Surah Maryam : Ayat 86
وَنَسُوقُ ٱلْمُجْرِمِينَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ وِرْدًا

"dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga."

Tafsir Ringkas Kemenag
Sebaliknya, orang yang ingkar akan kami kumpulkan bersama sejawat mereka, dan kami akan menggiring orang yang durhaka dan enggan bertobat ke neraka jahanam untuk menerima hukuman atas keingkarannya tanpa diberi minum sehingga kondisi yang panas menyebabkan mereka dalam keadaan dahaga. 87. Di akhirat mereka tidak berhak mendapat syafaat atau pertolongan dari siapa pun untuk selamat dari azab Allah, kecuali orang yang dengan sungguh-sungguh telah mengadakan perjanjian di sisi Allah yang maha pengasih dengan cara bertobat dan menaati ajaran-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 85-87 Allah SWT memberitahukan tentang kekasih-kekasihNya yang bertakwa yang takut kepadaNya di dunia, mengikuti para rasulNya, membenarkan apa yang disampaikan oleh para rasul dan taat kepada apa yang diperintahkan, serta menjauhi apa yang dilarang oleh para rasul. Mereka pada hari kiamat akan dikumpulkan sebagai utusan untuk menghadap kepadaNya. Mereka menghadap kepadaNya dengan berkendara. Di antarany ada yang berkendara menggunakan kendaraan yang terbuat dari cahaya kendaraan akhirat; mereka datang kepadaNya dengan utusan yang baik menuju kemuliaan dan keridhaanNya. Adapun orang-orang yang berdosa yang mendustakan dan menentang para rasul, maka sesungguhnya mereka digiring menuju ke neraka (dalam keadaan dahaga) yaitu haus. Pendapat ini dikatakan oleh ‘Atha’, Ibnu Abbas, Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, dan lainnya. Saat itu dikatakan: (Manakah di antara kedua golongan (kafir dan mukmin) yang lebih baik dan lebih indah tempat pertemuan(nya)) (Surah Maryam: 73) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: ((Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat (85)) dia berkata yaitu dengan berkendara. Firman Allah: (dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga (86)) yaitu kehausan (Mereka tidak berhak mendapat syafaat) yaitu tidak ada seorang pun yang memberi syafaat kepada mereka, sebagaimana sebagian orang-orang mukmin memberi syafaat kepada sebagian lain. Sebagaimana Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang mereka: (Maka kami tidak mempunyai pemberi syafaat seorang pun (100) dan tidak pula mempunyai teman yang akrab (101)) (Surah Asy-Syu'ara) Firman Allah: (kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan yang Maha Pemurah) Ini adalah Istisna munqathi’ dengan makna hanya orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah saja. Perjanjian itu berupa kesaksiannya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, lalu dia mengamalkan kalimat tersebut. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah) dia berkata yang dimaksud dengan perjanjian itu adalah kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan berlepas diri kepada Allah dari upaya dan kekuatan, serta tidak berharap kecuali hanya kepada Allah SWT
Tafsir As-Sa'di
86. Sedangkan orang-orang yang berbuat jahat digiring “ke dalam Neraka Jahanam dalam keadaan dahaga,” maksudnya merasakan kehausan. Ini merupakan keadaan mengenaskan (yang dialami seseorang), dihalau dalam keadaan hina dan rendah menuju penjara terbesar dan siksa yang paling buruk yaitu Neraka Jahanam. Dalam keadaan haus dan keletihan, mereka meminta tolong, namun tidak ditolong. Mereka memohon namun tidak dikabulkan. Mereka meminta syafa’at namun tidak diberi.
Tafsir Al-Wajiz
86. Kami akan menyeret orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga dan terhina
Tafsir Al-Muyassar
85-86. Pada hari Kami akan mengumpulkan orang-orang yang bertakwa kepada tuhan mereka yang penyayang kepada mereka sebagai rombongan utusan yang dimuliakan. Dan Kami mengiring kaum yang kafir kepada Allah dengan cara yang keras menuju neraka dalam keadaan berjalan lagi penuh kehausan.
Tafsir Al-Madinah
86-87. Dan Kami akan menggiring orang-orang yang melakukan dosa-dosa besar ke neraka Jahannam dalam keadaan berjalan di atas wajah mereka dengan kehausan, tidak ada yang dapat memberi mereka syafaat; namun bagi orang yang mengakui keesaan Allah, dan risalah rasulullah dan mengamalkannya maka Allah telah menjanjikan baginya syafaat.
Tafsir Al-Mukhtashar
86. Dan Kami akan menggiring orang-orang kafir ke neraka Jahanam dalam keadaan merasakan dahaga.
Tafsir Zubdatut
86. (dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka) Yakni Kami menggiring mereka. (ke neraka Jahannam dalam keadaan dahaga) Seperti unta yang mendatangi air.
Tafsir Ash-Shaghir
{dan Kami menggiring para orang-orang yang durhaka} orang-orang kafir {ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga} dalam keadaan haus, sungguh leher mereka telah terputus karena haus
Tafsir Hidayatul
Surat Maryam ayat 86: Mereka digiring secara menghinakan ke penjara yang paling besar dan hukuman yang paling hebat, yaitu neraka Jahanam dalam keadaan haus dan letih. Ketika mereka meminta pertolongan tidak diberi, ketika berdoa tidak diijabah dan ketika meminta syafaat tidak mendapatkannya.