Surah Al-Mu'minun : Ayat 95
وَإِنَّا عَلَىٰٓ أَن نُّرِيَكَ مَا نَعِدُهُمْ لَقَٰدِرُونَ

"Dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka."

Tafsir Ringkas Kemenag
Allah mengajari nabi doa tersebut bukan karena Allah tidak kuasa menjatuhkan siksa saat nabi masih hidup, namun dia hanya menundanya sebagaimana ditegaskan dalam ayat ini. Dan sungguh, kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu, wahai nabi Muhammad, apa yang kami ancamkan kepada mereka. Karena itu, janganlah engkau berduka atas pendustaan mereka kepadamu. 96. Allah dalam ayat ini mengajari nabi cara menghadapi pendustaan kaum musyrik. Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan cara yang lebih baik, antara lain dengan tetap berbuat baik kepada mereka semampumu, memaafkan kesalahan mereka yang berkaitan dengan hak pribadimu, atau tidak menanggapi ejekan dan cemoohan mereka. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan kepada Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 93-98 Allah SWT berfirman kepada nabiNya, Muhammad SAW agar mengucap­kan doa ini di saat pembalasan Allah diturunkan (Ya' Tuhanku, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memper­lihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka) yaitu jika Engkau menyiksa mereka, sedangkan aku menyaksikan hal itu, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara mereka. Firman Allah: (Dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk memperlihat­kan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka (95)) yaitu seandainya Kami menghendaki, maka Kami dapat memper­lihatkan kepadamu apa yang Kami timpakan kepada mereka berupa pembalasan, bencana dan malapetaka. Kemudian Allah SWT memberikan petunjuk kepada Nabi SAW tentang cara yang paling bermanfaat untuk bergaul dengan orang yaitu berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk terhadapnya agar hatinya terpikat dan simpati, sehingga permusuhannya berganti menjadi persahabatan, dan kemarahannya menjadi kasih sayang. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik) Hal ini sebagaimana Allah SWT berfirman di ayat lain: (Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah teman yang sangat setia (34) Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar (Surah Fushshilat). yaitu tidak ada orang yang dianugerahi akhlak atau sifat ini (melainkan hanya kepada orang-orang yang sabar) dalam menghadapi gangguan manusia, maka bergaullah dengan mereka dengan kebaikan, sekalipun perlakuan mereka buruk (dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar) yaitu, di dunia akhirat. Firman Allah: (Dan katakanlah, "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan” (97)) Allah SWT memerintahkan kepada Nabi SAW untuk memohon perlindungan kepadaNya dari setan, karena sesungguhnya setan itu tidak memberikan manfaat dan tidak mau mengikuti kebaikan. Telah disebutkan sebelumnya pembahasan tentang permohonan perlindungan bahwa Rasulullah SAW sering bersabda,”Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk, yaitu dari godaan, bisikan, dan tiupannya” Firman Allah: (Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku (98)) yaitu dalam sesuatu dari urusanku. Oleh karena itu Nabi SAW memerintah­kan agar selalu menyebur nama Allah dalam permulaan semua urusan. Hal itu untuk mengusir setan, baik saat makan, bersetubuh, menyembelih dan urusan-urusan lain.
Tafsir As-Sa'di
93-95 Setelah Allah menegakkan bukti-bukti kekuasaanNya yanga gung atas kaum pendusta, (tapi) mereka tidak menolehkan pandangan kepadanya, dan tideak tunduk kepadanya, maka menjadi pastilah siksa bagi mereka, lalu mereka diancam dengan turunnya azab, dan Allah memberikan petunjuk kepada RasulNya agar mengatakan, “Ya Rabbku, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka.” Maksudnya, lindunglah aku, kasihilah aku dari bencana yang Engkau ujikan kepada mereka, berupa dosa-dosa yang akan mendatangkan azab. Peliharalah aku juga dari siksaan yang menghampiri mereka. Sebab hukuman yang menyeluruh, saat turun bisa menimpa orang yang bermaksiat dan lainnya secara umum. Allah berfirman untuk menerangkan dekatnya waktu siksaan mereka, “dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu apa yang kami ancamkan kepada mereka. Akan tetapi, bila kami menundanya, maka penundaan itu atas dasar hikmah. Kalau tidak demikian, maka kekuasaan kami sudah sanggup untuk menjatuhkannya
Tafsir Al-Wajiz
95. Sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka. Maka jangan khawatir atau lelah atas pendustaan mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka berupa siksaan.
Tafsir Al-Mukhtashar
95. Dan sungguh, Kami kuasa untuk memperlihatkan padamu azab yang Kami ancamkan kepada mereka. Kami sama sekali tidak lemah untuk melakukannya dan melakukan hal selainnya.
Tafsir Zubdatut
95. (Dan sesungguhnya Kami benar-benar kuasa untuk memperlihatkan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka) Yakni Allah mampu untuk memperlihatkan azab mereka kepada Rasul-Nya, namun Allah menangguhkan azab itu sebab Allah mengetahui sebagian orang kafir itu akan beriman.
Tafsir Ash-Shaghir
Sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa untuk memperlihatkan kepadamu apa yang Kami ancamkan kepada mereka
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Mu’minun ayat 95: Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman menerangkan dekatnya azab yang menimpa mereka. Allah menundanya karena hikmah (kebijaksanaan)-Nya, meskipun Dia mampu menimpakannya segera kepada mereka.