Surah Hud : Ayat 96
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَا وَسُلْطَٰنٍ مُّبِينٍ
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata,"
Tafsir Ringkas Kemenag
Pada ayat berikut Allah menjelaskan kisah nabi musa ketika menghadapi fir'aun. Dan sungguh, kami telah mengutus nabi musa untuk menyampaikan risalah Allah disertai dengan tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan dan keesaan kami berupa kitab taurat atau sembilan tanda-tanda kekuasaan Allah (lihat: surah al-a'ra'f/7: 133 dan al-isra'/17: 101). Dan kami anugerahkan kepadanya bukti yang nyata berupa mukjizat yang membuktikan tentang kerasulannya. Kami utus nabi musa kepada fir'aun penguasa mesir dan para pemuka kaumnya, tetapi mereka tidak mengindahkan ajakan rasul-Nya untuk menyembah Allah, bahkan tetap mengikuti perintah fir'aun dalam kekufuran dan kedurhakaan, padahal perintah fir'aun bukanlah petunjuk yang benar, melainkan kesesatan, karena fir'aun memimpin kerusakan dan kedurhakaan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 96-99 Allah SWT berfirman memberitahukan tentang pengutusan nabi Musa dengan ayat-ayatNya dan dalil-dalil yang jelas kepada Fir'aun, raja negeri Mesir dari bangsa Qibti dan para pemimpin (tetapi mereka mengikuti perintah Fir'aun) yaitu ajaran, jalan, dan caranya dalam kesesatan (padahal sekali-kali perintah Fir'aun bukanlah (perintah) yang benar) yaitu tidak mengandung bimbingan dan petunjuk, melainkan hanya kebodohan, kesesatan, kekufuran, dan pembangkangan. Sebagaimana mereka mengikuti Fir'aun di dunia sehingga dia berada di depan mereka sebagai pemimpin mereka. Demikian juga dia pada hari kiamat; dia berada di depan mereka menuju neraka Jahanam, lalu dia memasukkan mereka ke dalamnya dan merasakan azab tempat yang dimasukinya. dan dia mendapatkan bagian paling banyak dari azab yang paling besar itu. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka Fir'aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat (16)) (Surah Al-Muzzammil) Allah SWT berfirman: (Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat, lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi (98)) Demikian juga perkara orang-orang yang diikuti. Mereka mendapatkan paling banyak dari azab itu pada hari kiamat, sebagaimana Allah SWT berfirman (Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, tetapi kalian tidak mengetahui) (Surah Al-A'raf: 38) Allah SWT memberitahukan tentang orang-orang kafir, bahwa mereka berkata di dalam neraka: (Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar) (67) Ya Tuhan kami, berilah kepada mereka azab dua kali lipat" (68)) (Surah Al-Ahzab) Firman Allah (Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di hari kiamat) yaitu Kami ikutkan mereka sebagai tambahan azab neraka, sebagai laknat di dunia (dan (begitu pula) di hari kiamat. Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan) Mujahid berkata bahwa mereka diberi tambahan laknat pada hari kiamat, sehingga lakna itu dua kali. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firman Allah: (Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan) yaitu laknat dunia dan akhirat. Demikian juga yang dikatakan oleh Adh-Dhahhak dan Qatadah. yaitu seperti firmanNya: (Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka, dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong (41) Dan Kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (42)) (Surah Al-Qashash) dan (Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada mereka), "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras” (46)) (Surah Ghafir)
Tafsir As-Sa'di
96 “dan sesungguhnya kami telah mengutus Musa” bin Imran ”dengan tanda tanda (kekuasaan) kami” yang menunjukan kebenaran agama yang dibawanya seperti tongkat, tangan dan tanda tanda yang lain yang Allah berlakukan melalui tangan Musa “dan mukjizat yang nyata” yakni hujjah yang jelas dan gamblang yang muncul seperti matahari.
Tafsir Al-Wajiz
96. Dan sungguh Kami telah mengutus Musa dengan ayat-ayat Kami yaitu Taurat dan 9 ayat sebagaimana yang dijelaskan dalam surah Al-Isra’ (17/101) yang kemudian dijelaskan di surah Al-A’rah (7/133) serta dengan mukjizat nyata atau bukti-bukti yang kuat dan jelas.
Tafsir Al-Muyassar
Dan sungguh kami telah mengutus Musa dengan membawa bukti-bukti petunjuk tentang keesan kami dan hujjah yang menerangkan bagi orang yang menyaksikannya langsung dan mau merenunginya dengan hati yang lurus, bahwa sesunggguhnya hujah itu menunjukan keeasan Allah dan kedustaan orang yang mengaku-ngaku memiliki kekuasaan rububiyah selain Allah .
Tafsir Al-Madinah
96. Sungguh Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami yang menunjukkan kebenaran risalahnya, dan dia juga memiliki mukjizat yang jelas dan kewibawaan sehingga tidak ada seorangpun yang dapat mengganggunya.
Tafsir Al-Mukhtashar
96. Dan sungguh Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami yang menunjukkan keesaan Allah dan membawa bukti-bukti nyata yang menunjukkan kebenaran ajaran yang dibawanya.
Tafsir Zubdatut
96. (dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata) Bukti dan mukjizat. Pendapat lain mengatakan makna ayat-ayat yakni Sembilan mukjizat yang disebutkan dalam surat al-Isra’. Maksud dari () yakni mukjizat tongkat yang berubah menjadi ular.
Tafsir Ash-Shaghir
{Sungguh Kami benar-benar mengutus Musa dengan ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata} dalil-dalil nyata atas kebenaran kenabiannya
Tafsir Aisarut
Makna kata : () muusaa : Musa bin Imran, Kaliimullah (orang yang Allah ajak bicara secara langsung) dan rasul-Nya kepada Bani Israil. () bi aayaatinaa : 9 ayat yang sebagian besarnya disebutkan dalam surat Al-A’raaf ( ) wa sulthaanim mubiin : argumen yang kuat untuk mengalahkan Firaun, musuh Allah. Makna ayat : Inilah sebuah potongan kisah Musa ‘alaihi salam dan Firaun yang tercantum pada 4 ayat pendek, Allah ta’alaa berfirman-Nya ( ) setelah Kami utus Syu’aib kepada penduduk Madyan, Kami mengutus Musa bin Imran bersama () ayat-ayat Kami sebagai tanda (dia adalah utusan Allah) dan benarnya dakwah dan ajakannya. ( ) argumentasi yang kuat lagi jelas atas diharuskannya mentauhidkan Allah dan batilnya sesembahan selain-Nya, seperti Firaun—laknat Allah atasnya—ketika ia berkata: ( ) “Aku tidak tahu bahwa ada tuhan selain aku.” Pelajaran dari ayat : • Orang yang ditetapkan celaka tidak akan beriman dengan ayat-ayat-Nya, bahkan membantah dan mendustakanya, sehingga ia binasa. • Kuatnya argumentasi dan bukti tidak memastikan ketaatan dan keimanan seseorang.
Tafsir Hidayatul
Surat Hud ayat 96: Yang menunjukkan benarnya apa yang Beliau bawa, seperti tongkatnya yang berubah menjadi ular, tangannya bercahaya, dsb. Yakni hujjah yang jelas dan nyata sebagaimana terangnya matahari.