Surah Taha : Ayat 98
إِنَّمَآ إِلَٰهُكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ وَسِعَ كُلَّ شَىْءٍ عِلْمًا
"Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah memutuskan untuk membakar patung anak sapi itu, nabi musa berpidato di depan kaumnya, 'sungguh, tuhanmu yang layak disembah itu hanyalah Allah yang esa. Tidak ada tuhan pencipta dan pengatur alam semesta selain dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu yang ada di alam ini. '99. Wahai nabi Muhammad, demikianlah kami kisahkan kepadamu sebagian kisah umat yang telah lalu agar menjadi ibrah dan pelajaran bagi umatmu. Dan selain itu, sesungguhnya telah kami berikan pula kepadamu dari sisi kami suatu peringatan, yaitu Al-Qur'an, sebagai tuntunan dan petunjuk menuju kesejahteraan hidup mereka di dunia dan akhirat.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 95-98 Nabi Musa bertanya kepada Samiri,"Apakah yang mendorongmu berbuat demikian? apakah yang membuatmu melakukan apa yang kamu lakukan itu?" (Samiri menjawab, 'Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahui”) yaitu aku melihat Jibril ketika datang untuk membinasakan Fir'aun (maka aku ambil segenggam dari jejak rasul) yaitu dari bekas jejak kudanya. Inilah pendapat yang terkenal di kalangan mufasir atau kebanyakan dari mereka. Mujahid berkata tentang firmanNya: (maka aku ambil segenggam dari jejak rasul) dia berkata dari bekas kuda malaikat Jibril. Dia berkata bahwa “gabdhah” adalah yang memenuhi kedua telapak tangan. Mujahid berkata, lalu Samiri melemparkan apa yang ada pada tangannya itu ke dalam tumpukan perhiasan Bani Israil, maka terbentuklah dari leburannya bentuk tubuh anak sapi yang dan bersuara karena masuknya angin ke dalam rongga tubuhnya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (lalu aku melemparkannya) yaitu aku melemparkannya bersama orang-orang melemparkan perhiasannya (dan demikianlah nafsuku membujukku) yaitu membuat terlihat baik dan membuatnya takjub dengan itu (Musa berkata, "Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan, “Janganlah menyentuh(ku)”) yaitu sebagaimana kamu telah mengambil dan memegang apa yang tidak boleh kamu ambil dan pegang, berupa bekas jejak utusan itu; maka hukumanmu di dunia ini adalah hendaknya kamu mengatakan,"Janganlah kamu menyentuhku," yaitu janganlah kamu menyentuk orang-orang dan mereka tidak boleh menyentuhmu (Dan sesungguhnya bagimu hukuman) yaitu pada hari kiamat (yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya) yaitu tidak ada jalan keluar bagimu darinya. Qatadah berkata tentang firmanNya: ((hanya dapat) mengatakan, "Janganlah menyentuh(ku)”) dia berkata yaitu hukuman terhadap mereka dan sisa-sisa mereka sekarang mengatakan "Janganlah menyentuhku” Firman Allah: (Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya) Al-Hasan, Qatadah dan Abu Nuhaik berkata bahwa maknannya adalah kamu tidak akan bisa menghindar darinya. Firman Allah (dan lihatlah tuhanmu itu) sembahanmu (yang kamu tetap menyembahnya) yaitu kamu tetap menyembahnya yaitu patung anak sapi itu (Sesungguhnya kami akan membakarnya) kemudian melemparkan abunya di laut. Oleh karena itu Allah berfirman: (kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan)) Firman Allah SWT: (Sesungguhnya Tuhan kalian hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu (98)) Nabi Musa berkata kepada mereka,"Ini bukanlah tuhan kalian. Sesungguhnya Tuhan kalian adalah Allah, Dzat yang tidak ada Tuhan selain Dia. Tidak ada yang pantas disembah kecuali Dia, dan segala sesuatu butuh dan menyembah kepadaNya" Firman Allah: (Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu) menjadi nashab sebagai tamyiz, yaitu Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu) (Surah Ath-Thalaq: 12), (dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu) (Surah Al-Jin: 28) maka tidak (Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat zarrah) (Surah Saba’: 3)
Tafsir As-Sa'di
98. Maksudnya, tidak ada sesembahan (yang berhak disembah) kecuali WajahNya Yang MUlia. Tidak boleh disembah, dicintai, ditakuti, diseur kecuali Dia. Dia-lah Dxat yang sempurna yang mempunyai nama-nama yang tinggi, yang ilmuNya meliputi segala sesuatu, yang tidak ada satu pun kenimatan pada manusia melainkan (pasti) bersumber dariNya, tidak sanggup menyingkirkan kejelekan kecuali Dia. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, dan tidak ada sesembahan yang berhak disembah selainNya.
Tafsir Al-Wajiz
98. Lalu Musa berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya Tuhan kalian yang layak disembah hanyalah Allah yang mana tiada Tuhan yang layak disembah selain Dia. Ilmunya meliputi segala sesuatu.”
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Tuhan kalian, (wahai sekalian manusia), adalah Allah, Yang tiada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Dia, pengetahuanNya meliputi segala sesuatu.
Tafsir Al-Madinah
98. Kemudian Musa berkata kepada kaumnya: “Tuhan kalian adalah Allah yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.”
Tafsir Al-Mukhtashar
98. Sungguh, Tuhan kalian yang berhak disembah -wahai manusia- hanyalah Allah yang tiada tuhan yang berhak disembah selain-Nya, pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu, tidak ada satu pengetahuan pun yang Dia tidak ketahui.
Tafsir Zubdatut
98. (Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia) Bukan patung anak sapi yang digunakan Samiri untuk menyesatkan kalian. (Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu) Ilmu-Nya meliputi segalanya.
Tafsir Ash-Shaghir
{Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah yang tidak ada tuhan selain Dia. IlmuNya meliputi segala sesuatu
Tafsir Hidayatul
Surat Thaha ayat 98: Setelah jelas kebatilan menyembah patung, maka Musa memberitahukan kepada mereka siapa yang sesungguhnya berhak diibadahi.