SI Qur'an

Indikator 18: Pengelompokkan

Ditemukan 6 rujukan ayat di dalam sistem.

QS. Al-Baqarah (2): Ayat 31 Rujukan #1
وَعَلَّمَ ءَادَمَ ٱلْأَسْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ فَقَالَ أَنۢبِـُٔونِى بِأَسْمَآءِ هَٰٓؤُلَآءِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ
wa ‘allama ādamal-asmā`a kullahā ṡumma ‘araḍahum ‘alal-malā`ikati fa qāla ambi`ụnī bi`asmā`i hā`ulā`i ing kuntum ṣādiqīn
"Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!”"

Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah

Tafsir Ringkas Kemenag
Buka

Salah satu sisi keutamaan manusia dijelaskan pada ayat ini. Dan dia ajarkan kepada adam nama-nama semuanya, yaitu nama bendabenda dan kegunaannya yang akan bisa membuat bumi ini menjadi layak huni bagi penghuninya dan akan menjadi ramai. Benda-benda tersebut seperti tumbuh-tumbuhan, hewan, dan benda-benda lainnya. Kemudian dia perlihatkan benda-benda tersebut kepada para malaikat dan meminta mereka untuk menyebutkan namanya seraya berfirman, sebutkan kepada-ku nama semua benda ini, jika kamu yang benar! Allah ingin menampakkan kepada malaikat akan kepatutan nabi adam untuk menjadi khalifah di bumi inimereka, para malaikat, tidak sanggup menyebutkan nama bendabenda tersebut dan menjawab, mahasuci engkau dari segala kekurangan, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, engkaulah yang maha mengetahui, mahabijaksana. Jawaban malaikat ini adalah jawaban yang penuh santun. Pertama, malaikat mengemukakan ketidakmampuan mereka untuk menyebutkan nama-nama benda itu dengan ungkapan yang menunjukkan kemahasucian Allah. Kedua, malaikat merasa bahwa pengetahuan mereka sangatlah sedikit. Pengetahuan mereka adalah pemberian dari Allah semata. Ketiga, malaikat memuji Allah dengan dua sifat yaitu yang maha mengetahui segala sesuatu dan mahabijaksana dalam semua kebijakan dan seluruh pekerjaan-Nya, termasuk pemilihan nabi adam, manusia, sebagai khalifah.

Tafsir Ibnu Katsir
Buka

Ini adalah bagian ayat di mana Allah SWT menyebutkan kelebihan nabi Adam AS atas para malaikat, keistimewaan ilmu tentang nama-nama dari segala sesuatu yang tidak diberikan kepada mereka. Hal ini terjadi setelah mereka melakukan sujud kepadanya. Sebenarnya penjelasan tentang hal ini telah disebutkan karena adanya keterkaitan antara bagian ini dengan ketidaktahuan para malaikat tentang hikmah penciptaan khalifah ketika mereka bertanya tentang hal itu. Lalu Allah memberitahu mereka bahwa Dia mengetahui apa yang tidak mereka ketahui. Oleh karena itu, Allah menyebutkan ayat ini untuk menjelaskan kelebihanan nabi Adam AS atas mereka dalam hal keilmuan. Allah SWT berfirman, " Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya" Mujahid berkata,(Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya ) maknanya adalah ilmunya tentang nama setiap binatang melata, burung, dan segala sesuatu Hal yang juga diriwayatkan dari Sa'id bin Jubair, Qatadah, dan beberapa ulama’ teradahulu lainnya bahwa nabi Adam AS diajarkan nama-nama segala sesuatu. Ar-Rabi' dalam satu riwayat dia mengatakan bahwa itu adalah nama para malaikat. Hamid Asy-Syami berkata bahwa itu adalah nama-nama bintang. Abdullah bin Zaid berkata bahwa dia diajarkan nama-nama seluruh keturunannya. Ibnu Jarir memilih pendapat bahwa dia diajarkan nama para malaikat dan keturunannya, karena Allah SWT berfirman, (kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat). Ini adalah ungkapan yang masuk akal Ini adalah pendapat yang dia kuatkan, karena tidak menafikan kemungkinan ada makhluk lain yang ikut bersama mereka (para malaikat). Mengungkapkan sesuatu secara keseluruhan menggunakan pola berpikir orang yang berakal itu untuk menunjukkan dominasi, sebagaimana Allah berfirman, (Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu) (Surah An-Nur:45) Ibnu Mas'ud membaca, (Tsumma ‘aradhahun) dan Abu Ka’b membaca (Tsumma ‘aradhaha), maknanya yaitu nama-nama (makhluk-makhluk tersebut). Yang benar adalah bahwa Allah mengajari nabi Adam AS nama-nama segala sesuatu; baik esensi, sifat, maupun perbuatannya, sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abbas. yaitu nama sesuatu dan perbuatannya baik yang besar dan yang kecil, Oleh karena itu Qatadah meriwayatkan dari Anas dari nabi Muhammad SAW, bersabda, "Pada hari kiamat orang-orang yang beriman berkumpul lalu mereka berkata; 'Sebaiknya kita meminta syafaat kepada Tuhan kita sehingga kita dapat pindah dari tempat kita sekarang juga.' Lalu mereka mendatangi Adam AS seraya mengatakan; 'Wahai Adam, engkau adalah bapaknya manusia, Allah menciptakanmu dengan tanganNya sendiri dan menjadikan malaikat-malaikat-Nya sujud kepadamu, serta diajarkan pula kepadamu nama-nama segala sesuatu" Hal ini menunjukkan bahwa Allah mengajarinya, nama-nama semua makhlukNya. Oleh karena itu, Allah berfirman, (kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat) maknanya, yaitu nama-nama itu, sebagaimana yang dikatakan oleh Abdur Razzaq dari Ma'mar dan dari Qatadah, bahwa maknanya adalah Dia menunjukkan nama-nama itu kepada para malaikat dengan berkata, (lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!") Ibnu Jarir berkata,”Pendapat yang paling kuat mengenai hal itu adalah tafsir Ibnu Abbas dan orang yang menyampaikan pendapatnya, yaitu "Beritahukanlah kepadaKu nama-nama yang telah Aku tunjukkan kepada kalian, wahai para malaikat yang berkata (Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah)

Tafsir As-Sa'di
Buka

31. Dan Dia mengajarkan “kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, ” yakni nama-nama sesuatu dan apa pun yang bernama dengan nama itu, maka Allah mengajarkan kepadanya nama dan yang dinamakan, yakni kata-kata dan makna-maknanya hingga kat-kata yang dikecilkan dan yang di besarkan. Seperti kalimat qush'ah dan qushoi'ah “Kemudian mengemukakannya.” Yakni Allah mengemukakan hal –hal yang bernama-nama tersebut, ‘kepada para malaikat” sebagai ujian bagi mereka, apakah mereka mengetahui hal-hal yang bernama itu atau tidak, “Lalu berfirman, “sebutkanlah kepadaKu nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar” dalam perkataan dan dugaan kalian bahwasanya kalian lebih utama daripada khalifah tersebut.

Tafsir Al-Wajiz
Buka

Dan Allah SWT mengajarkan Adam nama-nama semua hal dan semua makhluk, kemudian Allah bertanya kepada para malaikat tentang nama-nama yang diajarkan kepada Adam tersebut (melalui nurani mereka yang berakal) dengan berfirman: “Kabarkanlah kepadaKu tentang nama-nama itu, jika kalian adalah orang-orang yang beranggapan bahwa pendapat kalian tentang kekhalifahan itu lebih benar dibanding dari selain kalian”. Kemudian mereka menyerah

Tafsir Al-Mishbah
Buka

Tafsir Al-Muyassar
Buka

Sebagai penjelasan keutamaan Nabi Adam alaihissalam, Allah mengajarkan kepadanya nama-nama segala sesuatu kemudian mempertunjukkan objek-objek tersebut di hadapan para malaikat sembari berfirman kepada mereka: “beritahukanlah kepada-Ku nama-nama semua objek yang ada Itu, jika kalian memang berkata benar bahwa kalian lebih pantas untuk dijadikan khalifah di muka bumi daripada mereka!”

Tafsir Al-Madinah
Buka

31. Setelah Allah menyampaikan kepada malaikat bahwa hakikatnya tidak seperti yang mereka kira, maka Allah kemudian menunjukkan dalil yang membuktikan hal itu dengan lanjutan firman-Nya: () yakni untuk menegakkan bukti akan hal itu. Maka Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama segala sesuatu, mengajarkannya mengenali benda-benda dan namanya. Kemudian Allah menunjukkan benda-benda itu kepada para malaikat seraya befirman: “Katakan kepada-Ku nama dari benda-benda ini jika kalian memang benar-benar lebih layak untuk menghuni bumi!”

Tafsir Al-Mukhtashar
Buka

31. Dan untuk menjelaskan kedudukan Adam -'alaihissalām-, Allah -Ta'ālā- mengajarkan kepadanya nama-nama segala sesuatu, baik makhluk hidup maupun benda-benda mati, baik lafal maupun maknanya. Kemudian Allah menunjukkan benda-benda tersebut kepada para Malaikat seraya berfirman, “Beritahukan kepadaku nama benda-benda tersebut, jika memang pernyataan kalian benar bahwa kalian lebih mulia dan lebih baik dari makhluk (manusia) ini.”

Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka

31. (seluruh nama-nama) Yakni seluruh nama-nama benda. Dan pendapat lain mengatakan: nama-nama malaikat dan keturunan Adam, sehingga Adam dapat menyebutkan, orang ini bernama fulan dan yang ini bernama fulan. (sebutkanlah kepada-Ku) Yakni kabarkanlah kepada-Ku

Tafsir Li Yaddabbaru
Buka

Tafsir Ash-Shaghir
Buka

Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama secara keseluruhan} nama-nama seluruh benda, dari segi pelafalan dan makna-maknanya {kemudian Dia memperlihatkannya} memperlihatkan hal-hal yang sudah dinamai itu{kepada para malaikat lalu berfirman, “Beritahulah Aku} beritahulah Aku {nama-nama (benda) ini jika kalian adalah orang-orang yang benar”

Tafsir Aisarut Tafsir
Buka

Makna kata : : Adam adalah salah seorang nabiNya Allah –baginya keselamatan- , dijuluki sebagai bapaknya manusia. : Al-Asmaa’ adalah seluruh jenis nama-nama benda yang ada seperti air, tetumbuhan, hewan-hewan dan manusia. : Dapat menyebutkan nama-nama yang ada di depannya, karena di antara mereka ada makhluk-makhluk yang memiliki akal, sehingga Allah lebih mengutamakan penyebutan mereka dibandingkan yang tidak berakal. Oleh karena itu memakai kata ganti makhluk berakal, bukan sebaliknya dengan kata ‍ Anbi’uuniy : Beritahukanlah kepada-Ku Haa’ulaaiy : Seluruh makhluk yang disebutkan nama-namanya di hadapan para malaikat. Makna ayat : Allah Ta’ala memberitahukan dengan menjelaskan tentang kekuasaanNya, ilmuNya, dan kebijaksanaanNya yang mengharuskan untuk beribadah kepada Allah semata tanpa sekutu, bahwa Dia mengajarkan kepada Adam seluruh nama-nama benda, kemudian Adam memaparkan nama-nama tersebut kepada para Malaikat lantas berkata,”Beritahukan nama-nama itu jika kalian termasuk orang-orang yang benar” apabila pengakuan bahwa kalian makhluk yang paling mulia dan paling pintar. Pelajaran dari ayat 31-33 : 1. Penjelasan mengenai kekuasaan Allah yang mampu untuk mengajarkan Adam nama-nama seluruh makhluk sehingga Adam mengetahuinya. 2. Kemuliaan ilmu dan keutamaan orang yang berilmu dibanding orang yang bodoh.

Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka

Untuk mengetest mereka. Di sini Allah Ta'ala membuktikan kelebihan Adam 'alaihis salam dalam hal ilmu, Allah mengajarkan kepadanya nama-nama benda semuanya lalu diperlihatkan-Nya kepada para malaikat sambil berfirman: "Beritahukanlah kepada-Ku nama-nama benda yang ada ini jika kamu memang benar", yakni memang benar lebih layak menjadi khalifah di muka bumi daripada Adam dan keturunannya.

Tafsir An-Nafahat
Buka

Surat Al-Baqarah ayat 31: Allah mengabarkan bahwasanya Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama keseluruhannya yaitu memampukan Adam mengenal segala nama , Allah jadikan Adam memiliki pengetahuan atas nama-nama yang terkandung padanya penciptaan Allah yang bahwasanya Adam adalah orang yang tahu akan hal tersebut. Allah juga memberikan kunci-kunci dari ilmu dan bahasa serta nama-nama. Sesungguhnya Allah menampakan sesuatu yang dinamai kepada malaikat sebagai ujian bagi mereka para malaikat jika memang mereka jujur akan sangkaan mereka, dan bahwasanya mereka lebih afdol dari Adam dan keturunan.

QS. Al-An'am (6): Ayat 142 Rujukan #2
وَمِنَ ٱلْأَنْعَٰمِ حَمُولَةً وَفَرْشًا ۚ كُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
wa minal-an’āmi ḥamụlataw wa farsyā, kulụ mimmā razaqakumullāhu wa lā tattabi’ụ khuṭuwātisy-syaiṭān, innahụ lakum ‘aduwwum mubīn
"Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu."

Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah

Tafsir Ringkas Kemenag
Buka

Allah pun menciptakan hewan ternak untuk kepentingan manusia. Dan di antara hewan-hewan ternak yang diciptakan Allah itu ada yang dijadikan pengangkut beban seperti unta, keledai, dan kuda dan ada pula yang untuk disembelih seperti kambing dan sapi. Wahai manusia, makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu, yaitu yang Allah halalkan untukmu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan sebagaimana kaum musyrik yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. Allah lalu menjelaskan bahwa ada delapan ekor hewan ternak yang berpasangan, atau empat pasang hewan ternak; sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah, wahai nabi Muhammad kepada kaum musyrik, sebagai kritikan kepada mereka, manakah yang diharamkan Allah di antara binatang itu' apakah yang diharamkan Allah dua yang jantan atau dua yang betina atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya' terangkanlah kepadaku berdasar pengetahuan, yaitu suatu bukti dan keterangan dari kitab Allah atau keterangan dari para nabi-Nya bahwa Allah mengharamkan yang demikian jika kamu orang yang benar dan bukan membuat-buat ketetapan itu. ".

Tafsir Ibnu Katsir
Buka

Ayat 141-142 Allah SWT berfirman seraya menjelaskan bahwa Dia adalah Dzat yang menciptakan segala sesuatu berupa tanaman, buah-buahan, dan ternak yang diatur oleh orang-orang musyrik berdasarkan pendapat mereka yang rusak. Mereka membagi-baginya, lalu mereka menjadikan darinya yang haram dan yang halal. Lalu Allah SWT berfirman: (Dan Dialah yang menciptakan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang (ma'rusyaat) adalah sesuatu yang didirikan manusia (ghairu ma’rusyat) adalah tanaman yang tumbuh di dataran dan gunung-gunung. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan tunaikanlah haknya di hari memetik buahnya) yaitu zakat yang diwajibkan pada hari dilakukan penimbangan yang hasilnya diketahui. Demikian juga yang dikatakan oleh Sa'id bin Al-Musayyib. Allah SWT mencela orang-orang yang memanen dan tidak bersedekah, sebagaimana Allah menyebutkan tentang penghuni surga dalam surah Nun (Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akanmemetik (hasil)nya di pagi hari (17) dan mereka tidak menyisihkan (hak fakir miskin) (18) lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur (19) maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita (20)) yaitu seperti malam yang semakin kelam hitamnya karena terbakar (lalu mereka panggil memanggil di pagi hari (21) "Pergilah diwaktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya" (22) Maka pergilah mereka saling berbisik-bisik (23) "Pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam kebunmu" (24) Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka (menolongnya) (25) Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan) (26) bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)" (27) Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka: "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?" (28) Mereka mengucapkan: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim" (29) Lalu sebagian mereka menghadapi sebagian yang lain seraya cela mencela (30) Mereka berkata: "Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas" (31) Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita (32) Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui (33)) (Surah Al-Qalam) Firman Allah SWT: (dan janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan) Dikatakan, bahwa maknanya adalah janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memberi, sehingga kalian memberi melebihi sesuatu yang diketahui. Dalam kitab shahih Imam Bukhari sebagai ta'liq, yaitu: “Makan, minum, dan berpakaianlah kalian dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak pula sombong” Hal ini merupakan penjelasan dari hal itu. Hanya Allah yang lebih mengetahui Firman Allah SWT: (dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih) yaitu Allah menjadikan untuk kalian binatang ternak yang bisa dijadikan untuk pengangkut, dan bisa dijadikan hewan sembelihan. Dikatakan bahwa yang dimaksud dengan “hamulah” adalah unta yang digunakan untuk mengangkut sesuatu, dan “Al-farsyu” adalah unta yang masih muda. Ibnu Abbas mengatakan bahwa “hamulah” adalah unta dewasa, dan “farsyun” adalah unta yang masih muda. Demikian juga yang dikatakan Mujahid. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas terkait firmanNya: (dan di antara binatang ternak ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih) Adapun “hamulah” adalah unta, kuda, peranakan keledai, dan keledai serta hewan lainnya yang digunakan untuk mengangkut sesuatu. Adapun “farsyun” yaitu kambing. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir. Dia berkata,”Aku mengira bahwa hewan ini dinamakan farsy jarak tubuhnya yang rendah dari tanah. Firman Allah SWT: (Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepada kalian) yaitu buah-buahan, hasil tanaman, dan binatang ternak. Semua itu diciptakan dan dijadikan oleh Allah sebagai rezeki bagi kalian (dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan) yaitu jalan dan perintah setan, sebagaimana yang diikuti oleh orang-orang musyrik yang mengharamkan buah-buahan dan hasil tanaman yang dijadikan Allah sebagai rezeki untuk mereka yaitu berupa buah-buahandan hasil tanaman yang mereka buat-buat terhadap Allah (Sesungguhnya setan itu bagi kalian) yaitu wahai manusia, sesungguhnya setan itu bagi kalian adalah (musuh yang nyata) yaitu jelas dan terang permusuhannya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian, maka anggaplah ia musuh (kalian) karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala (9)) (Surah Fathir)

Tafsir As-Sa'di
Buka

142. “Dan” Dia menciptakan dan menumbuhkan “diantara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang bukan untuk pengangkutan.” Maksudnya, sebagian kamu tunggangi dan kamu beri beban pada punggungnya. Sebagian lain tidak layak untuk ditunggangi dan dibebani karena belum cukup umur seperti anak unta dan sebagainya dan inilah yang disebut al-Farsy. Jadi binatang ternak dilihat dari sisi ia ditunggangi dan dibebani terbagi menjadi dua bagian ini. Adapun dari segi konsumsi dan manfaat yang lain maka semuanya dimakan dan diambil manfaatnya. Oleh karena itu Dia berfirman, “Makanlah dari rizki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan.” Yakni jalan-jalannya dan amal perbuatannya di mana di antaranya adalah pengharaman terhadap sebagian yang dirizkikan oleh Allah kepadamu. “Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” Dia hanya memerintahkanmu kepada kerugian dan kesengsaraan abadi.

Tafsir Al-Wajiz
Buka

142 Allah telah menciptakan macam-macam hewan ternak sebagai alat angkut seperti unta dan kuda, maksudnya dijadikan manusia untuk membawa barang dalam jangka tertentu. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, yang Allah halalkan daging dan susunya dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan untuk mengharamkan dan menghalalkan semau mereka. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Tafsir Al-Mishbah
Buka

Tafsir Al-Muyassar
Buka

Dan Allah menciptakan dari binatang-binatang ternak hewan yang diperuntukan guna mengangkut beban karena bentu fisiknya yang besar karena ukuran tubuhnya yang tinggi, seperti unta. Dan ada pula dari binatang-binatang ternak yang di peruntukan bukan untuk mengangkut beban, karena fisiknya yang kecil dan kedekatan habitatnya dengan tanah seperti sapi dan kambing. Makanlah dari apa-apa yang diperbolehkan oleh Allah bagi kalian dan yang diberikannya kepada kalian dari binatang-binatang ternak tersebut. Dan janganlah kalian mengharamkan apa yang Allah halalkan darinya, demi mengikuti jalan-jalan bisikan setan, sebagaimana diperbuat oleh kaum musyrikin. Sesungguhhya setan itu bagi kalian adalah musuh yang sangat tampak permusuhannya.

Tafsir Al-Madinah
Buka

142. Allah menciptakan bagi kalian unta, sapi, kambing, dan domba; sebagian dapat digunakan sebagai tunggangan, sebagian sebagai pengangkut barang, dan sebagian lain untuk dimanfaatkan rambut dan bulunya sebagai karpet yang indah. Makanlah sebagian hewan ternak yang telah Allah berikan kepada kalian, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan setan yang telah menghiasi bagi kalian perbuatan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah, karena dia merupakan musuh yang nyata bagi kalian.

Tafsir Al-Mukhtashar
Buka

142. Dan Dia lah yang menciptakan untuk kalian hewan-hewan ternak yang layak digunakan sebagai pengangkut barang, seperti unta yang sudah besar, dan hewan-hewan yang tidak layak digunakan sebagai pengangkut barang, seperti unta yang masih kecil atau kambing. Makanlah -wahai manusia- rezeki yang Allah berikan kepada kalian di antara hewan-hewan yang halal dikonsumsi. Dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan dalam menghalalkan apa yang Allah haramkan dan mengharamkan apa yang Allah, seperti yang dilakukan oleh orang-orang musyrik. Sesungguhnya setan itu bagi kalian -wahai manusia- adalah musuh yang nyata permusuhannya. Setan menginginkan agar kalian senantiasa durhaka kepada Allah.

Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka

142. (Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih) Yakni Dia juga menciptakan bagi kalian hewan-hewan ternak, yaitu delapan jenis hewan yang telah disebutkan sebagai angkutan dan tikar. Makna () yakni hewan yang dipakai untuk memuat sesuatu diatasnya, yaitu unta. Dan makna () yakni hewan yang diambil bulu dan rambutnya untuk dijadikan tikar yang dipakai manusia. Pendapat lain mengatakan () yakni unta dan () yakni kambing. Dan pendapat lain mengatakan () yakni unta dewasa dan () yakni unta yang masih kecil yang tidak dipakai untuk memuat barang. (Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu) Yakni dari hewan-hewan ini. (dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan) Sebagaimana yang dilakukan orang-orang musyrik yang mengharamkan apa yang tidak diharamkan Allah, dan menghalalkan apa yang tidak Dia halalkan.

Tafsir Li Yaddabbaru
Buka

Tafsir Ash-Shaghir
Buka

Di antara hewan-hewan ternak itu ada yang dijadikan pengangkut beban} khusus untuk mengangkut seperti unta dan unta yang sudah besar{dan ada yang untuk disembelih} hewan kecil yang tidak digunakan untuk mengangkut seperti kambing {Makanlah dari apa yang diberikan Allah kepada kalian. Janganlah kalian mengikuti langkah-langkah} jalan {setan. Sesungguhnya dia adalah musuh yang nyata bagi kalian

Tafsir Aisarut Tafsir
Buka

Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka

Surat Al-An’am ayat 142: Seperti unta-unta yang besar. Adapula yang mengartikan “farsyaa” dengan unta-unta kecil atau kambing, karena seperti hamparan, di mana badannya tidak tinggi; dekat dengan bumi. Sehingga dari sisi bisa dipakai untuk pengangkutan dan bisa dinaiki terbagi dua; hamuulah (bisa dipakai untuk pengangkutan) dan farsyaa (tidak bisa dipakai pengangkutan). Yakni jalan dan amalan setan, yang di antaranya adalah mengharamkan sebagian rezki yang Allah berikan. Oleh karena itu perintahnya mengandung hal yang merugikan dan mencelakakan kamu.

Tafsir An-Nafahat
Buka

QS. Al-Anfal (8): Ayat 72 Rujukan #3
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَوا۟ وَّنَصَرُوٓا۟ أُو۟لَٰٓئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَمْ يُهَاجِرُوا۟ مَا لَكُم مِّن وَلَٰيَتِهِم مِّن شَىْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا۟ ۚ وَإِنِ ٱسْتَنصَرُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ فَعَلَيْكُمُ ٱلنَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍۭ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَٰقٌ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
innallażīna āmanụ wa hājarụ wa jāhadụ bi`amwālihim wa anfusihim fī sabīlillāhi wallażīna āwaw wa naṣarū ulā`ika ba’ḍuhum auliyā`u ba’ḍ, wallażīna āmanụ wa lam yuhājirụ mā lakum miw walāyatihim min syai`in ḥattā yuhājirụ, wa inistanṣarụkum fid-dīni fa ‘alaikumun-naṣru illā ‘alā qaumim bainakum wa bainahum mīṡāq, wallāhu bimā ta’malụna baṣīr
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."

Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah

Tafsir Ringkas Kemenag
Buka

Setelah ayat sebelumnya menjelaskan tentang ketentuan-ketentuan perang dan perdamaian dengan orang-orang kafir, bagaimana memperlakukan tawanan, serta bagaimana pengakuan keislaman yang tidak terbukti itu tidak ada manfaatnya, surah ini diakhiri dengan menjelaskan kegiatan yang bisa menjadi bukti keislaman seseorang, yakni hijrah. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah dari mekah ke madinah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah, yakni kaum muhajirin, dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman, yakni penduduk asli madinah, dan memberi pertolongan kepada muhajirin, mereka itu satu sama lain menjadi pelindung dan bahu-membahu dalam menegakkan kebenaran. Sementara terhadap orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun bagi kalian, wahai kaum muslim yang berhijrah, untuk melindungi mereka, sampai mereka berhijrah. Meskipun begitu, jika mereka yang tidak ikut berhijrah meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan pembelaan agama islam disebabkan adanya paksaan dari orang-orang kafir untuk murtad, maka kalian wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kalian dengan mereka, orang-orang kafir, karena menjaga perjanjian dengan siapa pun harus selalu dipegang teguh oleh setiap muslim. Dan Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan. Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung sebagian yang lain, yakni satu sama lain tolong-menolong dalam kebatilan dan bersekongkol untuk memusuhi kalian. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah untuk saling melindungi dan bahu-membahu dalam membela serta meninggikan agama Allah, pada satu sisi, dan tidak melakukan hubungan yang intensif dengan orang-orang kafir yang memusuhi kalian, pada sisi lain, niscaya akan terjadi kekacauan yang dahsyat di bumi dan kerusakan yang besar antara lain bocornya rahasia dan tercerai-berainya barisan kaum muslimin. '

Tafsir Ibnu Katsir
Buka

Allah SWT menyebutkan golongan-golongan orang mukmin. Diamembagi mereka menjadi kaum Muhajirin, yaitu mereka yang meninggalkan rumah dan harta mereka dan datang untuk menolong agama Allah dan Rasulallah SAW serta menegakkan agamaNya. Mereka mengorbankan harta dan jiwa mereka untuk hal itu. dan kaum Anshar, mereka adalah orang-orang muslim dari penduduk Madinah saat itu, mereka memberikan kepada kaum Muhajirin, tempat tinggal di rumah mereka dan menolong dengan memberikan sebagian dari harta mereka, dan menolong Allah dan Rasulallah SAW berperang bersama mereka, (dan mereka satu satu sama lainnya saling melindungi) yaitu masing-masing dari mereka lebih berhak kepada yang lainnya. Oleh karena itu, Rasulullah SAW mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar, dua orang dari mereka menjadi bersaudara. bahkan mereka saling mewarisi atas kedekatan, sampai hal ini dinasakh Allah melalui ayat warisan. Diriwayatkan dari Jarir, yaitu Ibnu Abdullah Al-Bajali, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Orang-orang Muhajirin dan orang-orang Anshar, sebagian dari mereka terhadap sebagian yang lainnya saling melindungi. Dan orang-orang yang dibebaskan dari kalangan Quraisy serta orang-orang yang dimerdekakan di kalangan Tsaqif, sebagian dari mereka terhadap yang lainnya saling melindungi di hari kiamat” Allah dan Rasulallah memuji kaum Muhajirin dan kaum Anshar bukan hanya satu ayat dalam KitabNya. Allah SWT berfirman,(Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya) (Surah At-Taubah: 100) dan (Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin, dan orang-orang Ansar, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan) (Surah At-Taubah: 117) serta ((Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridaan-(Nya) dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar (8) Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Ansar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan) (Surah Al Hasyr) dan hal yang paling baik adalah apa yang disebutkan dalam firmanNya: (Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang-orang Muhajirin)) Mereka tidak iri kepada keutamaan yang dianugerahkan Allah kepada mereka dalam hijrah mereka itu. dan yang tampak dari ayat-ayat itu adalah mendahulukan kaum Muhajirin di atas kaum Anshar. Ini merupakan perkara yang telah disepakati oleh para ulama’ dan tidak ada yang berbeda pendapat tentang itu. Firman Allah SWT: ((Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama, maka kalian wajib memberikan pertolongan) Hamzah membaca “Wilaayatihim” dengan dikasrah dan orang-orang yang lain adalah difathah dan keduanya sama-sama menunjukkan petunjuk yang sama (maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah) Ini adalah golongan ketiga dari orang-orang mukmi, dan mereka itu adalah orang-orang yang beriman dan tidak berhijrah namun mereka masih berada dalam tempat mereka, dan mereka itu tidak mendapatkan bagian dalam ghanimah, serta tidak pula seperlima dari kecuali mereka ikut dalam berperang. Firman Allah SWT: ((Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama, maka kalian wajib memberikan pertolongan) Allah berfirman,”jika orang-orang Arab muslim yang tidak ikut hijrah itu meminta pertolongan kepada kalian dalam perang membela agama melawan musuh mereka, maka tolonglah mereka. Karena sesungguhnya suatu kewajiban bagi kalian untuk menolong mereka dalam hal itu. karena mereka adalah saudara kalian dalam agama, kecuali kaum kafir meminta pertolongan kepada kalian yang (masih berada di dalam perjanjian perdamaian dengan kalian) yaitu perjanjian gencatan senjata sampai waktu tertentu, maka janganlah kalian merusak perjanjian damai kalian, dan janganlah melanggar janji yang telah kalian buat. Hal ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas.

Tafsir As-Sa'di
Buka

72. Ini adalah muamalah (loyalitas) dan kecintaan yang Allah buat di antara orang-orang Muhajirin yang beriman, yang berhijrah di jalan Allah, meninggalkan tanah kelahiran untuk Allah demi berjihad di jalanNya, dengan orang-orang Anshar yang melindungi Rasululoh dan kawan-kawannya, dan memberi mereka bantuan di negeri mereka dengan harta dan jiwa mereka . mereka itu adalah wali bagi sebagian yang lainnya, karena kesempurnan iman mereka dan eratnya sebagian hubungan mereka dengan sebagian yang lain. “Dan terhadap orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban atasmu meindungi mereka, sebelum mereka berhijrah.” Karena mereka memutuskan amal muamalah darimu dengan memisahkan diri darimu pada waktu dimana kebutuhan kepada kaum laki-laki sangat mendesak, karena mereka tidak berhijrah maka mereka tidak memiliki sedikitpun akad muamalah dengan orang-orang yang beriman.”akan tetapi jika mereka meminta pertolongan dalam urusan pembelaan agama”, yakni untuk memerangi orang-orang yang memerangi mereka Karena agamanya. “maka kamu wajib memberikan pertolongan”, dengan berpegang kepada mereka. Adapun jika perangnya bukan untuk tersebut maka kamu tidak harus menolongnya. FirmanNya “Kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka.” Yakni perjanjian damai, jika orang-orang Mukmin yang tidak berhijrah itu hendak memerangi mereka, maka janganlah kamu membantu mereka atasnya, karena perjanjian yang ada di antara dirimu dengan diri mereka. “Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” Mengetahui keadaanmu, sehingga Dia meletakkan hukum yang sesuai denganmu.

Tafsir Al-Wajiz
Buka

72 Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan berhijrah dari negeri mereka untuk menolong agama Islam, serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah mereka adalah orang-orang Muhajirin. Serta orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan kepada orang-orang Muhajirin di Madinah Al munawwaroh yaitu kaum Anshor, mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah dari rumah mereka, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu untuk melindungi mereka, dan juga tidak ada bagian untuk mereka dalam hal harta ghanimah sebelum mereka berhijrah menuju tempat keselamatan. Akan tetapi jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam urusan pembelaan agama dari siksaan orang kafir, maka kamu wajib memberikan pertolongan. Kecuali terhadap kaum yang telah berjanji dengan kamu juga dengan mereka, sebab janji harus dijaga dan ditepati. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Ayat untuk hijrah pada awal kemudian dinaskh dan menjadi hukum untuk menyambung silaturrahmi

Tafsir Al-Mishbah
Buka

Tafsir Al-Muyassar
Buka

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya serta melaksanakan syariatNya, juga berhijrah ke negri islam atau ke negri yang memungkinkan mereka untuk beribadah kepada Tuhan mereka, dan berjihad di jalanNya dengan harta dan jiwa, dan orang-orang yang menerima kaum muhajirin di tempat- tempat tinggal mereka, dan mereka memberi kesamaan dengan mereka dengan harta benda mereka, dan membela agama Allah, mereka itu sebagian dari mereka menjadi pembela sebagian yang lain. Sedangkan orang-orang yang telah beriman, namun belum berhijrah dari negri kafir, maka tidaklah kalian terbebani untuk melindungi mereka dan menolong mereka, hingga mereka berhijrah. Apabila mereka mengalami tindakan kezhaliman dari orang-orang kafir, lalu mereka meminta pertolongan kepadamu maka penuhilah permintaan mereka, kecuali meminta untuk melawan kaum yang antara kalian dan mareka ada jalinan perjanjian yang kuat yang tidak mereka langgar. Dan Allah maha melihat amal perbuatan kalian, dia akan membalas masing-masing orang sesuai dengan niat dan amalnya.

Tafsir Al-Madinah
Buka

72. Setelah Allah menyebutkan Apa yang harus dilakukan terhadap para tawanan, Allah menutup surat ini dengan kewajiban orang-orang mukmin untuk saling tolong menolong sebagai konsekuensi dari keimanan dan hijrah yang telah mereka lakukan, karena orang-orang kafir juga saling tolong menolong sesama mereka. Kemudian Allah memerintahkan untuk menjaga perjanjian-perjanjian yang dilakukan dengan orang-orang kafir selama mereka juga menjaga perjanjian-perjanjian tersebut. Allah berfirman: "Orang-orang beriman yang berhijrah meninggalkan negeri mereka untuk menyelamatkan agama dari fitnah orang-orang musyrik, mencari keridhaan Allah, menolong Rasulullah dengan mengerahkan seluruh tenaga dan menghadapi banyak kesulitan; dan orang-orang yang memberi perlindungan bagi Rasulullah dan para Sahabat yang hijrah bersamanya, dan menolong dan mengamankan mereka, berbagi harta yang mereka miliki, mengutamakan mereka daripada diri mereka sendiri, memerangi siapa saja yang memerangi mereka; maka mereka saling tolong menolong dalam perkara peperangan dan harta ghanimah. Adapun orang-orang beriman yang masih tinggal di negeri orang-orang musyrik dan di bawah kekuasaan dan hukum mereka, maka orang-orang beriman itu tidak memiliki hak perlindungan dari orang-orang beriman yang ada di negeri Islam, karena kalian tidak memiliki cara untuk menolong mereka, dan kalian juga tidak memiliki hak perlindungan atas mereka. Kecuali jika mereka diperangi dan disiksa orang-orang kafir demi agama mereka, kemudian mereka meminta pertolongan dari kalian, maka wajib bagi kalian untuk menolong mereka, dengan syarat orang-orang kafir yang memerangi mereka adalah dari kafir Harbi yang tidak memiliki perjanjian damai dengan kalian. Adapun jika orang-orang kafir itu memiliki perjanjian dengan kalian maka wajib bagi kalian untuk memenuhi perjanjian tersebut, dan tidak boleh menghianati dan melanggar perjanjian itu. Allah Maha Melihat apa yang kalian lakukan maka wajib bagi kalian untuk menjalankan hukum-hukum-Nya, senantiasa merasa mendapat pengawasan dari-Nya, menegakkan hukum-hukum itu dengan kebenaran dan keadilan, dan menjauhi hawa nafsu yang dapat menghalangi seseorang dari kebenaran dan keadilan tersebut.

Tafsir Al-Mukhtashar
Buka

72. Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah, percaya kepada rasul-Nya, menjalankan syariat-Nya, berhijrah dari negeri kafir menuju ke negeri Islam, atau ke tempat di mana mereka dapat menyembah Allah dengan aman, dan berjuang dengan menggunakan harta dan jiwa mereka untuk menjunjung tinggi kalimat Allah, dan orang-orang yang menampung mereka di tempat tinggal mereka dan memberikan pertolongan kepada mereka, orang-orang yang hijrah dan orang-orang yang menolong mereka (yaitu tuan rumah) satu sama lain saling menolong dan membantu. Sedangkan orang-orang yang beriman kepada Allah tetapi tidak berhijrah dari negeri kafir ke negeri Islam, maka kalian tidak berkewajiban untuk menolong dan melindungi mereka sampai mereka berhijrah di jalan Allah. Jika mereka ditindas oleh orang-orang kafir kemudian mereka meminta tolong kepada kalian maka tolonglah mereka melawan musuh mereka. Kecuali apabila di antara kalian dan musuh mereka itu ada perjanjian damai yang tidak pernah mereka langgar. Allah Maha Mengetahui apa yang kalian perbuat, tidak ada satu pun perbuatan kalian yang luput dari pengetahuan-Nya. Dan Dia akan memberikan balasan yang setimpal dengan perbuatan kalian.

Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka

72. (dan berhijrah) Allah menutup surat ini dengan menyebutkan masalah tentang kepada siapa kesetiaan seseorang diberikan dan kepada siapa meminta pertolongan, hal ini agar setiap golongan mengetahui kepada siapa ia meminta pertolongan. Allah menamai orang-orang yang berhijrah ke kota Madinah dengan sebutan Muhajirin, kerena mereka meninggalkan negeri mereka mengharapkan apa yang di sisi Allah dan memenuhi panggilan Rasul-Nya. (dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan) Mereka adalah orang-orang Anshar yang memberi tempat kediaman di negeri dan rumah mereka untuk orang-orang Muhajirin dan menolong Rasulullah dalam perang menghadapi orang-orang Quraisy dan orang-orang Arab lainnya, dan dengan mereka Allah meninggikan kalimat-Nya dan mengangkat panji Islam. ( mereka itu satu sama lain lindung-melindungi) Dalam hal tolong menolong dan bantuan. Pendapat lain mengatakan termasuk didalamnya urusan warisan, karena dahulu mereka saling mewarisi antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar; kemudian Allah menasakh hukum ini dengan firman-Nya: “Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya” ( Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah) Yakni apa urusan kalian dengan menolong dan membantu mereka. Yakni tidak wajib bagi kalian untuk menolong mereka. Atau maknanya: apa urusan kalian dengan harta warisan mereka meski terdapat hubungan kekerabatan dengan kalian, sebab mereka belum berhijrah. (jika mereka meminta pertolongan kepadamu) Yakni orang-orang yang beriman namun belum berhijrah apabila meminta pertolongan kepada kalian untuk menghadapi orang-orang musyrik. (maka kamu wajib memberikan pertolongan) Yakni maka wajib bagi kalian untuk menolong mereka. (kecuali) Apabila mereka meminta pertolongan kepada kalian. ( terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka) Maka janganlah kalian menolong mereka untuk melawan kaum tersebut karena perjanjian yang ada harus dijaga, sedangkan pertolongan kalian untuk orang-orang beriman yang belum berhijrah tersebut merupakan pelanggaran terhadap perjanjian, sedangkan Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat dan yang melanggar perjanjian.

Tafsir Li Yaddabbaru
Buka

Tafsir Ash-Shaghir
Buka

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah, serta orang-orang yang memberikan tempat tempat tinggal} memberi tempat tinggal untuk orang-orang mukmin di tempat mereka {dan memberi pertolongan} menolong mereka dari musuh-musuh mereka {mereka itu sebagiannya merupakan pelindung bagi sebagian lainnya. Orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atas kalian untuk melindungi mereka} menolong mereka {sehingga mereka berhijrah. Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian} memohon pertolongan kalian atas musuh mereka {dalam urusan agama, maka wajib atas kalian untuk menolong, kecuali dalam menghadapi kaum yang telah terikat perjanjian} perjanjian {antara kalian dengan mereka. Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan

Tafsir Aisarut Tafsir
Buka

Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka

Surat Al-Anfal ayat 72: Ayat ini merupakan ‘akad untuk saling melindungi, memberikan pertolongan dan saling mencintai yang Allah jalin anara kaum muhajirin dengan Anshar. Mereka adalah Muhajirin. Mereka adalah kaum Anshar. Yang dimaksud saling melindungi adalah bahwa di antara muhajirin dan anshar terjalin persaudaraan yang amat teguh, untuk membentuk masyarakat yang baik. Oleh karena keteguhan dan keakraban persaudaraan mereka, sehingga pada pemulaan Islam mereka saling mewarisi seakan-akan mereka saudara kandung. Ada yang menafsirkan, bahwa tidak ada wais-mewarisi antara kamu dengan mereka dan bahwa mereka (yang tidak ikut berhijrah) tidak memperoleh bagian dari ghanimah sampai mereka berhijrah, namun waris-mewarisi karena persaudaraan kemudian dimansukh dengan akhir ayat surat Al Anfal ini. Untuk memerangi orang-orang yang memerangi mereka karena agama, adapun selain itu, maka tidak ada kewajiban atas kamu menolong mereka karena mereka tidak mau berhijrah. Yakni kecuali jika mereka meminta pertolongan untuk melawan kaum kafir yang terikat perjanjian antara kamu dengan mereka, maka jangan menolong mereka dan membatalkan perjanjian. Oleh karena itu, Dia mensyari’atkan kepadamu hukum yang layak bagimu.

Tafsir An-Nafahat
Buka

QS. As-Sajdah (32): Ayat 7 Rujukan #4
ٱلَّذِىٓ أَحْسَنَ كُلَّ شَىْءٍ خَلَقَهُۥ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ ٱلْإِنسَٰنِ مِن طِينٍ
allażī aḥsana kulla syai`in khalaqahụ wa bada`a khalqal-insāni min ṭīn
"Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah."

Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah

Tafsir Ringkas Kemenag
Buka

Pengatur urusan makhluk, yang maha mengetahui, mahaperkasa, dan maha penyayang itulah tuhan yang memperindah segala sesuatu yang dia ciptakan dengan sangat teliti dan yang memulai penciptaan nenek moyang manusia, yakni adam, dari tanah. 8. Allah menciptakan adam dari tanah, kemudian dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina, yakni air mani.

Tafsir Ibnu Katsir
Buka

Ayat 7-9 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan bahwa Dia telah menciptakan sebaik-baik, serapi-rapi, dan sebijak-bijaknya sesuatu. Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam tentang firmanNya: (Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya) dia berkata yaitu dengan sebaik-baiknya, seakan-akan menurut menjadikannya sebagai permulaan dan penutup. Kemudian Allah SWT menyebutkan tentang penciptaan langit dan bumi, kemudian Dia menyebutkan tentang penciptaan manusia. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah) yaitu, Dia menciptakan bapak manusia yaitu nabi Adam dari tanah (Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (8)) yaitu mereka berkembang biak seperti itu melalui air mani yang dikeluarkan dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan (Kemudian Dia menyempurnakannya) yaitu ketika Allah menciptakan nabi Adam dari tanah, Dia menciptakannya dengan ciptaan yang sempurna dan utuh (dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh (ciptaan)Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati) yaitu akal ((tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur) yaitu dengan kekuatan itu yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada kalian. Maka orang yang berbahagia adalah orang yang menggunakannya untuk menaati Tuhannya

Tafsir As-Sa'di
Buka

7. “Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya.” Maksudnya, setiap makhluk diciptakan oleh Allah, maka sesungguhnya Allah menciptakannya sebaik-baiknya, dan Dia menciptakannya dengan penciptaan yang sesuai dengannya dan serasi dengannya. Ini berlaku secara umum. Kemudian DIa menyebutkan secara khusus (penciptaan) manusia karena kemuliaan dan kelebihannya, seraya berfirman, “Dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah,” yaitu dengan menciptakan Adam, bapak seluruh umat manusia.

Tafsir Al-Wajiz
Buka

7. Yang Memperindah dan Menyempurnakan serta Menciptakan segala makhluk-Nya. Yang telah menciptakan Adam sebagai bapak manusia dari tanah, atau debu

Tafsir Al-Mishbah
Buka

Tafsir Al-Muyassar
Buka

Dia-lah Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya dan Dia mengawali penciptaan manusia, yaitu Adam, dari tanah.

Tafsir Al-Madinah
Buka

Tafsir Al-Mukhtashar
Buka

7. Yang menyempurnakan penciptaan segala sesuatu, dan memulai penciptaan manusia dari tanah tanpa ada contoh sebelumnya.

Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka

7. (Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya) Yakni Allah mencipatakan makhluk-makhluk-Nya dengan penuh ketelitian dan kesempurnaan, meski sebagian makhluk bentuk dan rupanya tidak begitu bagus, namun ia tercipta dengan penuh ketelitian dan kesempurnaan. (dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah) Yakni Allah menciptakan Adam dari tanah dengan bentuk yang baik dan indah.

Tafsir Li Yaddabbaru
Buka

Tafsir Ash-Shaghir
Buka

Yang memperindah} yang menyempurnakan {segala sesuatu yang Dia ciptakan dan memulai penciptaan manusia} Adam {dari tanah

Tafsir Aisarut Tafsir
Buka

Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka

Sehingga sesuai dan cocok. Disebutkan secara khusus manusia karena keutamaannya. Yaitu dengan menciptakan Adam ‘alaihis salam, bapak manusia.

Tafsir An-Nafahat
Buka

Surat As-Sajdah ayat 7: 7-9. Allah mengabarkan, bahwa Dia menetapkan penciptaan bagi makhluk seluruhnya, Allah juga mengabarkan bahwa Dialah yang mengawali penciptaan manusia, dengan menciptakan bapak kita yaitu Adam dari tanah. Kemudian Allah jadikan keberlangsungan para keturuan Adam itu dengan air yang lemah yang hina. Kemudian Allah sempurnakan ciptaannya dengan sebaik-baik bentuk, kemudian ditiupkan ruh, dan Allah jadikan bagi kalian nikmat penglihatan dan pendengaran untuk membedakan di antara suara-suara dan mengelan perseorangan dan melihat warna. Dan nikmat akal untuk membedakan antara kebaikan dan keburukan, dan beriringan dengan kenikmatan ini, maka sedikit manusiayang bersyukur atas nikmat pemberian-Nya.

QS. As-Sajdah (32): Ayat 9 Rujukan #5
ثُمَّ سَوَّىٰهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِۦ ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ
ṡumma sawwāhu wa nafakha fīhi mir rụḥihī wa ja’ala lakumus-sam’a wal-abṣāra wal-af`idah, qalīlam mā tasykurụn
"Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur."

Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah

Tafsir Ringkas Kemenag
Buka

Setelah menciptakan adam dari tanah, kemudian dia menyempurnakan ciptaan-Nya secara fisik dan setelah itu meniupkan roh ciptaan-Nya ke dalam tubuh-Nya dan jadilah ia ciptaan Allah yang terbaik. Dia juga melengkapi ciptaannya dengan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati atau akal bagimu supaya kamu dapat mendengar nasihat agama, melihat tanda kebesaran Allah, dan merenungkan ciptaan-Nya, yang dengan itu semua kamu beriman dan mengesakan-Nya. Namun, sedikit sekali di antara kamu yang mau bersyukur. 10. Allah mampu menciptakan manusia dari tidak ada dan mampu pula membangkitkannya kembali. Namun, orang kafir tetap pada pendiriannya dalam mengingkari hari kebangkitan. Dan dengan nada mengejek mereka berkata, 'apakah apabila kami telah mati, hancur, dan lenyap di dalam tanah, kami akan dibangkitkan kembali dan berada dalam ciptaan yang baru, lalu kami dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan kami' jika demikian, alangkah rugi kami. ' mereka tidak mampu memahami keniscayaan hari kebangkitan karena menggunakan tolok ukur kekuatan manusia, bukan kemahakuasaan Allah yang telah menciptakan mereka dari tidak ada. Tidak hanya mengingkari kuasa-Nya, bahkan mereka pun mengingkari hari pertemuan mereka dengan tuhannya untuk menjalani hisab dan menerima balasan.

Tafsir Ibnu Katsir
Buka

Ayat 7-9 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan bahwa Dia telah menciptakan sebaik-baik, serapi-rapi, dan sebijak-bijaknya sesuatu. Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam tentang firmanNya: (Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya) dia berkata yaitu dengan sebaik-baiknya, seakan-akan menurut menjadikannya sebagai permulaan dan penutup. Kemudian Allah SWT menyebutkan tentang penciptaan langit dan bumi, kemudian Dia menyebutkan tentang penciptaan manusia. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah) yaitu, Dia menciptakan bapak manusia yaitu nabi Adam dari tanah (Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (8)) yaitu mereka berkembang biak seperti itu melalui air mani yang dikeluarkan dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan (Kemudian Dia menyempurnakannya) yaitu ketika Allah menciptakan nabi Adam dari tanah, Dia menciptakannya dengan ciptaan yang sempurna dan utuh (dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh (ciptaan)Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati) yaitu akal ((tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur) yaitu dengan kekuatan itu yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada kalian. Maka orang yang berbahagia adalah orang yang menggunakannya untuk menaati Tuhannya

Tafsir As-Sa'di
Buka

9. “Kemudian Dia menyempurnakannya,” dengan dagingnya, anggota-anggota tubuhnya, otot-ototnya, pembuluh-pembuluh darahnya, memperindah ciptaannya, dan menempatkan setiap anggota badan darinya pada tempat yang tidak layak untuk selain itu, “dan meniupkan ke dalamnya dari ruhNYa” dengan cara mengutus seorang malaikat, lalu dia meniupkan ruh padanya, maka dia pun menjadi hewan (Makhluk hidup) dengan izin Allah, setelah sebelumnya merupakan benda mati, “dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan,” maksudnya, Dia terus menganugerahkan kepada kalian berbagai hal yang berguna sedikit demi sedikit hingga menganugerahkan kalian pendengaran dan penglihatan, “dan hati, tetapi kamu sedikit sekali bersyukur” kepada yang telah menciptakan kalian dan memberi rupa kepada kalian.

Tafsir Al-Wajiz
Buka

9. Kemudian Allah menyusun dan menguatkannya sehingga menjadi manusia yang sempurna, dan meniupkan ruh kepadanya. Allah meniupkan ruh itu sebagai pemuliaan. Allah juga menciptakan pendengaran dan penglihatan,serta hati agar manusia bisa mendengar, melihat dan berfikir. Namun kalian hanya sedikit sekali dalam menyukuri berbagai nikmat Allah itu

Tafsir Al-Mishbah
Buka

Tafsir Al-Muyassar
Buka

Kemudian Allah menyempurnakan penciptaan manusia dan membaguskannya, serta Dia meniupkan ruh (ciptaan) Nya kepadanya dengan mengutus malaikat yang meniupkan ruh kepadanya, Dia menciptakan untuk kalian (wahai manusia) pendengaran dan penglihatan yang dengannya kalian membedakan suara-suara, warna-warna, dzat-dzat dan orang-orang, dan nikmat akal yang dengannya kalian membedakan antara yang baik dan yang buruk, yang berguna dan yang berbahaya, namun kalian tidak banyak bersyukur kepada Tuhan kalian atas nikmat-nikmatNya kepada kalian.

Tafsir Al-Madinah
Buka

Tafsir Al-Mukhtashar
Buka

9. Kemudian Dia menyempurnakan penciptaannya dan meniupkan kepadanya dari ruh-Nya dengan memerintahkan kepada Malaikat yang diwakilkan untuk meniupkan ruh, kemudian menjadikan bagi kalian -wahai manusia- pendengaran yang kalian gunakan mendengar, penglihatan yang kalian gunakan melihat dan hati yang kalian gunakan berfikir. Sedikit sekali dari kenikmatan yang diberikan oleh Allah kepada kalian ini yang kalian syukuri.

Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka

9. (Kemudian Dia menyempurnakan) Yakni menyempurnakan manusia yang Dia ciptakan dari tanah, yaitu Adam, kemudian menyerasikan bentuknya dan menyesuaikan anggota tubuhnya. ( dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya) Allah menisbatkan ruh ini kepada diri-Nya sebagai bentuk pemuliaan bagi ruh ini. ( dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati) Sebagai penyempurna kenikmatan bagi kalian dan pelengkap penciptaan kalian, sehingga terkumpul bagi kalian berbagai kenikmatan, sehingga kalian dapat mendengar, melihat, berfikir, dan memahami. ((tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur) Ini adalah penjelasan tentang keingkaran mereka terhadap kenikmatan Allah, dan keengganan mereka untuk mensyukurinya kecuali pada beberapa kesempatan saja.

Tafsir Li Yaddabbaru
Buka

Tafsir Ash-Shaghir
Buka

{Kemudian Dia menyempurnakannya} menyempurnakan penciptaan manusia menjadi utuh {dan meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)Nya. Dia menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani untuk kalian. Sedikit sekali kalian bersyukur

Tafsir Aisarut Tafsir
Buka

Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka

Dengan menjadikannya segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging, lalu Dia meniupkan ruh ke dalamnya. Yaitu dengan mengirimkan seorang malaikat, lalu meniupkan ruh ke dalamnya yang sebelumnya sebagai benda mati, sehingga dengan izin Allah, jadilah ia makhluk hidup. Yakni Dia senantiasa memberikan kepadamu berbagai manfaat dengan proses, sehingga Dia memberikan pendengaran, penglihatan dan hati. Kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan membentukmu.

Tafsir An-Nafahat
Buka

Surat As-Sajdah ayat 9: 7-9. Allah mengabarkan, bahwa Dia menetapkan penciptaan bagi makhluk seluruhnya, Allah juga mengabarkan bahwa Dialah yang mengawali penciptaan manusia, dengan menciptakan bapak kita yaitu Adam dari tanah. Kemudian Allah jadikan keberlangsungan para keturuan Adam itu dengan air yang lemah yang hina. Kemudian Allah sempurnakan ciptaannya dengan sebaik-baik bentuk, kemudian ditiupkan ruh, dan Allah jadikan bagi kalian nikmat penglihatan dan pendengaran untuk membedakan di antara suara-suara dan mengelan perseorangan dan melihat warna. Dan nikmat akal untuk membedakan antara kebaikan dan keburukan, dan beriringan dengan kenikmatan ini, maka sedikit manusiayang bersyukur atas nikmat pemberian-Nya.

QS. Az-Zariyat (51): Ayat 49 Rujukan #6
وَمِن كُلِّ شَىْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
wa ming kulli syai`in khalaqnā zaujaini la’allakum tażakkarụn
"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah."

Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah

Tafsir Ringkas Kemenag
Buka

Dan segala sesuatu di alam semesta telah kami ciptakan secara berpasang-pasangan untuk saling melengkapi. Yang demikian ini agar kamu selalu mengingat kekuasaan dan kebesaran Allah. 50. Wahai manusia, demikian besar kekuasaan Allah, maka segeralah kembali kepada Allah dengan menaati ajaran-Nya dan menunaikan perintah-Nya. Sungguh, aku adalah seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untuk kepentingan dan kebahagiaanmu.

Tafsir Ibnu Katsir
Buka

Ayat 47-51 Allah SWT berfirman seraya mengingatkan tentang penciptaan alam atas dan alam bawah (Dan langit itu Kami bangun) yaitu, Kami menjadikannya sebagai atap yang terpelihara dan tinggi (dengan kekuatan (Kami)) yaitu dengan kekuatan. Pendapa ini dikatakan Ibnu Abbas, Mujahid dan Qatadah, (dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya) yaitu, Kami meluaskan dan meninggikannya tanpa tiang-tiang pemancang yang menopangnya, sebagaimana (Dan bumi itu Kami hamparkan) Kami menjadikan bumi sebagai hamparan untuk semua makhluk (maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami)) yaitu Kami menjadikannya layak untuk dihuni penduduknya (Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan) Semua makhluk itu berpasang-pasangan, bumi dan langit, malam dan siang, matahari dan bulan, daratan dan lautan, terang dan gelap, keimanan dan kekafiran, kematian dan kehidupan, celaka dan bahagia, serta surga dan neraka, sampai semua makhluk hidup dan tumbuhan. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (supaya kamu mengingat) yaitu agar kalian mengetahui bahwa Tuhan yang Maha Pencipta semuanya itu Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya (Maka segeralah kembali kepada (menaati Allah)) yaitu, berlindunglah dan berpeganglah terguhlah kepadaNya dalam semua urusan kalian (Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu (50) Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah) yaitu janganlah menyekutukan Dia dengan sesuatu pun (Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu)

Tafsir As-Sa'di
Buka

49. “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan,” dua jenis, lelaki dan perempuan pada semua jenis hewan “supaya kamu mengingat,” nikmat-nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kalian berdasarkan takdir dan hikmahNya yang menjadikannya sebagai penyebab bertahannya berbagai jenis hewan agar kalian para manusia bisa mengembangkan dan merawatnya sehingga akan didapatkan berbagai macam manfaat.

Tafsir Al-Wajiz
Buka

49. Kami menciptakan semua jenis makhluk dalam dua kategori dan jenis, yaitu laki-laki dan perempuan agar kalian mengingat-ingat dan mengetahui kekuasaan Allah. Sesungguhnya tidak ada satupun yang menyerupaiNya dan Dialah sang Maha Pencipta segala sesuatu, maka gantilah hal tersebut dengan bertauhid denganNya.

Tafsir Al-Mishbah
Buka

Tafsir Al-Muyassar
Buka

Dari segala sesuatu dari jenis-jenis makhluk, Kami menciptakan dua jenis yang berbeda, agar kalian mengingat Kuasa Allah dan mengambil pelajaran.

Tafsir Al-Madinah
Buka

Tafsir Al-Mukhtashar
Buka

19. Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan seperti lelaki dan perempuan, langit dan bumi, daratan dan lautan, agar kalian mengingat keesaan Allah yang menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan dan mengingat kekuasaan-Nya.

Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka

49. (Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan) Jantan dan betina. (supaya kamu mengingat kebesaran Allah) Yakni Kami menciptakannya demikian agar kalian kalian ingat dan mengetahui bahwa Dia pencipta segala sesuatu dan menjadikannya petunjuk atas keesaan-Nya.

Tafsir Li Yaddabbaru
Buka

Tafsir Ash-Shaghir
Buka

{Kami menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan} berpasangan lagi berbeda-beda {agar kalian mengingat

Tafsir Aisarut Tafsir
Buka

Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka

Seperti laki-laki dan perempuan, jantan dan betina, langit dan bumi, matahari dan bulan, dataran tinggi dan dataran rendah, musim panas dan musim dingin, manis dan asam, cahaya dan kegelapan. Sehingga kamu mengetahui bahwa yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan itu adalah Tuhan Yang Mahaesa; kamu pun beribadah hanya kepada-Nya. Ada pula yang menafsirkan firman-Nya, “Agar kamu ingat,” yakni ingat nikmat-nikmat Allah yang diberikan-Nya kepada kamu dalam menaqdirkan hal itu (menciptakan secara berpasang-pasangan), serta ingat hikmah (kebijaksanaan)-Nya dimana Dia menjadikan sesuatu yang menjadi sebab tetap hidupnya hewan (ada jantan dan betina) agar kamu dapat mengembangbiakkannya dan mengurusnya sehingga dapat memperoleh berbagai manfaat darinya.

Tafsir An-Nafahat
Buka

Surat Az-Zariyat ayat 49: 49-51. Allah mengabarkan bahwa Dialah yang menciptakan setiap sesuatunya berpasang-pasangan, bermacam-macam dan beraneka ragam. Bagi mereka ada pasangan bagi yang lain; Misalnya : Allah menciptakan kebahagiaan dan kegundahan, petunjuk dan kesesatan, malam dan siang, langit dan bumi, begitulah agar kalian berpikir akan kekuasaan Allah dan menjadikan bukti untuk mentauhidkan Allah dan membernarkan janji dan ancaman-Nya. Dan selama urusannya demikian, maka bersegeralah wahai manusia menuju Allah dengan ketauhidan dan keimanan pada-Nya, dengan taubat dan kembali kejalan-Nya, sungguh bagi kalian ada peringatan yang dijelaskan oleh pembawa peringatan akan adzab Allah dan hukuman-Nya. Kemudian Allah menegaskan akan peringatan ini, dan memerintahkan hamba-Nya untuk ikhlas beribadah kepada-Nya dengan tauhid, dan agar tidak beribadah kepada siapapun bersama dengan Allah, sungguh bagi kalian telah ada peringatan yang dibawa oleh pembawa peringatan akan adzab Allah dan hukuman dari-Nya.