Surah At-Tariq : Ayat 9
يَوْمَ تُبْلَى ٱلسَّرَآئِرُ

"Pada hari dinampakkan segala rahasia,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Allah akan membangkitkan manusia dari kubur mereka pada hari ditampakkan segala rahasia, seperti isi hati manusia, meliputi keyakinan, niat dan rahasia lain yang belum terkuak di dunia. 10. Ketika semua persoalan terkuak di hadapan Allah maka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dalam dirinya sendiri dan tidak pula ada penolong dari luar dirinya yang mengelakkan nya dari balasan Allah. Allah-lah penguasa tunggal pada hari itu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-10 Allah SWT bersumpah dengan menyebut nama langit dan semua bintang yang bersinar. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Demi langit dan yang datang pada malam hari (1)) Kemudian Allah berfirman: (tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu? (2)) Kemudian ditafsirkan dengan firmanNya: ((yaitu) bintang yang cahayanya menembus (3)) Qatadah dan lainnya berkata bahwa sesungguhnya bintang dinamakan “Ath-Thariq” tidak lain karena ia hanya dapat dilihat di malam hari, dan tersembunyi di siang hari. Hal ini diperkuat dengan apa yang disebutkan dalam hadits shahih,”Beliau SAW melarang seseorang mendatangi keluarganya di malam hari yang sudah larut” yaitu dia pulang ke rumahnya dengan tiba-tiba di malam hari Firman Allah SWT: (yang cahayanya menembus) Ibnu Abbas berkata bahwa maknanya adalah yang menyinari. Firman Allah SWT: (tidak ada suatu jiwa (diri) pun melainkan ada penjaganya (4)) yaitu setiap jiwa terdapat malaikat yang menjaganya yang ditugaskan Allah SWT untuk melindunginya dari berbagai bencana dan penyakit. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah) (Surah Ar-Ra'd: 11) Firman Allah SWT: (Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? (5)) peringatan bagi manusia tentang kelemahan asal kejadiannya yang mana dia diciptakan dari hal itu dan membimbingnya untuk mengakui adanya hari kebangkitan, karena sesungguhnya Tuhan yang mampu memulai penciptaannya itu juga mampu mengembalikannya dengan lebih baik. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Dialah Yang Menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagiNya) (Surah Ar-Rum: 27) Firman Allah SWT: (Dia diciptakan dari air yang terpancar (6)) yaitu air mani yang dikeluarkan laki-laki dan bertemu dengan perempuan, maka terjadilah anak dari keduanya dengan seizin Allah SWT. Oleh karena itu Allah berfirman: (yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada (7)) yaitu dari tulang sulbi laki-laki dan dari tulang dada wanita. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada (7)) yaitu sulbi laki-laki dan tulang dada wanita yang berwarna kuning tipis, yang mana tidak ada kejadian anak melainkan dari keduanya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa “taribatul mar’ah” adalah tempat kalungnya Demikian juga dikatakan Ikrimah. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa “At-tara’ib” adalah di antara payudaranya Diriwayatkan dari Qatadah tentang firmanNya: (yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada (7)) yaitu di antara tulang sulbi dan bagian bawah kerongkongannya. Firman Allah SWT: (Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah matinya) (8)) Terkait ini ada dua pendapat: Pendapat pertama adalah bahwa Allah berkuasa mengembalikan air mani yang telah terpancarkan ini ke tempat keluarnya. Pendapat ini dikatakan Mujahid, Ikrimah, dan selain keduanya. Pendapat kedua bahwa sesungguhnya Allah berkuasa menghidupkan kembali manusia yang diciptakan dari air mani ini, yaitu mengembalikan dan membangkitkannya lagi menuju negeri akhirat. Karena sesungguhnya Tuhan yang memulai penciptaan itu mampu mengembalikan ciptaanNya. Allah SWT telah menyebutkan dalil yang menunjukkan hal ini di dalam Al-Qur'an di berbagai tempat. Pendapat ini dipilih Ibnu Jarir. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Pada hari ditampakkan segala rahasia (9)) yaitu, pada hari kiamat semua rahasia ditampakkan sehingga menjadi jelas dan terang, dan tidak ada lagi rahasia karena semuanya menjadi terang dan semua yang tersembunyi menjadi terlihat. Firman Allah SWT: (maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu) yaitu bagi manusia pada hari kiamat (satu kekuatan pun) yaitu, dalam dirinya (dan tidak (pula) seorang penolong) yaitu dari luar dirinya. yaitu, tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkannya dari azab Allah dan tidak ada seorang pun yang mampu menolong orang lain dari hal itu
Tafsir As-Sa'di
Ayat 8-10 Dzat yang menciptakan manusia dari air yang memancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya di akhirat dan untuk membangkitkan, mengumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah kuasa untuk mengembalikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Karena itu Allah berfirman setelahnya, “Pada hari dinampakkan segala rahasia,” yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah, “Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam.” (Ali Imran: 106) Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak tampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah berfirman, “Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun,” yakni dari dirinya yang bisa menangkal , “dan tidak (pula) seorang penolong” dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan.
Tafsir Al-Wajiz
9. Allah mengembalikan mereka pada hari dimana semua rahasia ditampakkan. Maksud dari as sarair adalah semua yang dikandung dalam hati, berupa iman, keyakinan, niat baik/buruk dan sebagainya
Tafsir Al-Muyassar
9-10. Hari itu, apa yang disimpan oleh dada akan ditampakkan, dibedakan antara yang baik dan yang buruk. Manusia tidak punya kekuatan untuk membela dirinya. Manusia tidak punya penolong yang menghindarkannya dari azab Allah.
Tafsir Al-Mukhtashar
9. Di Hari ketika rahasia terkuak, sehingga terbukalah niat, keyakinan dan lainnya yang dulu tersembunyi di dalam hati, sehingga tampaklah perbedaan antara yang baik dan yang buruk.
Tafsir Zubdatut
8. (Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya) Yakni membangkitkannya setelah kematian.
Tafsir Li Yaddabbaru
1) . Ungkapan tentang amal perbuatan dengan kata "rahasia" merupakan cara yang baik dan lembut, yakni amalan-amalan seseorang adalah gambaran dari semua kepribadiaan yang tersembunyi dalam dirinya, maka barangsiapa yang kepribadiaannya baik maka dapat disimpulkan bahwa amalan yang ia lakukan dihadapan orang lain akan baik juga, kepribadiaannya akan Nampak seperti cahaya yang terang diwajahnya, dan barangsiapa yang kepribadian dirinya buruk, maka amalan-amalannya akan ikut kepada kepribadiannya yang buruk itu, akan tampak diwajahnya kegelapan dan harapan yang buruk, betapa banyak dari umat manusia yang ketika di dunia tampak dari dirinya berbagai kebaikan yang hanyalah sebatas dalam pandangan orang lain tetapi kebaikan-kebaikan itu bukanlah yang tertera dalam kepribadiannya yang sebenarnya. 2) . Dada atau hati seseorang dapat diibaratkan dengan sebuah kotak yang didalamnya tersimpan semua amalan perbuatannya, dan kotak ini akan dibuka tatkala hari yang dijanjikan itu telah tiba, yaitu hari ketika semua rahasia-rahasia akan ditampakkan dihadapan pemiliknya, maka perhatikanlah apa-apa yang akan dibuka dan diperlihatkan dari dalam kotakmu, apakah kamu senang ketika yang diperlihatkan semua rahasia-rahasia yang tersembunyi dalam dadamu dan didalamnya tersimpan riya', hasad, dengki dan segala hal yang akan merusak keselamatanmu pada hari kiamat itu ? , maka bahagialah orang-orang yang dikatakan kepada mereka kamulah orang yang datang menghadap kepada Allah dengan hati yang selamat. 3) . Apakah ada rasa senang yang terbetik dalam dirimu tatkala rahasia yang selama ini kamu jaga dengan sangat hati-hati diketahui oleh orang lain, rahasia yang ketika orang-orang mengetahuinya dan kamu takut semua itu dilemparkan kepadamu ?! , tentu tidak, bahkan kamu akan berusaha dengan segala cara agar terhindar dari segala cacian dan tuduhan atas semua itu, oleh karena itu berhentilah pada ayat ini untuk kamu mentadabburinya, dan perhatikanlah peristiwa besar yang akan terjadi pada hari itu : { } , jika kamu mengendaki kemenangan pada hari pembalasan, maka ikutilah langkah yang dilakukan oleh mereka yang menghadap kepada tuhannya dengan hati yang selamat.
Tafsir Ash-Shaghir
Pada hari ditampakkan} dikabarkan {segala rahasia} sesuatu yang disembunyikan di dalam hati berupa akidah, niat, dan yang lainnya
Tafsir Hidayatul
Yang disembunyikan dalam hati, berupa keyakinan dan niat. Jika sebelumnya di dunia banyak yang tersembunyi, maka pada hari Kiamat menjadi jelas sehingga terlihat nyata siapa yang benar-benar baik dan siapa yang benar-benar buruk.
Tafsir An-Nafahat
Surat At-Tariq ayat 9: 8-9. Allah kabarkan bahwa yang memulai menciptakan manusia adalah Dzat Yang Maha Mampu mengembalikannya setelah kematiannya. Kemudian Allah jelaskan pengembalian manusia dan dibangkitkannya aka terjadi pada hari kiamat dan ia adalah hari sebagai ujian bagi jiwa-jiwa manusia dan cobaan. Pada hari itu manusia mengetahui apa yang disembunyikan dan dirahasiakan.