Indikator 13: Penyusunan
Ditemukan 5 rujukan ayat di dalam sistem.
Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Alif lam ra. Inilah kitab, Al-Qur'an yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi, terpelihara dari kekeliruan, kemudian kandungannya dijelaskan secara terperinci, ada yang mengenai tauhid, hukum, kisah, akhlak, ilmu pengetahuan, janji dan peringatan, dan lain lain, disusun surat demi surat, ayat demi ayat, yang diturunkan dari sisi Allah yang mahabijaksana dalam setiap keputusan-Nya, mahateliti dalam semua ketetapan-nAllah menurunkan ayat-ayat Al-Qur'an yang sangat indah dan tersusun rapi serta mendetail kandungannya, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku, Muhammad, adalah pemberi peringatan adanya siksa bagi orang-orang yang ingkar dan pembawa berita gembira dari-Nya, yakni surga untukmu wahai orang-orang yang beriman.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ayat 1-4 Telah disebutkan pembahasan tentang huruf-huruf Hijaiyah di permulaan surah Al-Baqarah, dengan keterangan yang tidak perlu diulangi di sini. Hanya kepada Allah kami memohon taufik. Adapun firman Allah: (yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi) ayat itu tersusun lafaznya, maknanya detail. Jadi Al-Quran itu sempurna dari segi bentuk dan maknanya. Ini adalah makna yang diriwayatkan Mujahid dan Qatadah, dan dipilih Ibnu Jarir. Firman Allah: (dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui) yaitu dari sisi Allah Yang Maha Bijaksana dalam firman dan hukumNya, dan Maha Mengeahui akibat segala sesuatu (agar kalian tidak menyembah selain Allah) yaitu yang muhkam dan mufassal diturunkan agar menyembah hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah oleh kamu sekalian akan Aku" (25)) (Surah Al-Anbiya’) dan (Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut”) (Surah An-Nahl: 36) Firman Allah SWT: (Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepada kalian dariNya) yaitu sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan kepada kalian tentang azab jika kalian menentangNya, dan pembawa berita gembira dengan pahala jika kalian taat kepadaNya. Firman Allah: (dan hendaklah kalian meminta ampun kepada Tuhan kalian, dan bertobatlah kepada-Nya. (Jika kalian mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepada kalian sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya) yaitu aku memerintahkan kalian untuk memohon ampun dari dosa dan bertaubat dari dosa itu kepada Allah SWT di masa yang akan datang, dan kalian terus-menerus atas hal itu (niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepada kalian) yaitu di dunia (sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya) yaitu di akhirat. Pendapat ini dikatakan Qatadah, sebagaimana firmanNya: (Barang siapa yang mengerjakan amal saleh—baik laki-laki maupun perempuan— dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (97)) (Surah An-Nahl) Firman Allah: (Jika kalian berpaling, maka sesungguhnya aku takut kalian akan ditimpa siksa hari kiamat) ini adalah ancaman yang keras bagi orang yang berpaling dari perintah-perintah Allah SWT dan mendustakan para rasulNya. Sesungguhnya azab Allah pasti akan menimpanya pada hari kiamat (Kepada Allahlah kembali kalian) yaitu kalian dikembalikan pada hari kiamat (dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) yaitu Dia Maha Kuasa terhadap apa yang Dia kehendaki berupa berbuat baik kepada kekasih-kekasihNya dan membalas musuh-musuhNya, serta mengembalikan makhlukNya pada hari kiamat. Ini merupakan peringatan, sebagaimana yang pertama yang merupakan anjuran
Tafsir As-Sa'di
Buka
1. Allah berfirman, “(Inilah) suatu kitab”, yang agung yang diturunkan dengan mulia “yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi.” Yakni dengan sempurna dan bagus. Berita-beritanya jujur, perintah dan larangannya adil, lafazhnya fasih, maknanya indah “kemudian dijelaskan secara terperinci.” Yakni diterangkan dan diperjelas sebagai bentuk penjelasan yang paling tinggi, “yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana.” Meletakkan segala sesuatu di tempatnya, mendudukannya pada posisinya, tidak memerintahkan dan melarang kecuali sesuai dengan tuntutan hikmahNya. “Lagi Mahatahu”, yang mengetahui lahir dan batin. Jika penataannya yang rapid an penjelasannya dari Allah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui, maka sesudah itu janganlah kamu bertanya tentang kebesaranNYa, keagunganNya dan pencakupanNya atas hikmah yang sempurna dan rahmat yang luas.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
Keutamaan: Diriwayatkan dari Tirmidzi dan Hakim dari Ibnu Abbas berkata: Abu Bakar berkata: Ya Rasul, engkau telah beruban. Rasul menjawab: Surat Hud, Al-waqi’ah, Al-mursalat, ‘Amma yatasaalun, idzasy syamsu kuwwirat yang telah membuat rambutku beruban. Ini adalah hadis hasan sebagaimana dikatakan Tirmidzi, dan hadis sahih menurut Hakim. Nabi ditanya tentang apa yang telah membuat rambutnya beruban di surat Hud, Nabi menjawab: Yaitu firman Allah: Fastaqim kamaa umirtu (112). 1 Alif laam raa, untuk memberi perhatian, menantang (bangsa Arab) dan meneguhkan Al-Qur’an bahwa itu diturunkan dari sisi Allah. Al-Qur’an adalah kitab yang ayat-ayatnya tersusun rapi tanpa kurang dan berantakan seperti bangunan yang tersusun rapi, dalam lafadznya tersusun dengan rincian-rincian ayat, dalam maknanya dijelaskan kisah-kisah, nasehat dan hukum, dan waktu turunnya dalam jangka waktu sesuai kebutuhan dan kemaslahatan. Al-Qur’an ini adalah penjelas yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana dalam menciptakan, mengatur firman, kehendak dan ketentuanNya lagi Maha Mengetahui keadaan dan kebaikan manusia,
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Tafsir Al-Muyassar
Buka
( Alif lam Ro ) keterangan tentang huruf-huruf yang terputus-putus (di awal surat) penjelasannya telah berlalu di awal pada permulaan surat al-baqarah. Kitab yang diturunkan Allah kepaada Muhammad ini, ayat-ayat nya telah terpelihara dari kesalahan dan kebatilan. kemudian diterangkan dengan adanya perintah dan larangan seta penjelasan halal dan haram dari sisi Allah, Dzat yang mahabijaksana dalam mengatur segala urusan, yang maha mengetahui bagaimana perkara-perkara itu berkesudahan.
Tafsir Al-Madinah
Buka
1. Surat ini dimulai dengan huruf-huruf tersebut sebagai peringatan dan tantangan. Al-Qur’an diturunkan menggunakan bahasa arab, dan inilah huruf-hurufnya; maka dapatkah orang-orang yang fasih dan mahir dalam bahasa arab untuk membuat layaknya al-Qur’an atau satu suratnya? Al-Qur’an adalah kitab yang sangat sempurna dalam susunannya, sifatnya, dan ungkapannya; tidak ada kekurangan dan pertentangan di dalamnya, ayat-ayatnya sempurna dan terperinci, dan tersusun dari penjelasan dan bukti-bukti yang sangat sempurna.
Tafsir Al-Mukhtashar
Buka
1. Alif Lām Rā. Pembahasan tentang huruf-huruf semacam ini sudah ada di awal surah Al-Baqarah. Al-Qur`ān adalah kitab yang ayat-ayatnya dan maknanya disusun dengan tepat dan kata-katanya ditata dengan baik. Maka engkau tidak melihat adanya celah atau kekurangan di dalamnya. Kemudian ayat-ayat itu diberi penjelasan dengan menyebutkan halal dan haram, perintah dan larangan, janji dan ancaman, kisah-kisah dan lain-lain, dari sisi Tuhan Yang Maha Bijaksana dalam mengatur makhluk-Nya dan menetapkan syariat-Nya, lagi Maha Mengetahui kondisi hamba-hamba-Nya dan apa yang terbaik untuk mereka.
Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka
1. (Alif laam raa) Huruf-huruf hijjaiyah ini telah disebutkan penafsirannya di awal surat al-Baqarah. ((inilah) suatu kitab) Yakni al-Qur’an. (yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi) Yakni ayat-ayat yang kuat dan sempurna, yang tidak mempunyai kekurangan dan tidak mungkin dihancurkan seperti bangunan yang kuat; dan ayat-ayat ini tidak akan diganti sebagaimana Taurat dan Injil. (serta dijelaskan secara terperinci) Dengan janji kebaikan dan ancaman, pahala dan siksaan. Makna dari penyempurnaan ayat-ayat ini adalah bahwa ia tidak ada kerusakan dan tidak ada perselisihan. (yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu) Yakni yang disempurnakan oleh Allah Yang Maha Bijaksana, dan dijelaskan oleh-Nya yang Maha Mengetahui segala urusan.
Tafsir Li Yaddabbaru
Buka
1 ) DIantara tadabbur qur'an dari ayat ini, kita menemukan adanya mukjizat sebagai seni yang nampak dan tersembunyi, : yaitu dari segi lafazh dan makna, lafazh-lafazhnya yang disusun rapi, dan maknanya yang dijelaskan secara terperinci, atau sebaliknya (walaupun ada khilaf dalam hal ini), karena setiap lafazh dan maknanya tidak akan cacat dan tercemari oleh tangan-tangan keji, ayat-ayat yang telah mengabarkan tentang hal-hal ghaib yang pernah ada dan telah terbukti kejadiannya secara ilmiyah, ayat-ayat suci yang memerintahkan kepada kebaikan, dan melarang dari segala kerusakan dan keburukan. 2 ). Di ayat mengatakan : { } dan tidak dengan kata { }; sebagai catatan bahwa mukjizat ini mesti dengan kebijaksaan dan ada hikmah baik di baliknya.
Tafsir Ash-Shaghir
Buka
Alif Lām Rā. Kitab yang ayat-ayatnya telah disusun rapi} ayat-ayatnya telah disempurnakan sehingga tidak ada pertentangan dan tidak ada kecacatan {kemudian dirincikan} dejelaskan tentang perintah, larangan, janji, yang diberi janji, pahala, dan hukuman {dari sisi} dari sisi {Dzat Yang Maha bijaksana lagi Maha Mengetahui
Tafsir Aisarut Tafsir
Buka
Makna kata : () Aliif Laam Raa : Ini adalah salah satu dari Huruf Muqatha’ah : tertulis () dan dibaca, Aliif Laam Raa. () Uhkimat : Tersusun, ditata dengan rapi dan sempurna, tidak ada cacat sedikit pun. () Fushshilat : Penjelasan mengenai hukum, kisah, pelajaran, serta berbagai macam petunjuk. ( ) Mil ladun : Dari sisi ( ) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui, yaitu Allah jalla wa ‘alaa. Makna Ayat : Firman-Nya ta’ala () adalah termasuk ayat yang mutasyabih, sehingga sudah sepantasnya untuk menyerahkan maknanya kepada Allah, maka dikatakan: “Allah lebih mengetahui maknanya.” Namun terdapat 2 faidah, yang pertama : Bahwa Al-Qur’anul Karim—Allah menantang seluruh manusia untuk membuat yang semisalnya atau satu surat yang mirip—terdiri dari huruf ini : , , , , , , , , maka buatlah yang semisal huruf-huruf ini jika kalian masih tidak mampu. Jika kalian tak mampu, ketahuilah bahwa Al-Qur’an adalah kitab Allah dan wahyu-Nya serta Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, maka berimanlah kalian. Yang kedua : Ketika mereka enggan mendengarkan Al-Qur’an, bahkan mereka membuat kegaduhan ketika dibacakan Al-Qur’an dan mereka melarang penyebarannya, kemudian datang huruf-huruf ini yang menyelisihi keumuman bahasa serta dialek mereka, sehingga mereka terdorong untuk menyimaknya. Dan ketika mendengarnya, mereka tersentuh dan beriman dengannya. Inilah sebaik-baik faidah yang dimiliki Huruf Muqaththa’ah. Firman-Nya ta’ala ( ) kitab yang agung ini (Al-Qur’an) terdiri dari huruf-huruf ini, tersusun dan tertata dengan sempurna tidak ada kesalahan sedikitpun, baik dari sisi susunan kata ataupun maknanya. Dan firman-Nya ( ) Dijelaskan apa yang terkandung di dalamnya berupa hukum, syari’at, nasehat, aqidah, sastra serta akhlak, dan kandungan-kandungan yang tidak ada tandingannya dari kitab-kitab lain. Firman-Nya ( ) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Teliti-lah yang menjelaskannya. Maha Bijaksana dalam pengaturan, syariat, hukum dan ketentuan-Nya. Maha Teliti akan keadaan hamba-hamba-Nya, urusan seluruh makhluk-Nya. Maka tidaklah kitab, hukum serta penjelasan-Nya, kecuali menjadi yang paling sempurna.
Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka
Surat Hud ayat 1: Maksudnya diperinci atas beberapa macam, ada yang berbicara mengenai aqidah, ibadah, hukum, kisah, akhlak, ilmu pengetahuan, janji dan peringatan, nasehat, perumpamaan dan lain-lain. Dia meletakkan sesuatu pada tempatnya, menempatkan sesuatu pada posisinya, tidak memerintah dan melarang kecuali sesuai kebijaksanaan-Nya. Dia mengetahui yang nampak maupun yang tersembunyi. Oleh karena berasal dari sisi Allah yang Mahabijaksana lagi Maha Teliti, maka anda tidak perlu menanyakan tentang keagungan kitab itu serta kandungannya yang penuh hikmah dan rahmat.
Tafsir An-Nafahat
Buka
Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Dan kami tumbuhkan pula pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun karena banyak sekali buahnya. 11. Itu semua kami ciptakan sebagai rezeki bagi hamba-hamba kami, dan kami ingatkan bahwa kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, yakni kami hidupkan tanah yang tandus yang tidak terdapat padanya tumbuh-tumbuhan sehingga menjadi tanah yang subur dan dapat menumbuhkan bermacam-macam tanaman yang indah. Seperti itulah, kekuasaan Allah menghidupkan sesuatu yang mati, terjadinya kebangkitan manusia dari kuburnya.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ayat 6-11 Allah SWT mengingatkan hamba-hambaNya tentang kekuasaanNya yang Maha Besar melalui ciptaan-ciptaanNya yang lebih agung daripada apa yang mereka herankan dan mereka menganggap mustahil terjadi. (Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya) yaitu dengan pelita-pelita. (dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun?) Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah retak-retak. Ulama’ lain berpendapat bahwa maknanya adalah belahan-belahan. Dan semuanya maknannya berdekatan. sebagaimana firmanNya SWT: (Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? (3) Kemudian pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah (4)) (Surah Al-Mulk) yaitu kelelahan dalam mencari aib atau kekurangan. Firman Allah: (Dan Kami hamparkan bumi itu) yaitu, Kami menjadikannya luas terhampar (dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh) yaitu agar bumi tidak mengombang-ambingkan penduduknya, karena sesungguhnya bumi itu menetap di atas aliran air yang mengelilinginya dari segala penjuru (dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata) yaitu berupa tanam-tanaman dan pepohonan yang beragam jenis dan macamnya (Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat (akan kebesaran Allah)) (49)) (Surah Adz-Dzariyat) Firman Allah, (Bahij) yaitu indah dipandang (untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah) (8)) yaitu menyaksikan penciptaan langit dan bumi serta segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT pada keduanya berupa tanda-tanda yang besar yang membuktikan kekuasaan Allah. Semua itu dijadikan sebagai pelajaran, bukti, dan peringatan bagi setiap hamba yang tunduk, patuh, dan takut kepada Allah SWT Firman Allah SWT: (Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya) yaitu bermanfaat (lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon) yaitu taman-taman, kebun-kebun, dan lain sebagainya (dan biji-biji tanaman yang diketam) yaitu, tanaman yang menghasilkan biji-bijian yang dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama (dan pohon kurma yang tinggi-tinggi) yaitu yang batangnya tinggi-tinggi. Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Qatadah, dan lainnya berkata bahwa “Al-basiqat” adalah tinggi-tinggi (yang mempunyai mayang yang bersusun-susun) yaitu bertingkat-tingkat (untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba (Kami)) yaitu makhluk (dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati) yaitu tanah yang tandus. Setelah Allah menurunkan air hujan padanya, maka tanah itu menjadi subur dan menumbuhkan berbagai macam tumbuhan yang subur, berbunga dan hal lainnya yang keindahannya memukau pandangan mata, padahal sebelum itu tanah tersebut tidak ada tumbuhannya. Maka setelah hujan diturunkan kepadanya, menjadi subur dan hijau karena tumbuh-tumbuhannya. Demikianlah perumpamaan hari kebangkitan setelah mati, dan demikianlah Allah menghidupkan orang-orang yang mati. Pemandangan ini merupakan sebagian dari kekuasaan Allah SWT, bahkan lebih besar daripada apa yang diingkari oleh orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan. sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia) (Surah Ghafir: 57) dan (Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu (33)) (Surah Al-Ahqaf)
Tafsir As-Sa'di
Buka
8-11. Allah secara khusus menyebutkan berbagai kebun dari berbagai manfaat tersebut, kebun yang mencakup berbagai jenis buah-buahan lezat seperti anggur, delima, lemon, apel dan jenis buah-buahan lainnya, terdapat juga pohon kurma yang tinggi, yang manfaatnya untuk waktu yang panjang, tinggi menjulang ke langit hingga tingginya tidak bisa dicapai oleh berbagai pohon lain, dari mayangnya keluar buah sebagai rizki untuk para hamba sebagai makanan, lauk dan buah yang bisa dimakan dan disimpan untuk mereka dan binatang ternak mereka. Begitu juga yang dikeluarkan oleh Allah melalui hujan serta pengaruhnya yang berupa sungai yang ada di permukaan bumi yang dibawahnya terdapat “biji-biji tanaman yang diketam,” yang berupa gandum, jagung, beras, jewawut dan lainnya. Memandang dan merenungkan semua hal itu adalah, “untuk menjadi pelajaran,” yang bisa membuka mata hati orang yang diliputi kebodohan dan “peringatan,” yang dijadikan sebagai peringatan yang berguna di dunia dan akhirat, dijadikan sebagai peringatan terhadap berita yang disampaikan Allah dan RasulNya. Namun hal itu tidak berlaku bagi semua orang, ia hanya berlaku bagi, “tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah).” Menghadap kepadaNya dengan rasa cinta, takut, pengharapan serta terkabulnya doanya. Adapun orang-orang yang mendustakan atau berpaling itu, maka ayat-ayat dan berbagai peringatan tidaklah berguna bagi orang-orang yang tidak beriman. Kesimpulannya, semua penciptaan menawan, kekuatan dan kekokohan merupakan bukti kesempurnaan Kuasa Allah. Semua keindahan, kerapian, keelokan bentuk serta ciptaan merupakan bukti bahwa Allah adalah Dzat yang paling bijaksana, Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Semua manfaat dan kepentingan untuk para hamba merupakan bukti kasih sayang Allah yang meliputi semua makhluk hidup. Semua keagungan bentuk serta rapinya peraturan merupakan bukti bahwa Allah adalah Maha Esa, yang tidak memiliki sekutu sama sekali, Dia-lah Dzat yang semua bentuk ibadah, ketundukan, dan kecintaan hanya ditujukan padaNya. Bumi yang dihidupkan setelah sebelumnya mati dan gersang merupakan bukti bahwa Allah Kuasa menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati, agar Allah bisa memberikan balasan atas mereka, karena itulah Allah berfirman, “Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan (kembali nanti).” Setelah mereka diingatkan dengan berbagai tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di langit dan bumi, setelah ditakut-takuti dengan siksaan yang menimpa berbagai umat sebelumnya agar mereka tidak terus menerus mendustakan sehingga akan tertimpa sebagaimana yang pernah menimpa saudara-saudara mereka yang juga mendustakan, Allah berfirman,
Tafsir Al-Wajiz
Buka
10. Kami juga menumbuhkan kurma yang memiliki ciri pohon tinggi dan buah yang tersusun, yaitu saling tersusun ke atas satu sama lain
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Tafsir Al-Muyassar
Buka
Kami juga menumbuhkan kurma tinggi ke atas, yang mempunyai pucuk yang sebagian tersusun dari sebagian yang lain.
Tafsir Al-Madinah
Buka
Tafsir Al-Mukhtashar
Buka
10. Dan Kami tumbuhkan dengan air itu pohon kurma yang panjang dan tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun, sebagian berada di atas sebagian yang lain.
Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka
10. (dan pohon kurma yang tinggi-tinggi) Makna () yakni menjulang tinggi. (yang mempunyai mayang yang bersusun-susun) Makna () yakni permulaan buah kurma yang muncul. Sedangkan () yakni saling bertumpuk.
Tafsir Li Yaddabbaru
Buka
Tafsir Ash-Shaghir
Buka
{Dan pohon-pohon kurma yang tinggi} yang menjulang tinggi {yang mayangnya bersusun-susun} yang buahnya saling bersusun satu sama lain
Tafsir Aisarut Tafsir
Buka
Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka
Tafsir An-Nafahat
Buka
Surat Qaf ayat 10: Allah menjelaskan bahwasanya dia menumbuhkan dengan hujan ini apa yang Ia jadikan atas ciptaan-Nya dengan zaman yang panjang, seperti pepohonan kurma yang penuh dengan buah-buahan, yang saling bertindih satu sama lain.
Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Saat menikmati anugerah Allah itu, mereka duduk dengan nyaman sambil bersandar di atas dipan-dipan yang tersusun dengan indah dan rapi. Kami anugerahi mereka berbagai kenikmatan yang sempurna dan kami berikan pula kepada mereka pasangan berupa bidadari yang bermata indah. 21. Di surga Allah akan mempertemukan orang tua dengan keturunannya yang seiman. Dan orang-orang yang beriman dan mendapat balasan surga, beserta anak cucu mereka atau ibu bapak mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, walaupun derajat keimanannya tidak serupa, akan kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka di surga sebagai anugerah atas ketakwaan mereka, dan kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal kebajikan yang telah mereka perbuat di dunia. Setiap orang terikat dan akan bertanggung jawab dengan apa yang dikerjakannya, dan dia tidak akan dihukum karena dosa orang lain.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ayat 17-20 Allah SWT memberitahukan keadaan orang-orang yang berbahagia. Maka Allah berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan (17)) Demikian itu kebalikan dari orang-orang yang berada dalam azab dan siksaan di neraka (mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka) yaitu mereka bersenang-senang dengan kenikmatan yang diberikan Allah SWT kepada mereka berupa berbagai nikmat yaitu makanan, minuman, pakaian, tempat-tempat tinggal, kendaraan-kendaraan, dan lainnya (dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka) yaitu Allah SWT telah menyelamatkan mereka dari azab neraka, dan itu merupakan nikmat tersendiri selain dari nikmat lainnya, yaitu Dia memasukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya terdapat kenikmatan yang belum pernah terlihat mata, terdengar telinga, dan terbesit dalam hati manusia. Firman Allah SWT: ((Dikatakan kepada mereka), "Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan” (19)) sebagaimana firmanNya SWT: ((kepada mereka dikatakan).”Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu” (24)) (Surah Al-Haqqah) yaitu hal itu merupakan karunia dan kebaikanNya. Firman Allah SWT: (mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksud adalah dipan-dipan yang mempunyai kelambu. Firman Allah: (berderet-deretan) yaitu wajah sebagian dari mereka berhadapan dengan sebagian lain, sebagaimana firmanNya: (di atas tahta-tahta kebesaran berhadap-hadapan) (Surah Al-Hijr: 44) (dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli) yaitu Kami menjadikan bagi mereka pendamping-pendamping yang shalihah dan istri-istri yang cantik-cantik dari bidadari yang bermata jeli. Mujahid berkata tentang firmanNya: (dan Kami kawinkan mereka) yaitu Kami nikahkan mereka dengan bidadari yang bermata jeli.
Tafsir As-Sa'di
Buka
20. “Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan.” Bertelekan adalah duduk secara nyaman, enak, dan tegak, sedangkan dipan yang dimaksud adalah bantal-bantal yang berhias dengan berbagai hiasan berupa kain mewah dan kasur yang mengembang. Allah menggambarkan dipan-dipan berderetan sebagai petunjuk akan banyaknya, penataannya yang rapi serta kebersamaan penghuninya serta kegembiraan mereka dengan pergaulan mereka yang baik serta saling bertamah-tamah satu sama lain. Setelah kenikmatan hati, ruh, dan raga bersatu yang belum pernah terlintas di benak dan belum pernah ada dalam khayalan berupa makanan dan minuman lezat serta tempat tinggal yang indah, maka tidak ada yang tersisa selain bersenang-senang dengan wanita sebagai pelengkap kegembiraan. Allah menyebutkan, para penduduk surga memiliki pasangan istri-istri yang sifat, bentuk tubuh, serta akhlak mereka paling sempurna, karena itulah Allah berfirman, “Dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.” Mereka adalah wanita-wanita yang memiliki kecantikan wujud nyata disertai akhlak yang baik sehingga siapa pun yang memandangnya akan terlena, mereka bisa menarik hati seluruh alam. Seluruh hati seolah terbang karena merindukan mereka serta keinginan agar bisa sampai pada mereka. Bermata jeli adalah bermata indah kelabu yang bening berwarna putih dan hitam.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
20. Mereka bersandar di atas ranjang-ranjang yang saling berjejeran membentuk satu barisan. Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang putih, cantik dan menyenangkan pandangan. Bentuk mufrad Al-Huur adalah al-Huuraa’, Al-Huuraa’ adalah perempuan yang kelopak matanya sangat putih dan hitam. Al-‘Ain bentuk mufradnya adalah ‘Ainaa’, yaitu mata yang bulat lebar.
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Tafsir Al-Muyassar
Buka
19-20. Makanlah makanan yang nikmat dan minumlah minuman yang lezat, sebagai balasan atas amal-amal shalih yang kalian kerjakandi dunia. Mereka bersandar diatas ranjang-ranjang yang berhadap-hadapan. Kami memberi mereka pasangan wanita-wanita yang berkulit putih, bermata lebar dan cantik-cantik.
Tafsir Al-Madinah
Buka
Tafsir Al-Mukhtashar
Buka
20. Mereka bertelekan di atas dipan-dipan yang dihiasi yang dibikin berbaris. Dan Kami nikahkan mereka dengan bidadari-bidadari putih bermata lebar.
Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka
20. (mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan) Makna () yakni berjejeran satu sama lain hingga membentuk barisan. (dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli) Yakni setiap mereka Kami pasangkan dengan wanita surga. Dan makna () yakni wanita yang memiliki mata yang sangat putih bening dengan pupil yang sangat hitam. Sedangkan () yakni wanita yang memiliki mata yang lebar dan jelita.
Tafsir Li Yaddabbaru
Buka
Tafsir Ash-Shaghir
Buka
Mereka bersandar di atas dipan-dipan yang tersusun} yang saling berhadapan {dan Kami menikahkan mereka dengan bidadari} perempuan-perempuan yang putih {yang bermata indah} yang lebar matanya
Tafsir Aisarut Tafsir
Buka
Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka
Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyifati dipan-dipan tersebut bahwa ia tersusun yang menunjukan banyaknya, rapinya, berkumpulnya keluarganya dan senangnya mereka karena baiknya pergaulan mereka dan halusnya ucapan antara sesama mereka. Ketika kenikmatan hati, ruh maupun badan telah berkumpul pada mereka yang belum pernah terbayang berupa makanan dan minuman yang enak dan tempat duduk yang indah, tinggallah mereka bersenang-senang dengan wanita yang kesenangannya tidak sempurna tanpanya, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan bahwa untuk mereka ada istri-istri yang paling sempurna sifat, fisik dan akhlaknya. Oleh karena itu, Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman, “dan Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah.” Wanita-wanita ini menggabung antara penampilan yang menarik dan akhlak yang utama, yang membuat orang-orang yang melihatnya tercengang karena begitu cantiknya, bahkan membuat hati melayang kepadanya karena rindunya. Mata mereka indah, dimana warna putih dan hitamnya begitu jelas.
Tafsir An-Nafahat
Buka
Surat At-Tur ayat 20: Allah menjelaskan sebagian apa yang mereka dapat dari kenikmatan di surga; Allah mengabarkan bahwa mereka bertelekan di atas dipan-dipan mereka yang di hias dengan macam-macam hiasan; Berderet-deret sebagian yang lain bagi sebagian yang lainnya. Allah mengabarkan bahwa istri-istri mereka adalah bidadari, dan di sana terdapat para wanita yang terkumpul padanya sifat-sifat indah pada mereka, dan indah secara dzahir maupun bathin. Allah persiapkan para wanita itu bagi mereka hamba-Nya yang beriman yang diberikan nikmat di surga yang penuh kenikmatan; Mereka akan diberikan tambahan atas istrinya yang di dunia, dengan para wanita yang Allah ciptakan indah dari bidadari-bidadari.
Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Ayat ini menyatakan bahwa Allah suka kepada orang-orang yang berjihad dalam barisan yang teratur. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya untuk membela diri dan membela kehormatan islam dan kaum muslim dalam barisan yang teratur, kuat, militan, dan terorganisir dengan baik; mereka seakan-akan dalam membangun kekuatan umat seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh, saling menguatkan komponen umat muslim yang satu terhadap komponen umat muslim lainnya. 5. Allah selanjutnya berbicara tentang orang-orang fasik yang menyakiti nabi musa karena pembangkangannya. Dan ingatlah wahai Muhammad, ketika musa berkata kepada kaumnya, bani israil, 'wahai kaumku! mengapa kamu menyakitiku dengan menyembah patung anak sapi ketika aku munajat kepada Allah di gunung sinai, dan menolak berjihad, padahal Allah menjanjikan kemenangan kepada kamu untuk masuk ke yerussalem. Apakah kamu tidak menyadari, padahal kamu sungguh mengetahui, bahwa sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu untuk mengajarkan prinsip tiada tuhan selain Allah, tiada ibadah kecuali kepada-Nya, dan tidak mempertuhankan manusia'' maka ketika mereka berpaling dari kebenaran dengan menutup mata, telinga, pikiran, dan hati, maka Allah pun memalingkan hati mereka dari kebenaran dan membiarkan mereka sesat sehingga mereka bertambah jauh dari kebenaran. Dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang fasik, yaitu yang terus-menerus berbuat dosa besar, tanpa merasa bersalah.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ayat 1-4 Telah disebutkan pembahasannya dalam firman Allah dalam firman Allah SWT: (Bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan bumi; dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (l)) yang tidak hanya sekali sehingga tidak perlu lagi diulangi. Adapun firman Allah SWT: (Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan (2)) pengingkaran terhadap orang yang menjanjikan suatu janji atau mengatakan sesuatu, lalu dia tidak memenuhinya. Oleh karena itu maka ada sebagian ulama salaf yang berpendapat atas dalil ayat ini bahwa diwajibkan bagi seseorang menunaikan apa yang dia janjikan secara mutlak baik yang dijanjikan itu berkaitan dengan kewajiban atau tidak. Mereka juga berhujjah dengan hadits yang disebutkan di dalam hadits shahih Bukhari Muslim, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:”Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu apabila berjanji dia mengingkari, apabila berbicara, dia berdusta dan apabila dipercaya dia berkhianat” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan (2)) dia berkata,”Dahulu sebelum jihad diwajibkan, ada segolongan orang-orang mukmin yang berkata bahwa kami sangat menginginkan sekiranya Allah SWT menunjukkan kepada kami amal perbuatan yang paling disukai di sisiNya, maka kami akan mengerjakannya. Maka Allah SWT memberitahukan kepada NabiNya, bahwa amal perbuatan yang paling disukai adalah beriman kepadaNya tanpa keraguan, dan berjihad melawan orang-orang yang durhaka kepadaNya, yaitu orang-orang yang menentang keimanan dan tidak mau mengakuinya. Ketika diturunkan perintah berjihad, sebagian dari orang-orang mukmin tidak senang dengan itu dan terasa berat oleh mereka. Maka Allah SWT berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tiada kamu kerjakan? (2)) Pendapat inilah yang dipilih Ibnu Jarir. Dalam firman Allah SWT: (Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh) Ini merupakan pemberitahuan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman. dia berkata tentang firmanNya: (seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh) yaitu sebagiannya menempel ketat dengan sebagian yang lain dalam barisannya dalam peperangan.
Tafsir As-Sa'di
Buka
4. Ini merupakan dorongan motivasi dari Allah untuk hamba-hambaNya agar berjihad di jalanNya dan sebagai pengajaran bagi mereka apa yang harus dikerjakan. Yaitu, mereka harus berbaris dalam jihad secara sejajar dan lurus tanpa adanya celah dalam barisan. Barisan-barisan mereka harus teratur sehingga akan tercapai kesetaraan di antara mujahidin, saling memperkuat dan menimbulkan rasa takut bagi musuh serta saling menggiatkan satu sama lain. Karena itu, ketika Rasulullah menghadiri peperangan, beliau menata para sahabat dallam beberapa barisan serta mengatur mereka dalam berbagai posisi, agar masing-masing tidak mengandalkan pada yang lain, tapi masing-masing kelompok berkonsentrasi di posisinya dan menunaikan tugasnya. Dengan cara seperti ini, pekerjaan bisa tuntas dan kesempurnaan bisa di dapatkan.
Tafsir Al-Wajiz
Buka
4. Sesungguhnya Allah meridhai orang-orang yang berperang di jalanNya untuk menjunjung tinggi firmanNya dengan berbaris dalam satu barisan, seakan-akan mereka adalah suatu bangunan yang (material-materialnya) saling berhimpitan dan melekat (kokoh) satu sama lain. Maknanya adalah seakan-akan mereka adalah satu kesatuan
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Tafsir Al-Muyassar
Buka
4. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalanNya dengan berbaris rapi seolah-olah mereka adalah bangunan yang kokoh lagi mantap sehingga musuh tidak dapat menembusnya. Ayat ini menetapkan keutamaan jihad dan para mujahidin, karena Allah mencintai hamba-hambaNYa yang beriman ketika mereka berbaris rapi menghadapi musuh-musuh Allah dan memerangi mereka dijalanNya.
Tafsir Al-Madinah
Buka
4. Allah memuji orang-orang yang berjihad dan menegaskan kecintaan-Nya bagi mereka; ketika mereka berperang demi membela agama-Nya membentuk barisan-barisan, seakan-akan mereka adalah bangunan yang kokoh yang tidak dapat ditembus musuh.
Tafsir Al-Mukhtashar
Buka
4. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang beriman yang berperang di jalan-Nya untuk mencari rida-Nya dalam barisan, sebagian mereka berjejer dengan sebagian yang lain seakan-akan mereka adalah bangunan yang saling mengikat satu dengan yang lain.
Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka
4. (ungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya) Allah menjelaskan kepada mereka bahwa perang di jalan Allah merupakan hal yang paling dicintai Allah dari hamba-Nya. dan dalam hadits disebutkan: “Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan tiangnya adalah jihad di jalan Allah.” (dalam barisan yang teratur) Yakni mereka mengatur diri mereka dalam barisan. (seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh) Yakni mereka saling berdempetan sampai seperti satu tubuh, ini mereka lakukan karena kesungguhan mereka dalam menjalankan perintah Allah, tidak ada dari mereka yang menunda, dan mereka tidak dapat ditembus musuh.
Tafsir Li Yaddabbaru
Buka
Tafsir Ash-Shaghir
Buka
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam satu barisan} mereka membentuk barisan-barisan {seakan-akan mereka suatu bangunan yang tersusun kokoh} yang saling bergabung satu sama lain
Tafsir Aisarut Tafsir
Buka
Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka
Ayat ini merupakan dorongan dari Allah Subhaanahu wa Ta'aala kepada hamba-hamba-Nya untuk berjihad di jalan-Nya dan mengajarkan kepada mereka bagaimana yang seharusnya mereka lakukan, dan bahwa sepatutnya mereka berbaris secara rapi dalam jihad tanpa ada celah dalam barisan, dimana barisan mereka tersusun rapi dan tertib yang dengannya dicapai kesamaan antara para mujahid, saling bantu-membantu, membuat musuh gentar dan membuat semangat. Oleh karena itulah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam apabila berperang menyusun barisan para sahabatnya dan merapikan posisi-posisi mereka sehingga tidak terjadi bersandarnya sebagian mereka kepada yang lain, bahkan masing-masing kelompok fokus di tempatnya dan mengerjakan tugasnya, sehingga dengan cara seperti ini sempurnalah amal dan tercapailah kesempurnaan.
Tafsir An-Nafahat
Buka
Surat As-Shaff ayat 4: Allah menjelaskan bahwa siapa yang mencintai Allah, dia akan berjihad di jalan Allah; Allah menyukai mereka yang berperang di jalan Allah, yaitu berbaris-baris, seolah-olah mereka berbaris menyerupai tembok yang tidak ada celah padanya. Atau yang kokoh dan menempel yang padanya tiada celah. Dan sungguh ketika sebelumnya dalam memerangi orang-orang non arab pasukan kocar kacir, setiap pasukan mencari musuh masing-masing, dengan kata lain tercerai berai.
Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah
Tafsir Ringkas Kemenag
Buka
Mengapa kamu ingkar kepada tuhan yang telah menciptakanmu dari tiada dalam ukuran yang tepat, lalu dia menyempurnakan kejadianmu dengan anggota-anggota tubuh, dan dia menjadikan susunan tubuh-Mu seimbang'8. Dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, dia menyusun tubuhmu dengan sempurna. Tidak ada manusia yang sama persis dengan lainnya. Karena mempunyai bentuk tubuh yang sempurna, semestinya manusia bersyukur kepada Allah dan tidak bermaksiat bahkan menyekutukannya.
Tafsir Ibnu Katsir
Buka
Ayat 1-12 Allah SWT berfirman: (Apabila langit terbelah (1)) yaitu terbelah sebagaimana Allah SWT berfirman: (Langit (pun) menjadi pecah belah pada hari itu karena Allah) (Surah Al-Muzzammil: 18) (dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan (2)) yaitu, jatuh berguguran (dan apabila lautan dijadikan meluap (3)) lbnu Abbas berkata bahwa Allah meluapkan sebagian darinya dengan sebagian lain. (dan apabila kuburan-kuburan dibongkar (4)) Ibnu Abbas berkata yaitu dibongkar (maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya (5)) yaitu apabila mengetahui ini dan mendapatkan itu Firman Allah SWT: (Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah (6)) Ini merupakan ancaman, tidak sebagaimana yang dikatakan sebagian orang yang berkata bahwa kalimat ini adalah kata tanya yang mengantarkan kepada jawaban, dimana Allah menanyakan demikian sehingga ada seseorang dari juru bicara mereka menjawab,'"dia terperdaya oleh kemurahanNya" Tidaklah demikian. melainkan makna yang dimaksud adalah "Apakah yang memperdayakanmu terhadap Tuhanmu yang Maha Mulia yaitu Maha Agung sehingga kamu berani berbuat durhaka kepadaNya, dan kamu membalas karuniaNya dengan perbuatan yang tidak layak terhadapNya" Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits,”Allah SWT berfirman pada hari kiamat,"Wahai anak cucu Adam, apakah yang telah memperdayakanmu terhadapKu? Wahai anak Adam, bagaimanakah jawabanmu terhadap para rasul?” Firman Allah SWT: (Yang telah menciptakan kamu, lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang (7)) yaitu apakah yang memperdayakan kamu terhadap Tuhanmu yang Maha Mulia (Yang telah menciptakan kamu, lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang (7)) yaitu menjadikanmu sempurna, tegak mempunyai tinggi yang seimbang dengan bentuk yang paling baik dan paling rapi. Firman Allah SWT: (dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu (8)) Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah seperti dengan ayah, ibu, atau paman dari jalur ibu atau paman dari jalur ayah. Firman Allah SWT: (Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan (9)) yaitu sesungguhnya yang mendorong kalian berani menantang Tuhan Yang Maha Pemurah dan membalasNya dengan perbuatan-perbuatan durhaka itu karena hati kalian mendustakan hari kebangkitan, hari pembalasan, dan hari penghisaban. Firman Allah SWT: (Padahal sesungguhnya bagi kalian ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaan kalian) (10) yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaan itu) (11) mereka mengetahui apa yang kalian kerjakan (12)) yaitu, sesungguhnya pada kalian ada para malaikat yang mulia-mulia yang mencatat amal perbuatan. Maka janganlah kalian menghadapi mereka dengan amal keburukan, karena sesungguhnya mereka mencatat semua amal perbuatan kalian.
Tafsir As-Sa'di
Buka
Ayat 6-8 Allah berfirman mencela manusia yang tidak menunaikan kewajiban semestinya dan berani menerjang kemaksiatan-kemaksiatan, “Hai manusia, apakah yang telah memberdayakan kamu (berbuat durhaka) terhaadap Rabbmu Yang Maha Pemurah?” Apakah karena ketidakpedulianmu pada kewajiban-kewajibanNya, ataukah karena kalian menghina azabNya, ataukah karena kamu tidak beriman akan balasanNya? Bukankah Dia “Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadiannmu” dalam bentuk yang paling sempurna, “dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,” dan menyusunmu secara rapi, tegak, dan lurus dalam bentuk yang paling sempurna dan indah? Lantas apakah kamu pantas mengkufuri nikmat dari Dzat yang memberi, ataukah karena kamu mengingkari kebaikan Dzat yang berbuat baik? Semua itu tidak lain adalah karena kebodohan, kezhaliman, dan pembangkanganmu. Bersyukkurlah pada Allah, karena tidak membuat wujudmu seperti bentuk anjing, keledai atau binatang lainnya. Karena itu Allah berfirman, “Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.”
Tafsir Al-Wajiz
Buka
6-7. Wahai manusia, apa yang memperdayamu sehingga engkau bermaksiat kepada Tuhanmu? Diriwayatkan dari Ibnu Abi Hatim ketika bertamu kepada Abu bin Khalaf. Allah-lah yang membuatmu ada, yang menjadikan anggota tubuhmu lengkap sempurna dan berfungsi sempurna, sehingga engkau menjadi seimbang, dan ciptaan yang proporsional.
Tafsir Al-Mishbah
Buka
Tafsir Al-Muyassar
Buka
6-8. Wahai manusia yang mengingkari kebangkitan,apa yang membuatmu tertipu terhadap tuhan yang maha pemurah,pemilik kebaikan melimpah,yang berhak ditaati dan disyukuri? Bukankah Dia yang telah menciptakanmu dan membaguskan penciptaanmu lalu dia menyempurnakannya. Dan menyusun tubuhmu untuk menunaikan tugas tugasmu? Dia maha kuasa untuk menciptakan kalian dalam bentuk apa pun yang dia kehendaki.
Tafsir Al-Madinah
Buka
Tafsir Al-Mukhtashar
Buka
7. Yang telah mengadakan dirimu yang sebelumnya kamu tidak ada. Dan menjadikanmu dengan tubuh yang sempurna dan seimbang.
Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka
7. (Yang telah menciptakan kamu) Yakni menciptakan kamu dari air mani, sedangkan ketika itu kamu belum menjadi makhluk apapun. (lalu menyempurnakan kejadianmu) Sehingga kamu menjadi orang yang dapat mendengar, melihat, dan berfikir. (dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang) Yakni menjadikan tubuhmu serasi, memiliki bentuk yang indah, dan menjadikan anggota badanmu sesuai.
Tafsir Li Yaddabbaru
Buka
6-7 1) Salah seorang dosen disalah satu universitas berkata : suatu ketika seorang mahasiswa yang berdarah perancis berkata kepadaku "ketika aku mendengar firman Allah : { } aku terkejut dengan keagungan, dan keilmuan, serta kekuasaan pemilik firman ini, sehingga aku yakin bahwa ucapan ini bukan dari lisan manusia, dari titik inilah berawal ketertarikan aku dengan islam. 2) Dalam ayat disebutkan { } dan bukan { } dalam firmannya Allah mengatakan { } , pada hakikatnya lafazh ini mengandung makna dari beberapa makna yang sesuai dengan peringatan kepada manusia perihal nikmat Allah kepadanya, dan peringatan akan hak Allah dalam ketaatan manusia kepada-Nya. 3) Alihkanlah pandangan mata kepada diri anda, dan perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan tubuh ini dengan begitu sempurna, Dia menempatkan anggota-anggota tubuh ini pada tempatnya yang tepat, dan telah mengatur kegunaannya masing-masing, kemudian perhatikanlah firman Allah : { , } .
Tafsir Ash-Shaghir
Buka
Yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan penciptaanmu} menjadikanmu sempurna dan sehat {dan menjadikanmu seimbang} menjadikanmu berdiri tegak dan memiliki badan yang sesuai
Tafsir Aisarut Tafsir
Buka
Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka
Sedangkan kamu sebelumnya tidak ada. Sehingga anggota badanmu sempurna; tanpa cacat. Misalnya tangan yang satu tidak lebih panjang daripada tangan yang lain, demikian pula kaki yang satu tidak lebih panjang daripada yang lain. Jika demikian, apakah pantas bagimu mengkufuri nikmat Allah yang telah memberikan berbagai nikmat kepadamu dan mengingkari kebaikan-Nya? Itu tidak lain karena kebodohanmu, kezalimanmu, sikapmu yang keras kepala dan tindakanmu yang tidak dipikirkan lebih dahulu.
Tafsir An-Nafahat
Buka
Surat Al-Infitar ayat 7: 6-8. Kemudian Allah peringatkan manusia-manusia yang mengingkari akan hari kebangkitan dan Ia berkata : Wahai manusia ! Atas dasar apa engkau mengkhianati dan engkau berani bermaksiat kepada Rabbmu Yang Maha Agung. Yang Ia telah memberikan nikmat kepadamu secara nyata dan menciptakanmu dan menjadikanmu sesempurna-sempurnanya makhluk. Allah jadikan engkau dengan bentuk paling indah dan Allah susun (dirimu) dengan wujud (manusia) dengan sebaik-baik bentuk.