Surah Taha : Ayat 9
وَهَلْ أَتَىٰكَ حَدِيثُ مُوسَىٰٓ

"Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?"

Tafsir Ringkas Kemenag
Usai menjelaskan keagungan Al-Qur'an dan tugas berat yang diamanahkan kepada rasulullah, pada ayat-ayat berikut Allah menguraikan kisah nabi musa yang juga diberi amanah berat, yaitu berdakwah kepada fir'aun yang sangat ingkar. Kisah ini dimaksudkan untuk menguatkan nabi Muhammad dalam berdakwah. Dan apakah telah sampai kepadamu, wahai nabi Muhammad, kisah musa saat akan menerima tugas kerasulan'10. Ketika dalam perjalanan menuju mesir, dia melihat api yang menyala terang, lalu dia berkata kepada keluarganya yang menyertainya dalam perjalanan itu, 'tinggAllah kamu di sini sampai aku kembali. Sesungguhnya aku melihat api. Mudah-Mudahan aku dapat membawa sedikit nyala api kepadamu agar kita dapat menghangatkan badan pada malam yang dingin ini, atau aku akan mendapat petunjuk dari seseorang yang ada di sekitar tempat api itu. '.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 9-10 Dari sini Allah SWT menceritakan tentang kisah nabi Musa, bagaimana awalnya dia menerima wahyu dan diajak bicara langsung oleh Allah. Demikian itu setelah nabi Musa menyelesaikan masa perjanjianjnya dengan mertuanya dalam menggembalakan ternak. Lalu nabi Musa berjalan dengan keluarganya yang dikatakan bahwa tujuannya adalah negeri Mesir setelah dalam waktu yang lama dia meninggalkannya. Lalu sebagaimana keadaannya ketika melihat api dari arah bukit Thur. yaitu ketika tampak baginya api dari arah bukit Thur, yang ada di sebelah kanannya. Lalu nabi Musa berkata kepada keluarganya seraya menyenangkan hati mereka: (Sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit darinya kepada kalian) yaitu sebuah obor api. Di dalam ayat lain yaitu: (atau (membawa) suluh api) (Surah Al-Qashash: 29) yaitu obor api yang menyala (agar kalian dapat menghangatkan badan) (Surah An-Naml: 7) menunjukkan keadaan dingin. Firman Allah, (Biqabasin) menunjukkan keadaan gelap. Firman Allah (atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu) yaitu seseorang yang menunjukkan jalan kepadaku. Hal ini menunjukkan bahwa dia tersesat dari jalan.
Tafsir As-Sa'di
9-10. Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad dalam bentuk pertanyaan yang bersifat penetapan dan pengagungan serta membesarkan kisah ini “Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?” mengenai keadaannya yang merupakan pangkal kebahagiaan dan tempat penetapan kenabiannya, beliau melihat api dari kejauhan. Sebelumnya beliau pernah tersesat dalam perjalannya, kemudian didera oleh hawa dingin, tanpa memiliki sesuatu pun yang dapat menghangatkan tubuhnya dalam perjalanan. Maka beliau berkata kepada istrinya, “Sesungguhnya aku melihat,” aku menyaksikan “api.” Peristiwa ini terjadi di bagian kanan gunung Thur. “Mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit darinya kepadamu,” untuk menghangatkan diri dengannya “atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu,” maksudnya orang yang menunjukkan jalan kepada kita. Yang beliau cari adalah cahaya yang bersifat inderawi dan petunjuk biasa. Akan tetapi, beliau menjumpai cahaya maknawi, cahaya wahyu yang akan membuat jiwa-jiwa dan hati bersinar karenanya, serta hidayah yang sejati. Yaitu petunjuk menuju shirath al-Mustaqim yang mengantarkan ke Surga Na’im. Terjadilah peristiwa yang tidak pernah beliau perhitungkan dan tak pernah terbetik di benak beliau.
Tafsir Al-Wajiz
9. Apakah telah sampai kepadamu kabar dan kisah tentang Musa dengan Fir’aun dan pengikutnya?
Tafsir Al-Muyassar
Dan apakah telah sampai kepadamu, (wahai Rasul) berita tentang Musa bin Imran? Dan dia datang dari Negri Madyan menuju ke Mesir.
Tafsir Al-Madinah
9-12. Hai Nabi, apakah telah datang kepadamu kisah agung tentang Musa, ketika dia melihat api saat dia tersesat di padang pasir Sina ketika akan menuju Mesir. Maka dia berkata kepada istrinya: “Tunggulah, karena aku melihat api, semoga aku dapat mendatangkan sesuluh api agar kalian dapat menghangatkan diri, atau aku bisa menemui orang yang dapat menunjukkan kepada kita jalan menuju Mesir.” Ketika Musa mendatangi api itu, Allah menyerunya dari arah gunung Thur yang ada di sisi kanan Musa yang akan menuju Mesir: “Hai Musa, Aku adalah Tuhanmu, lepaskanlah alas kakimu karena kamu sekarang berada di lembah yang diberkati yang bernama Thuwa”.
Tafsir Al-Mukhtashar
9. "Wahai Rasul! Sungguh telah sampai kepadamu kisah Musa bin Imran -'alaihissalām-.
Tafsir Zubdatut
9. (Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?) Yakni kisah Nabi Musa dalam melawan Fir’aun dan pengikutnya. Dalam kisah ini terdapat pelipur lara bagi Rasulullah atas kesulitan yang beliau temui dalam menjalankan kenabian.
Tafsir Ash-Shaghir
Apakah} sungguh {telah sampai kepadamu kisah} berita {Musa
Tafsir Hidayatul
Surat Thaha ayat 9: Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dengan pertanyaan sebagai taqrir (penetapan) dan ta’zhim (pengagungan) terhadap kisah itu. Yakni pada awal kebahagiaannya dan awal kenabiannya.