditentukan untuk itu, maka Kami akan membinasakan mereka
Tafsir Hidayatul
Surat Maryam ayat 84: Di mana apabila sudah datang, maka mereka tidak bisa meminta penundaan.