SI Qur'an

Indikator 52: Pemetaan

Ditemukan 5 rujukan ayat di dalam sistem.

QS. Yunus (10): Ayat 101 Rujukan #1
قُلِ ٱنظُرُوا۟ مَاذَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَمَا تُغْنِى ٱلْءَايَٰتُ وَٱلنُّذُرُ عَن قَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُونَ
qulinẓurụ māżā fis-samāwāti wal-arḍ, wa mā tugnil-āyātu wan-nużuru ‘ang qaumil lā yu`minụn
"Katakanlah: “Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”."

Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah

Tafsir Ringkas Kemenag
Buka

Setelah dijelaskan pada ayat sebelumnya bahwa Allah akan menimpakan azab kepada orang yang tidak mau mempergunakan akalnya, lalu pada ayat ini Allah memerintahkan kepada nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, perhatikanlah ciptaan Allah, yaitu apa saja yang ada di langit dan di bumi! jika mereka mau menggunakan akal mereka untuk memikirkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah, tentu mereka sudah beriman. Namun mereka enggan melakukannya, sehingga tidaklah bermanfaat tanda-tanda kebesaran Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman, karena mereka menutup hati mereka untuk menerima kebenaran. Kalau keberadaan tanda-tanda kebesaran Allah di langit dan di bumi serta diutusnya para rasul tidak juga menjadikan mereka beriman, maka mereka tidak menunggu-nunggu kecuali kejadian-kejadian yang sama dengan kejadian-kejadian masa lalu, yakni azab yang menimpa orangorang terdahulu sebelum mereka. Katakanlah, wahai nabi Muhammad maka tunggulah kedatangan azab itu, sesungguhnya aku pun termasuk orang yang menunggu bersama kamu untuk menyaksikan ketetapan Allah itu menimpa kamu.

Tafsir Ibnu Katsir
Buka

Ayat 101-103 Allah memberi petunjuk kepada para hambaNya untuk memikirkan tanda-tanda kekuasaanNya dan apa yang Dia ciptakan di langit dan bumi, berupa tanda-tanda yang jelasbagi orang-orang yang berakal. berupa sesuatu yang ada di langit yaitu bintang-bintang yang bersinar, sesuatu ada yang pada garis edarnya, matahari, bulan, malang dan siang yang silih berganti, salah satu dari keduanya masuk kepada lainnya hingga yang ini menjadi pendek dan yang itu menjadi panjang, serta ketinggian, keluasan, keindahan dan perhiasan langit. Allah menurunkan hujan dari langit, dengan hujan itu Dia menghidupkan bumi setelah mati; dan mengeluarkan dari bumi berbagai macam buah-buahan, tumbuh-tumbuhan, bunga, dan tanaman sesuatu yang tersebar di dalamnya berupa hewan yang beragam bentuk, warna dan kegunaannya, serta yang ada di dalamnya terdapat gunung-gunung, dataran-dataran, padang pasir, daerah yang banyak penduduknya, dan daerah reruntuhan, juga di laut berupa sesuatu yang menakjubkan dan ombak. Di samping itu, laut itu ditundukkan bagi orang yang menyeberanginya yang membawa bahtera mereka dan berlayar di atasnya dengan tenang karena kekuasaanNya.Tidak ada Tuhan dan Rabb selain Allah. Firman Allah: (Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang mem­beri peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman) yaitu manakah sesuatu yang memberikan manfaat tanda-tanda langit dan bumi, para rasul yang datang membawa ayat-ayat itu, hujjah, dan bukti-bukti ayat itu yang menunjukkan kepada kebenaran yang dibawa para rasul kepada kaum yang tidak beriman? Sebagaimana Allah berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman (96) meskipun mereka mendapat tanda-tanda (kebesaran Allah), hingga mereka menyaksikan azab yang pedih (97)) (Surah Yunus) Firman Allah : (Mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu sebelum mereka) yaitu wahai Muhammad, bagaimana orang yang mendustakanmu itu me­nunggu pembalasan dan azab, melainkan seperti apa yang telah diberlakukan Allah terhadap umat-umat sebelum mereka yang mendustakan para rasul. (Katakanlah, "Maka tunggulah, sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kalian." Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman) yaitu Kami membinasakan orang-orang yang mendustakan para rasul (demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman) yaitu kebenaran yang ditetapkan Allah atas DzatNya Yang Maha Mulia. sebagaimana firmanNya: (Tuhan kalian telah menetapkan atas diriNya kasih sayang) (Surah Al-An'am: 54) sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim tentang Rasulullah SAW, yaitu beliau bersabda,”Sesungguhnya Allah telah menulis suatu kitab yang ada di sisiNya di atas 'Arsy, bahwa sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka­Ku”

Tafsir As-Sa'di
Buka

101. Allah mengajak hamba-hambaNya agar melihat sesuatu yang ada di langit dan di bumi, maksudnya adalah melihat dengan merenungkan, memikirkan dan mengambil pelajaran terhadap apa yang ada padanya dana pa yang dikandungnya, karena di dalamnya terdapat tanda-tanda bagi kaum yang beriman dan pelajaran bagi kaum yang meyakini. Ia menunjukkan bahwa hanyalah Allah semata yang disembah, yang dipuji, Pemilik keagungan dan kebesaran, dan Pemilik Asma’ dan Shifat yang agung. “Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.” Mereka tidak mengambil manfaat dari ayat-ayat Allah karena mereka berpaling dan menyombongkan diri.

Tafsir Al-Wajiz
Buka

101 Wahai Rasul, katakanlah kepada orang-orang kafir: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan bumi berupa keajaiban makhluk yang menunjukkan pada keberadan, keesaan dan kekuasaan Allah.Tidaklah bermanfaat tanda-tanda, bukti, dan rasul-rasul yang memberi peringatan itu mencegah azab bagi kaum yang teguh atas kekufuran dan iman mereka juga tidak bisa diharapkan dalam ilmu Allah SWT”.

Tafsir Al-Mishbah
Buka

Tafsir Al-Muyassar
Buka

Katakanlah (wahai rasul), kepada kaummu, ”berpikirlah dan ambillah pelajaran dari apa yang ada di langit dan di bumi yang berisi tanda-tanda kuasa Allah yang nyata.” Akan tetapi, tanda-tanda kekuasaan, pelajaran-pelajaran, dan rasul-rasul yang memberi peringatan kepada hamba-hamba Allah terhadap siksaanNya, tidak memberikan manfaat bagi kaum yang tidak mengimani apapun dari perkara-perkara tersebut karena sikap berpaling dan penentangan mereka.

Tafsir Al-Madinah
Buka

101. Allah memerintahkan rasul-Nya agar menyuruh orang-orang kafir memperhatikan ayat-ayat kauniyah yang ada di langit berupa kebesaran dan keluasannya, dan yang ada di bumi berupa kenikmatan-kenikmatannya, yang semua ini menunjukkan keesaan Sang Pencipta. Akan tetapi ayat-ayat yang agung ini dan para rasul yang memperingatkan dari azab Allah tidak berguna bagi orang-orang yang mendustakannya.

Tafsir Al-Mukhtashar
Buka

101. Katakanlah -wahai Rasul- kepada orang-orang musyrik yang bertanya kepadamu tentang ayat-ayat Allah, "Renungkanlah tanda-tanda yang ada di langit dan bumi yang menunjukkan keesaan dan kekuasaan Allah." Tidak ada gunanya menurunkan ayat-ayat, hujah-hujah dan mengutus para Rasul kepada orang-orang yang tidak memiliki kesiapan untuk beriman, karena mereka bersikeras mempertahankan kekafiran.

Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka

101. (Katakanlah: “Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi) Yakni coba pahami dan ambillah pelajaran dari makhluk-makhluk yang menunjukkan kepada Sang Pencipta dan kepada keesaan dan kesempurnaan kuasa-Nya. (Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan) Yakni tidak bermanfaat bagi mereka turunnya ayat-ayat dan diutusnya para rasul. (bagi orang-orang yang tidak beriman”) Dalam ilmu Allah mereka adalah orang-orang yang memang tidak pernah beriman. Dan barangsiapa dalam keadaan seperti ini maka tidak akan bermanfaat bagi mereka apapun dan tidak akan ada seorangpun yang dapat menghilangkan kekafiran dari mereka.

Tafsir Li Yaddabbaru
Buka

1 ). Seorang syaikh berkata : tidak terhitung betapa banyak pertanyaan menghampiriku dan aku hanya berdiri di hadapanya terlihat bingung. Tidakkah kamu melihat begitu banyak orang-orang memberikan peringatan namun respon untuknya begitu lemah dan terlihat dianggap remeh. Oleh karena itu aku takut jika saja jawaban yang tepat adalah : { } "Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman". 2 ). Suatu ketika terjadi terjadi pembatalan penerbangan yang telah dijadwalkan, yang jumlahnya ribuan penerbangan dari berbagai maskapai! ratusan juta dolar uang melayang dengan sia-sia, apa sebabnya ? hanya dikarekana abu fulkanik yang menutupi kota dan bukan filaknikya secara langsung! Lalu bagaimana jika yang terjadi adalah meluapnya vulkanik dan lava yang amat sangat panas itu?!. Itu hanya satu derajat dari panasnya api neraka, dan ini adalah kekuatan dari makhluq ciptaan Allah, maka bagaimana dengan kekuatan dzat yang menciptakannya? Akan tetapi : { } "Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman".

Tafsir Ash-Shaghir
Buka

Katakanlah,“Perhatikanlah apa saja yang ada di langit dan di bumi” Tidaklah berguna} tidaklah bermaanfaat {tanda-tanda dan peringatan-peringatan itu dari kaum} dan para rasul dari kaum {yang tidak beriman

Tafsir Aisarut Tafsir
Buka

Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka

Surat Yunus ayat 101: Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengajak hamba-hamba-Nya memperhatikan apa yang ada di langit dan di bumi. Memperhatikan di sini adalah dengan memikirkan, merenungi, mengambil pelajaran serta menyimpulkan apa yang ada di dalamnya, karena di sana terdapat ayat-ayat bagi kaum yang beriman serta pelajaran bagi orang-orang yang yakin, di mana semuanya menunjukkan bahwa Allah saja yang berhak disembah, yang Maha Terpuji, Pemilik kebesaran dan kemuliaan, serta memiliki nama-nama dan sifat yang agung. Karena mereka berpaling lagi menentang.

Tafsir An-Nafahat
Buka

QS. Ar-Ra'd (13): Ayat 3 Rujukan #2
وَهُوَ ٱلَّذِى مَدَّ ٱلْأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَٰسِىَ وَأَنْهَٰرًا ۖ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ ۖ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
wa huwallażī maddal-arḍa wa ja’ala fīhā rawāsiya wa an-hārā, wa ming kulliṡ-ṡamarāti ja’ala fīhā zaujainiṡnaini yugsyil-lailan-nahār, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn
"Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan."

Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah

Tafsir Ringkas Kemenag
Buka

Usai berbicara tentang matahari dan bulan, Allah melalui ayat ini menjelaskan perihal bumi dan isinya. Dan dia yang maha pencipta adalah tuhan yang juga menghamparkan bumi untuk tempat kamu berdiam, dan menjadikan gunung-gunung yang beragam tingginya, dan sungai-sungai yang mengalir di atas permukaan-Nya. Dan padanya dia menjadikan semua buah-buahan dari bermacam jenisnya secara berpasang-pasangan sehingga dapat berkembang biak. Dia pula yang menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mau berpikir. Dan di bumi yang terhampar dengan gunung-gunung yang tegak berdiri dan sungai-sungai yang berkelok-kelok dan bermuara ke laut, terdapat bagian-bagian tanah yang berdampingan dengan jarak yang berbeda serta kualitas kesuburan yang berbeda pula. Ada bagian tanah yang baik menjadi kebun-kebun anggur, ada yang cocok ditanami tanaman-tanaman tertentu, dan ada pula yang cocok ditanami pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang. Bagian-bagian tanah yang ditanami itu disirami dengan air yang sama. Tanaman-tanaman itu tumbuh, berkembang, lalu mengeluarkan bunga dan buah yang jenisnya beragam. Meski demikian, kami lebihkan tanaman yang satu dari yang lainnya, baik dalam hal rasa, warna, ukuran, maupun bobot-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mau mengerti.

Tafsir Ibnu Katsir
Buka

Ayat 3-4 Setelah Allah SWT menyebutkan tentang alam yang tinggi, Allah menyebutkan kekuasaan, kebijaksanaan, dan hukumNya di alam bawah. Allah berfirman: (Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi) yaitu menjadikannya luas membentang dan melebar, lalu Allah memancangnya dengan gunung-gunung yang kokoh dan tinggi, dan mengalirkan padanya sungai-sungai, dan mata air, untuk mengairi apa yang Dia ciptakan padanya, berupa buah-buahan yang berbeda-beda warna, bentuk, rasa, dan aromanya. (sepasang-sepasang dari setiap jenis) (Surah Al-Mu’minun: 27) yaitu, dari setiap jenis dua pasang (Allah menutupkan malam kepada siang) yaitu, Dia menjadikan masing-masing dari keduanya menyusul yang lain dengan cepat. Jika yang ini pergi, maka yang itu menutupinya. Ketika yang ini pergi, maka yang itu datang. Dia juga mengatur waktu, sebagaimana Dia mengatur tempat dan penduduknya (Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan) yaitu kebesaran, kebijaksanaan, dan bukti-bukti tentangNya. Firman Allah: (Dan di bumi itu terdapat bagian-bagian yang berdampingan) yaitu tanah-tanah yang saling berdampingan satu sama lain, dengan itu yang ini tanah subur yang dapat menumbuhkan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia, dan yang itu tandus yang tidak dapat menumbuhkan sesuatu apapun. Dan termasuk ke dalam ayat ini perbedaan warna tanah masing-masing kawasan, ada yang berwarna merah, putih, kuning, hitam, berbatu, mudah ditanami, berpasir, keras, dan yang gembur. Masing-masing berdampingan, sehingga tanah ini memiliki sifatnya dan yang itu juga memliki sifatnya yang lain. Semua itu menunjukkan keberadaan Dzat yang menciptakannya sesuai kehendakNya,”Tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia” Firman Allah: (dan kebun-kebun anggur, tanam-tanaman, dan pohon kurma) Hal ini bisa menjadi ‘athaf kepada kata “jannat” dan (wa zar’un wa nakhiilun) dibaca rafa'. dan bisa juga di’athafkan atas (a’naab) sehingga menjadi majrur. Oleh karena itu, ada para imam yang masing-masing membacanya demikian. Firman Allah: (yang bercabang dan yang tidak bercabang) kata Ash-shinwan adalah pohon yang bercabang, seperti delima, pohon tin, dan sebagian pohon kurma serta tanaman sejenisnya. dan kata “ghairu shinwan” yaitu tidak bercabang, melainkan satu pokok seperti semua pohon. Termasuk dalam hal ini dikatakan bahwa paman seseorang setara dengan ayahnya; sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada Umar,”Tidakkah kamu ketahui bahwa paman seseorang itu setara dengan ayahnya” Diriwayatkan dari Al-Barra bahwa “Ash-Shinwan” yaitu beberapa pohon kurma yang tumbuh dari satu pokok. Dan “ghairu shinwan” adalah yang terpisah-pisah Firman Allah: (disirami dengan air yang sama, Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya) yaitu, perbedaan jenis buah-buahan dan tanam-tanaman ini dalam hal bentuk, warna, rasa, aroma, daun-daun, dan bunga-bunganya. Maka ada yang sangat manis, sangat masam, sangat pahit, hambar, dan ini menyatukan rasa ini dan itu. kemudian berubah pada rasa yang lain dengan izin Allah SWT. Ada yang berwarna kuning, merah, putih, hitam dan biru. Demikian pula dengan bunga-bunganya, padahal semuanya menyandarkan kehidupannya dari satu sumber, yaitu air. tetapi dengan perbedaan yang banyak yang tidak terhitung . Dalam hal itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang sadar. Hal ini termasuk bukti yang paling agung atas sang Pencipta, yang dengan kekuasaanNya Dia menjadikan segala sesuatu berbeda, Dia menciptakannya sesuai dengan kehendakNya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir)

Tafsir As-Sa'di
Buka

3. “Dan Dia-lah Rabb yang membentangkan bumi,” Dia menciptakannya bagi manusia dan melebarkannya serta mencurahkan berkah padanya. Dia mempersiapkannya sebagai pijakan bagi manusia serta memasukkan ke dalamnya segala sesuatu yang menjadi maslahat bagi mereka. “Dan menjadikan gunung-gunung padanya,” yaitu gunung-gunung yang besar, supaya bumi tidak bergoncang disebabkan penghuninya. Bila wujud gunung-gunung tidak ada, sudah tentu bumi akan bergoncang beserta isinya. Sebab, bumi berada di atas aliran air, sehingga tidak ada kekokohan dan tidak ada kestabilan kecuali dengan sebab keberadaan gunung-gunung yang besar yang Allah jadikan sebagai pasak-pasaknya. “dan” menjadikan di dalamnya “sungai-sungai,” yang menyediakan air minum bagi manusia dan hewan-hewan ternak serta tanaman pertanian mereka. Dengan air itu, Dia mengeluarkan berbagai kebaikan yang banyak dalam bentuk pepohonan, tanaman, buah-buahan. Oleh karenanya, DIa berfirman, “dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan,” dua jenis yang dibutuhkan manusia. “Dia menutupkan malam kepada siang,” sehingga cakrawala menjadi gelap dan setiap binatang berteduh kepada tempat bermalamnya. Manusia beristirahat dari rasa capek dan kelelahan di siang hari. Lantas, bila mereka telah menuntaskan kebutuhan-kebutuhan mereka berupa tidur, maka siang akan menutupi malam. Kemudian mereka akan berada di pagi hari untuk (bertebaran) kembali memenuhi kepentingan-kepentingan dan pekerjaan-pekerjaan mereka di siang hari. "Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya." (Al-Qashash:73). “SEsungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah),” yang menunjukkan orientasi-orientasi ilahiyah “bagi kaum yang memikirkan,” tentangnya, dan mencermatinya dengan pandangan kognitif yang menunjukkan bahwa Dzat yang menciptakan, mengatur, dan mengendalikannya adalah Allah, tidak ada sesembahan selainNya. Dia mengetahui alam ghaib dana lam nyata, ar-Rahman ar-Rahim (Yang Maha Pengasih lagi Maha bijaksana) dalam segala urusan, al-Mahmud (Yang Maha Terpuji) atas seluruh yang diciptakan dan diperintahkanNya Yang Mahasuci lagi Mahatinggi.

Tafsir Al-Wajiz
Buka

3. Allah adalah Dzat yang membentangkan bumi dengan luas dan terpampang untuk memudahkan kehidupan di dalamnya dan bisa dengan mudah diambil manfaatnya. Hal tersebut tidak menafikan bentuk bulat bumi karena sisinya yang saling berjauhan. Dia menciptakan di dalamnya gunung-gunung yang kokoh, dan sungai-sungai yang mengalirkan air. Dia juga menciptakan setiap buah-buahan itu berpasang-pasangan, jenis laki-laki dan perempuan untuk berkembang biak, dan dua kategori yang saling berlawanan seperti manis dan asam, hitam dan putih, serta kecil dan besar. Dia membuat malam menutupi cahaya siang, sehingga menghilang. Sesungguh dalam sesuatu yang disebutkan itu terdapat dalil-dalil atas keesaan Allah SWT bagi kaum yang mau merenung, sehingga mereka menyadari keberadaan dan keesaan Allah

Tafsir Al-Mishbah
Buka

Tafsir Al-Muyassar
Buka

Dan Dialah yang menjadikan bumi lapang lagi terhampar luas, dan meyiapkannya untuk tempat hidup kalian, dan menjadikan padanya gunung-gunung yang meneguhkannya dan sungai-sungai untuk kebutuhan air minum dan manfaat-manfaat lain bagi kalian, dan menjadikan di dalamnya dari setiap buah-buahan dua jenis yang saling berpasangan, maka sebagian ada yang berwarna hitam dan berwarna putih, manis dan masam, dan Dia menjadikan malam menutup siang hari dengan kegelapannya. Sesungguhnya pada semua itu terdapat pelajaran-pelajaran bagi orang-orang yang berfikir tentangnya lagi mau memetik pelajaran darinya.

Tafsir Al-Madinah
Buka

3. Dia yang menghamparkan bumi dengan panjang dan luasnya dan menyiapkannya sebagai tempat kehidupan dengan menciptakan di dalamnya gunung-gunung yang kokoh, sungai-sungai yang tawar, dan menumbuhkan dengan air sungai, air hujan, air mata air, dan air sumur berbagai jenis buah-buahan yang berpasangan, jantan dan betina; dan juga menciptakan malam yang menutupi siang dengan kegelapannya. Sesungguhnya dalam penjelasan kenikmatan ini merupakan bukti-bukti kekuasaan Allah yang jelas yang tidak terlepas dari kehidupan manusia; hal ini agar manusia berfikir dan mengetahui keagungan kuasa Sang Pencipta.

Tafsir Al-Mukhtashar
Buka

3. Allah -Subḥānahu- yang membentangkan bumi dan menciptakan pada bumi gunung-gunung yang tegak kokoh agar bumi tidak goncang. Allah menciptakan jantan dan betina dari setiap jenis buah-buahan seperti hewan. Allah menutup siang dengan malam sehingga ia menjadi gelap padahal sebelumnya terang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat bukti-bukti dan tanda-tanda bagi kaum yang memikirkan penciptaan Allah dan merenungkannya. Mereka adalah orang-orang yang mengambil faedah dari bukti-bukti dan tanda-tanda tersebut.

Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka

3. (Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi) Yakni membentangkannya memanjang dan melebar; dan ini tidak menyelisihi bahwa bumi berbentuk bulat karena ujung-ujungnya saling berjauhan sehingga terlihat oleh orang yang berada di permukaannya seakan-akan berbentuk datar, padahal berbentuk bulat. (dan menjadikan gunung-gunung) Yakni gunung-gunung yang kokoh. (Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan) Jantan dan betina. Dan ini merupakan sebuah mukjizat, karena dalam penemuan terbaru disebutkan bahwa setiap buah memiliki dua jenis, yaitu jantan dan betina. (Allah menutupkan malam kepada siang) Yakni malam mengganti posisi siang, sehingga menjadi gelap gulita setelah terang benderang.

Tafsir Li Yaddabbaru
Buka

Tafsir Ash-Shaghir
Buka

Dialah yang menghamparkan} menghamparkan {bumi dan menjadikan gunung-gunung} gunung-gunung sebagai pondasinya {dan sungai-sungai di sana. Dia menjadikan di sana setiap buah-buahan berpasang-pasangan} pasangan-pasangan {menutupkan} menyelimutkan {malam pada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir

Tafsir Aisarut Tafsir
Buka

Makna kata : ( ) wa wahuwal ladzii maddal ardh : membentangkannya untuk kehidupan makhluk di atasnya. () rawaasiya : gunung-gunung yang kokoh. ( ) zaujainitsnain : dua jenis yang sepasang, contoh: manis dan asam, kuning dan hitam. ( ) yughsyillailan nahaar : menyelimuti siang dengan malam, sehingga cahaya siang tidak tersisa. () laayaat : tanda-tanda akan ke-esaan Allah ta’ala. Makna ayat : Firman-Nya : ( ) Dia lah yang membentangkannya ( ) gunung-gunung yang kokoh () mengalirkan di atas bumi sungai-sungai ( ) menjadikannya dua jenis, delima ada yang manis dan ada pula yang asam rasanya, zaitun ada yang berwarna kuning dan ada juga yang hitam, buah tin ada yang berwarna putih dan ada yang berwarna merah. Firman-Nya : ( ) Allah subhanahu wa ta’ala menutup siang hari dengan gelapnya malam, agar kalian tidur dan beristirahat dari kelelahan siang hari. Firman-Nya : ( ) yang telah disebutkan tadi berupa dibentangkannya bumi, ditancapkannya gunung-gunung, dialirkannya sungai, penciptaan berbagai jenis buah, dan pergantian siang dan malam, semua ini adalah () tanda-tanda yang jelas akan keberadaan Allah ta’ala, ilmu, kekuasaan, hikmah-Nya, dan kewajiban beribadah kepada-Nya dan mentauhidkan-Nya, serta iman kepada janji dan ancaman-Nya, pertemuan dengan-Nya, serta apa pun yang disediakan bagi wali-wali-Nya berupa kenikmatan, dan azab bagi musuh-musuh-Nya. Pelajaran dari ayat : • Keutamaan merenungi ayat-ayat kauniyah (alam semesta).

Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka

Surat Ar-Ra’d ayat 3: Meluaskannya, memberkahinya, menyiapkannya untuk manusia dan menyimpan di dalamnya hal-hal yang bermaslahat bagi manusia. Jika gunung tidak ada tentu terjadi kegoncangan, karena tempat yang mereka tempati berada di atas air, tidak bisa kokoh dan diam kecuali dengan adanya gunung-gunung kokoh yang menancap bagai pasak. Yang dapat diminum oleh manusia, hewan dan diserap oleh pepohonan. Dengan sungai-sungai keluar pepohonan, tanaman, dan buah-buahan yang banyak. Yang dimaksud berpasang-pasangan, ialah jantan dan betina, pahit dan manis, putih dan hitam, besar-kecil dan sebagainya. Ufuk langit pun menjadi gelap, semua makhluk hidup kembali ke tempatnya dan beristirahat setelah dibuat lelah di siang hari. Setelah mereka memenuhi kebutuhan mereka beristirahat, Allah menutup malam dengan siang, dan manusia pun bertebaran mencari maslahat mereka. Di mana pada semua itu terdapat dalil yang menunjukkan bahwa yang menciptakan, mengatur dan mengolahnya adalah Allah yang tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang berkuasa terhadap segala sesuatu, Yang Mahabijaksana lagi Maha terpuji.

Tafsir An-Nafahat
Buka

QS. Al-Isra (17): Ayat 36 Rujukan #3
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا
wa lā taqfu mā laisa laka bihī ‘ilm, innas-sam’a wal-baṣara wal-fu`āda kullu ulā`ika kāna ‘an-hu mas`ụlā
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya."

Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah

Tafsir Ringkas Kemenag
Buka

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Jangan mengatakan sesuatu yang engkau tidak ketahui, jangan mengaku melihat apa yang tidak engkau lihat, jangan pula mengaku mendengar apa yang tidak engkau dengar, atau mengalami apa yang tidak engkau alami. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, adalah amanah dari tuhanmu, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya, apakah pemiliknya menggunakan untuk kebaikan atau keburukan'dan janganlah engkau berjalan di muka bumi ini dengan sombong, untuk menampakkan kekuasaan dan kekuatanmu, karena sesungguhnya sekuat apa pun hentakan kakimu, kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan setinggi apa pun kepalamu, sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. Sesungguhnya kamu adalah makhluk yang lemah dan rendah di hadapan Allah, kamu tidak memiliki kekuatan dan kemuliaan, melainkan apa yang dianugerahkan oleh-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Buka

Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata,”jangan mengatakan” Al-Aufi berkata,”jangan menuduh seseorang dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuan bagimu tentangnya” Qatadah berkata,”Jangan mengatakan bahwa kamu melihatnya, padahal kamu tidak melihatnya, atau kamu mendengarnya, padahal kamu tidak mendengarnya; kamu mengetahuinya, padahal kamu tidak mengetahui. Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban darimu tentang hal itu semua. Maksud dari apa yang mereka sebutkan ituMaksud bahwa Allah SWTSWT melarang mengatakan sesuatu tanpa mengetahuinya, bahkan berdasarkan dugaan yang bersumber dari sangkaan dan ilusi. Sebagaimana Allah berfirman Sebagaimana Allah berfirman : ( (jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa)) (Surah Surah Al-Hujurat: 12) Disebutkansebutkan dalam haditts,”,”Jauhilah oleh kalian prasangka. Karena sesungguhnya pra­sangka itu adalah pembicaraan yang paling dusta”” Firman Allah: ( (semuanya itu) yaitu yaitu yaitu semua penggambaran ini berupasifat-sifat ini yaitu pendengaran, penglihatan, dan hati ( (akan dimintai pertanggungjawabannya) Seseorang hamba akan dimintai pertanggungjawaban tentangnya pada hari kiamat, dan anggota-anggota tubuhnya itu juga akan ditanyai tentang apa yang hamba itu lakukan. Pemakaian kata “ula’ika”“” pada hal itu benarpada hal itu adalah benar. Sebagaimana yang dikatakan olehSebagaimana yang dikatakan penyair: ““Tidak dak ada tempat tinggal yang enak sesudah tempat tinggal di Liwa” “dan tiada kehidupan yang enak sesudah hari-hari itu””

Tafsir As-Sa'di
Buka

36. Maksudnya, janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu ketahui. Namun, telitilah setiap apa yang hendak kamu katakan dan kerjakan. Janganlah pernah sekali-kali menyangka semua itu akan pergi tanpa memberi manfaat bagimu dan (bahkan) mencelakakanmu. “Sesungguhnya pendengaran,penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya.” Sudah sepantasnya seorang hamba yang mengetahui bahwasanya dia akan diminta pertanggung jawaban tentang segala yang telah dia katakan dan perbuat serta (cara) pemanfaatan anggota badan yang telah Allah ciptakan untuk beribadah kepadaNya, untuk mempersiapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan (yang akan diajukan). Hal itu tidak bisa terlaksana kecuali dengan menggunakannya (hanya) dalam rangka pengabdian diri (beribadah) kepada Allah, mengikhlaskan agama ini (hanya) untukNYa dan mengekangnya dari setiap yang dibenci Allah.

Tafsir Al-Wajiz
Buka

36. Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui, dan janganlah kamu ikut campur dalam hal yang tidak ada hubungannya denganmu. Sesungguhnya pada hari kiamat kamu bertanggungjawab di sisi Allah atas penglihatan, pendengaran dan hati yang kamu gunakan baik dalam kebaikan atau keburukan. Dan anggota-anggota tubuh ini adalah amanat yang dititipkan di sisimu.

Tafsir Al-Mishbah
Buka

Tafsir Al-Muyassar
Buka

Dan janganlah engaku (wahai manusia), mengikuti apa yang tidak engkau ketahui. Akan tetapi pastikan dan verifikasi(akan kebenarannya) dahulu. Sesungguhnya manusia akan dimintai pertanggung jawaban menggenai bagaimana ia menggunakan pendengaran, penglihatan, dan hatinya. Apabila dia mempergunakannya dalam perkara-perkara baik, niscaya akan memperoleh pahala, dan jika ia mempergunakannya dalam hal-hal buruk, maka dia akan memperoleh hukuman.

Tafsir Al-Madinah
Buka

36. Dan janganlah kamu mengatakan apa yang tidak kamu ketahui, namun pastikanlah kebenarannya terlebih dahulu sebelum kalian mengatakannya. Sungguh manusia pada hari kiamat akan ditanya tentang pendengaran, penglihatan, dan hatinya. Sungguh hukum-hukum yang mulia ini akan dipertanggungjawabkan manusia pada hari kiamat.

Tafsir Al-Mukhtashar
Buka

36. Wahai anak Adam! Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui, sehingga kamu hanya mengikuti prasangka dan insting belaka, sebab manusia pasti akan mempertanggungjawabkan baik-buruknya penggunaan alat pendengaran, penglihatan, dan hatinya, yang baik akan diberikan pahala dan ganjaran, sedangkan yang buruk akan diberikan hukuman dan azab.

Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka

36. (Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya) Allah melarang manusia untuk mengatakan sesuatu yang tidak ia ketahui, atau melakukan suatu amalan tanpa berlandaskan ilmu, seperti menjelekkan atau menuduh orang lain tanpa dasar dan mengikuti firasat atau prasangka semata. (Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya) Pemilik anggota tubuh tersebut akan ditanya untuk apa ia gunakan karena anggota tubuh tersebut hanyalah sebatas alat, apabila digunakan dalam kebaikan maka pemiliknya berhak mendapat pahala dan apabila ia digunakan dalam keburukan maka pemiliknya berhak mendapatkan siksa. Pendapat lain mengatakan bahwa Allah akan menjadikan anggota tubuh bersebut dapat berbicara ketika ditanya, sehingga ia dapat memberitahu apa yang dilakukan oleh pemiliknya.

Tafsir Li Yaddabbaru
Buka

1 ). { } "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." Anggota badan ini bagaikan aliran sungai yang membawa sesuatu sampai ke hati, apakah itu bersih ataupun kotor, barangsiapa yang pandai untuk mengahalanginya dari keburukan, niscaya akan bersih hatinya dari semua kotoran. Namun barangsiapa yang menghantarkannya kepada kemaksiatan, maka sungguh iya telah membawanya kepada kegelapan. 2 ). "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabny" Tatkala tiga anggota badan ini merupakan anggota badan yang paling mulia; Allah mengkhususkan penyebutannya untuk dimintai pertanggung jawaban, hal itu menunjukkan bahwa kebahagiaan manusia tergantung sehatnya ketiga anggota badan ini, sebaliknya celakanya hidup seseorang tergantung rusaknya ketiga anggota badan ini.

Tafsir Ash-Shaghir
Buka

{Janganlah mengikuti} jangaanlah mengikuti {sesuatu yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggung jawabannya

Tafsir Aisarut Tafsir
Buka

Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka

Surat Al-Isra ayat 36: Bahkan perhatikan dahulu keadaannya dan pikirkan dahulu akibatnya jika engkau hendak mengucapkan atau melakukan sesuatu. Oleh karena itu, sepatutnya seorang hamba yang mengetahui bahwa ucapan dan perbuatannya akan diminta pertanggungjawaban menyiapkan jawaban untuknya. Hal itu tentunya dengan menggunakan anggota badannya untuk beribadah kepada Allah, mengikhlaskan ibadah kepada-Nya dan menjaga dirinya dari melakukan perbuatan yang dibenci Allah Subhaanahu wa Ta'aala.

Tafsir An-Nafahat
Buka

QS. An-Naml (27): Ayat 61 Rujukan #4
أَمَّن جَعَلَ ٱلْأَرْضَ قَرَارًا وَجَعَلَ خِلَٰلَهَآ أَنْهَٰرًا وَجَعَلَ لَهَا رَوَٰسِىَ وَجَعَلَ بَيْنَ ٱلْبَحْرَيْنِ حَاجِزًا ۗ أَءِلَٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
am man ja’alal-arḍa qarāraw wa ja’ala khilālahā an-hāraw wa ja’ala lahā rawāsiya wa ja’ala bainal-baḥraini ḥājizā, a ilāhum ma’allāh, bal akṡaruhum lā ya’lamụn
"Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui."

Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah

Tafsir Ringkas Kemenag
Buka

Tanyakan kepada mereka, 'bukankah dia yang telah menjadikan bumi datar, mantap dan tidak bergoncang sehingga layak sebagai tempat berdiam, yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, yaitu antara gunung-gunung yang tertancap di bumi, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk mengokohkan nya, dan yang menjadikan suatu pemisah antara dua laut, yaitu laut yang asin dan sungai air tawar yang bermuara di laut, sehingga masing-masing tidak bercampur aduk' apakah di samping Allah ada tuhan lain yang melakukan itu sehingga kamu persekutukan dia dengannya' sungguh tidak ada, bahkan sebenarnya kebanyakan mereka tidak mau memanfaatkan ilmu kebenaran yang sesungguhnya, seolah-olah mereka tidak mengetahui. 62. Tanyakan pula kepada mereka, 'bukankah dia Allah yang memperkenankan doa orang yang terpaksa, yakni berada dalam kesulitan yang mencekam apabila dia berdoa kepada-Nya' dan bukankah dia yang kuasa menghilangkan kesusahan yang menimpa siapa pun dan yang kuasa menjadikan kamu wahai manusia sebagai khalifah, penerus gene-rasi sebelum kamu di bumi' apakah ada yang mampu melakukan hal serupa itu' pasti tidak ada. Jika demikian, apakah di samping Allah ada tuhan yang lain' sedikit sekali nikmat Allah yang kamu ingat.

Tafsir Ibnu Katsir
Buka

Allah SWT berfirman: (Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam) yaitu tempat menetap yang tenang, kokoh, tidak bergerak dan tidak mengguncangkan penduduknya, serta tidak menggetarkan mereka, karena seandainya bumi seperti itu, maka tidak akan baik hidup di bumi, akan tetapi Allah menjadikannya sebagai karunia dan rahmatNya yang menghampar dan tetap, tidak bergetar dan tidak bergerak. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam ayat lain: (Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu sebagai tempat menetap dan langit sebagai atap) (Surah Ghafir: 64) (dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya) yaitu Dia menjadikan sungai-sungai yang airnya tawar dan baik yang menjadikannya membelah di celah-celahnya, lalu mengalirkannya di bumi ada yang besar, kecil dan di antara keduanya, Dia juga mengalirkannya ke timur, barat, ke selatan, dan ke utara sesuai dengan kebaikan hamba-hambaNya di berbagai penjuru bumi, karena Allah menyebarkan mereka di muka bumi dan memudahkan bagi mereka rezeki mereka sesuai dengan apa yang mereka butuhkan (dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan)nya) yaitu gunung-gunung yang tinggi-tinggi yang mengokohkan dan meneguhkan bumi agar tidak mengguncangkan mereka (dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut) yaitu, menjadikan pemisah antara air tawar dan air asin, yang mencegah keduanya untuk bercampur agar yang ini mencemari yang itu, dan yang itu tidak mencemari yang ini. Sesungguhnya hikmah Allah yang menetapkan agar masing-masing dari keduanya tetap pada sifatnya. sesungguhnya laut yang tawar adalah sungai-sungai yang mengalir di berbagai daerah manusia. Tujuannya adalah air tersebut berasa tawar agar dapat dijadikan sebagai air minum bagi makhluk hidup, tumbuh-tumbuhan, buah-buahan. Sedangkan laut yang asin adalah lautan yang mengelilingi berbagai benua dari segala penjuru. Tujuan airnya asin agar tidak mencemari udara dengan aromanya sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) yang ini tawar lagi segar, dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi (53)) (Surah Al-Furqan) Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?) yaitu yang menjadikan hal itu, yaitu disembah berdasarkan pendapat pertama dan pendapat yang lain. Keduanya itu benar dan saling berkaitan (Bahkan (sebenarnya) sebagian besar dari mereka tidak mengetahui) yaitu dalam penyembahan mereka kepada selain Dia

Tafsir As-Sa'di
Buka

61. Maksudnya, apakah patung-patung dan berhala-berhala yang sangat lemah dari segala sisinya, yang tidak bisa berbuat apa pun, tidak bisa memberi rizki dan tidak bermanfaat itu lebih baik, atau Allah yang “telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam,” di diami oleh manusia, dan memungkinkan mereka untuk tinggal (menetap), bercocok tanam, membangun, pergi dan pulang, “dan yang menjadikan sungai-sungai dicelah-celahnya.” Maksudnya, menjadikan sungai-sungai di celah-celah bumi ini yang dapat digunakan oleh manusia untuk tanaman merekka, pohon-pohon mereka, minuman mereka dan hewan ternak mereka, “dan yang menjadikan pasak-pasak (gunung-gunung) untuknya.” Maksudnya, gunung-gunung yang menjadikan bumi jadi kokoh dan terpasak kuat, agar tidak binasa, dan gunung-gunung itu menjadi pasak baginya, agar tidak goncang, “dan menjadikan antara dua laut,” maksudnya, air asin dan air tawar “suatu pemisah,” yang mencegah keduanya bercampur, sehingga mengakibatkan hilangnya manfaat yang diinginkan dari keduanya. Akan tetapi Allah menjadikan di antara keduanya dinding pemisah dari tanah. Dia jadikan tempat mengalirnya sungai itu di bumi (darat), dijauhkan dari lautan, sehingga dengan begitu dapat dicapai maksud dan kemaslahatan keduanya. “Apakah di samping Allah ada sembahan (yang lain),” yang mampu melakukan itu semua sehingga laik kalau Allah dikesampingkan dan dipersekutukan dengannya? “Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui,” sehingga mereka mempersekutukan Allah karena bertaklid buta kepada para pembesar mereka. Dan apabila tidak demikian, kalau mereka mengetahui dengan sebenar-benarnya, tentu mereka tidak mempersekutukan sesuatu apa pun denganNya.

Tafsir Al-Wajiz
Buka

61. Apakah sesembahan kalian yang lebih baik, atau Dia Yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berpijak manusia? Yang menjadikan sungai-sungai mengalir di celah-celah hamparan bumi, juga Yang menjadikan gunung-gunung untuk mengokohkan bumi. Dia Yang menjadikan suatu pemisah antara dua laut, sehingga airnya tidak bercampur sama sekali? Apakah masih ada Tuhan selain Allah, atau ada tuhan yang lain lagi? Namun/bahkan sebenarnya, kebanyakan dari mereka tidak mengetahui kebenaran, yaitu pengesaan Allah, mereka menyekutukan Allah dengan sesembahan lain

Tafsir Al-Mishbah
Buka

Tafsir Al-Muyassar
Buka

Apakah menyembah kepada apa-apa yang kalian persekutukan itu lebih baik dari menyembah Yang menjadikan bagi kalian bumi sebagai tempat tinggal dan menjadikan di tengah-tengahnya sungai-sungai dan menjadikan gunung-gunung sebagai pengokoh baginya dan menjadikan pemisah antara dua laut yang berair tawar dan berair asin sehingga salah satunya tidak merusak yang lain? Apakah ada tuhan yang disembah bersama Allah yang melakukan itu sehingga kalian kemudian menyekutukannya bersama Allah dalam ibadah kalian? Bahkan kebanyakan dari kaum musyrikin tidak mengetahui besarnya keagungan Allah. mereka menyekutukan sesuatu denganNya karena sekedar ikut-ikutan dan merupakan tindakan kezhaliman.

Tafsir Al-Madinah
Buka

61. Hai Rasulullah tanyakanlah kepada mereka: “Manakah yang lebih baik, menyembah selain Allah atau menyembah Dzat yang telah menjadikan bumi layak untuk ditinggali dan menjadikannya diam dan kokoh -sebagaimana yang terlihat- padahal sesungguhnya ia bergerak dan melayang di angkasa? Dan yang telah menciptakan sungai-sungai di bumi dan mengalirkannya sesuai dengan kemaslahatan para hamba, menciptakan gunung-gunung yang kokoh dan menjulang tinggi sehingga bumi tidak berguncang, menciptakan pembatas di antara air tawar dan air asin sehingga keduanya tidak tercampur sesuai dengan hikmah-Nya yang menjadikan keduanya tetap ada sifat yang telah ditetapkan. Apakah terdapat Tuhan selain Allah yang ikut menciptakan ciptaan yang luar biasa itu sehingga kalian membuat sekutu dalam menyembah Allah.” Mayoritas orang musyrik itu tidak memahami betapa besarnya kekuasaan Allah sehingga mereka menjadikan selain Allah sebagai Sekutu dalam menyembah-Nya, dan mereka tidak mengetahui penderitaan yang akan mereka alami akibat kesyirikan mereka dan tidak memahami kebahagiaan jika mereka mengesakan Allah.

Tafsir Al-Mukhtashar
Buka

61. Atau siapakah yang telah menjadikan bumi stabil dan kokoh tak bergoncang bersama yang ada di atasnya, dan menjadikan di dalamnya sungai-sungai yang mengalir, menjadikan gunung-gunung yang teguh dan menjadikan antara dua lautan yang asin dan yang tawar pembatas yang mencegah tercampurnya laut asin dengan laut tawar sehingga tidak merusaknya yang tidak layak untuk diminum. Adakah sesembahan lagi selain Allah yang menjalankan semua itu? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak mengetahui, seandainya mereka mengetahuinya niscaya mereka tidak akan menyekutukan Allah dengan salah satu dari para makhluk-Nya.

Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka

61. (Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam) Yakni Allah menjadikan bumi seimbah sehingga layak untuk dihuni. (dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya) Yakni gunung-gunung yang kokoh yang mencegah terjadinya goncangan sehingga menimpa manusia yang hidup di atasnya. ( dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut?) Yakni laut air tawar dan laut air asin, keduanya tidak saling tercampur, yang satu tidak dapat merubah sifat yang lainnya dan tidak bisa saling menembus. Hal ini telah dijelaskan pada surat al-Furqan. ( Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)?) Yakni jika telah jelas bahwa demikian itu tidak dapat dilakukan kecuali oleh Allah, apakah di alam semesta ini terdapat tuhan lain yang mampu menciptakan seperti ciptaan-Nya? Lalu mengapa mereka menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat atau mudharat? (Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui) Yakni tidak mengetahui keesaan Tuhan mereka dan kebesaran kuasa-Nya.

Tafsir Li Yaddabbaru
Buka

Tafsir Ash-Shaghir
Buka

{Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam} tempat tinggal {menjadikan di celah-celahnya} di celah-celahnya {sungai-sungai, menjadikan gunung-gunung untuknya} gunung-gunung untuk meneguhkannya {dan menjadikan di antara dua laut} yang tawar dan yang asin {suatu pemisah} penghalang yang mencegahnya bercampur {Apakah ada tuhan (lain) bersama Allah. Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui

Tafsir Aisarut Tafsir
Buka

Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka

Apakah berhala dan patung yang memiliki kekurangan dari berbagai sisi, tidak mampu berbuat, memberi rezeki, memberi manfaat dan tidak mampu menimpakan madharrat itu lebih baik? Manusia dapat berdiam di atasnya, membuat tempat tinggal, mengolah tanah, membangun dan lain-lain. Sehingga manusia memperoleh manfaat darinya. Mereka dapat menyirami tanaman dan pepohonan mereka, memberi minum hewan ternak mereka dan lain-lain. Yang dimaksud dua laut di sini ialah laut yang asin dan sungai yang besar yang bermuara ke laut. sungai yang tawar itu setelah sampai di muara tidak langsung menjadi asin. Yang melakukan hal itu sehingga Allah disekutukan. Sehingga mereka menyekutukan Allah karena ikut-ikutan. Padahal jika mereka mengetahui dengan sebenarnya, maka mereka tidak akan menyekutukan-Nya dengan sesuatu.

Tafsir An-Nafahat
Buka

Surat An-Naml ayat 61: Tanyalah kepada mereka wahai Nabi Allah : Siapa yang mengkaruniakan bumi yang terhampar dan menghidupkan kalian untuk menetap di atanya ? Dan siapa yang menjadikan pertengahan bumi terdapat sungai-sungai yang dimanfaatkan oleh seorang hamba ? Siapa yang mengokohkan bumi dan menancapkan gunung-gunung agar bumi tidak berguncang dan bergetar ? Siapa yang menjadikan dua lautan tidak bercampur ketika bertemu ? Bahkan satu sama lain saling mempertahankan kekhususan rasanya ?! Apakah ada tuhan selain Allah yang melakukan demikian, dan disekutukan dalam penghambaan ? Ketahuilah wahai Nabi Allah bahwasanya kebanyakan mereka tidak mengetahui mentauhidkan kepada Rabb-Nya, tidak puli mensucikan-Nya dari apa yang tidak pantas bagi-Nya.

QS. Al-Mulk (67): Ayat 15 Rujukan #5
هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولًا فَٱمْشُوا۟ فِى مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا۟ مِن رِّزْقِهِۦ ۖ وَإِلَيْهِ ٱلنُّشُورُ
huwallażī ja’ala lakumul-arḍa żalụlan famsyụ fī manākibihā wa kulụ mir rizqih, wa ilaihin-nusyụr
"Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan."

Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah

Tafsir Ringkas Kemenag
Buka

Setelah ditegaskan bahwa Allah adalah mahahalus dan maha luas pengetahuan-Nya, kini diuraikan kembali tentang kuasa-Nya. Dialah Allah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi untuk melakukan aneka aktifitas yang bermanfaat, maka jelajahilah di segala penjurunya, berkelanalah ke seluruh pelosoknya, dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya yang disediakan untuk kamu, serta bersyukurlah dengan segala karunia-Nya itu. Dan karena pada akhirnya, hanya kepada-Nyalah kamu kembali setelah dibangkitkan. 16-17. Bukti kekuasaan dan keluasan ilmu-Nya sudah dipaparkan, kalau manusia tetap durhaka maka Allah menegaskan dalam ayat ini: sudah merasa amankah kamu, bahwa dia Allah yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang'. Mestinya kamu tidak merasa aman dengan tetap durhaka. Karena orang sebelum kamu seperti karun karena kedurhakaannya dia ditelan bumi. Atau sudah merasa amankah kamu, bahwa dia Allah yang di langit yang mengendalikan sepenuhya semua makhluk, tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu yang dapat membinasakan kamu' namun kalau kamu tetap durhaka, kelak kamu akan mengetahui bagaimana akibat mendustakan peringatan-ku.

Tafsir Ibnu Katsir
Buka

Ayat 12-15 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang orang yang takut kepada kedudukan Tuhannya terhadap apa yang ada antara dia dan Tuhannya; jika dia tidak diketahui orang lain, maka dia mencegah dirinya dari perbuatan-perbuatan maksiat, dan mengerjakan ketaatan, meskipun tidak ada orang lain yang melihatnya kecuali Allah SWT. dan bahwa Allah akan memberinya ampunan dan pahala yang besar yaitu Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dan membalasnya dengan pahala yang berlimpah. Kemudian Allah SWT berfirman seraya mengingatkan bahwa Dia Maha Melihat semua isi hati dan rahasia (Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati (13)) yaitu segala sesuatu yang terbesit dalam hati (Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui?) yaitu apakah Tuhan Yang Maha Pencipta itu tidak mengetahui? Dikatakan, “apakah Allah tidak mengetahui makhlukNya? Makna pertama adalah yang lebih utama, karena firmanNya: (dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui) Kemudian Allah menyebutkan nikmat-nikmat yang telah Dia berikan kepada makhlukNya, dengan menundukkan dan merendahkan bumi bagi mereka, dengan menjadikannya tenang dan stabil, tidak berguncang dan tidak miring, dengan gunung-gunung yang telah Dia pancangkan padanya. Allah mengalirkan dari dalamnya mata air-mata air, dan menyediakan padanya jalan-jalan, serta menyediakan padanya berbagai manfaat dan tempat-tempat untuk ditanami untuk keperluan tanaman. Maka Allah SWT berfirman: (Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya) yaitu, berjalanlah ke mana pun yang kalian kehendaki di berbagai kawasannya, serta lakukanlah perjalanan mengelilingi daerah dan kawasannya untuk berbagai mata pencaharian dan perniagaan. Dan ketahuilah bahwa upaya kalian tidak dapat memberi manfaat sedikit pun bagi kalian kecuali jika Allah memudahkannya bagi kalian. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya) Maka berupaya dengan menempuh sarananya tidaklah bertentangan dengan tawakal kepadaNya. Dialah yang Menundukkan, Memperjalankan, dan Menjadikan penyebabnya (Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan) yaitu dikembalikan di hari kiamat. Mujahid, As-Suddi, dan Qatadah berkata tentang firmanNya (manakibiha) yaitu daerah-daerah yang jauh, daerah-daerah pedalaman, dan seluruh kawasannya. Ibnu Abbas dan Qatadah juga berkata bahwa (manakibiha) yaitu gunung-gunung.

Tafsir As-Sa'di
Buka

15. Maksudnya, Dia-lah yang menundukkan bumi untuk kalian agar kalian bisa mendapatkan apa pun yang kalian perlukan, seperti bercocok tanam, mendirikan bangunan, membuat jalan yang menghubungkan ke tempat yang jauh dan berbagai negara. "Maka berjalanlah di segala penjurunya,” maksudnya, untuk mencari rizki dan penghasilan, “dan makanlah sebagian dari rizkinya. Dan hanya kepadaNya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” Maksudnya, setelah kalian berpindah dari dunia ini yang dijadikan Allah sebagai tempat ujian dan penghantar menuju akhirat. Setelah kalian meninggal dunia, kalian akan dibangkitkan dan dikumpulkan menuju Allah untuk membalas amal perbuatan kalian, baik dan buruknya.

Tafsir Al-Wajiz
Buka

15. Allah SWT adalah Dzat yang menciptakan bumi agar mudah bagimu untuk hidup dan mengambil manfaat darinya. Maka berjalanlah di sisi-sisinya, di jalan-jalannya dan kunjungilah setiap penjurunya. Makanlah apa yang diberikan oleh Allah di bumi. Dan hanya kepadaNyalah (para mayat) yang dibangkitkan dari kubur itu dikembalikan untuk dihisab dan dibalas (amalnya)

Tafsir Al-Mishbah
Buka

Tafsir Al-Muyassar
Buka

15. Hanya Allah semata yang menjadikan bumi mudah dijelajahi dan terbentang untuk kalian, yang kalian bisa tinggal di atasnya. Berjalanlah di penjuru-penjuru dan ujung-ujungnya. Makanlah rizki Allah yang Dia keluarkan untuk kalian dari bumi. Hanya kepada Allah semata kebangkitan dari alam kubur untuk perhitungan amal dan pembalasan. Dalam ayat ini terkandung dorongan mencari rizki dan bekerja. Dan di dalam ayat ini juga terkandung petunjuk bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang haq, tidak ada sekutu bagiNya, juga menunjukkan kuasaNya, mengingatkan nikmat-nikmatNya, dan memperingatkan dari kecenderungan kepada dunia.

Tafsir Al-Madinah
Buka

15. Hai manusia, Allah menciptakan bumi bagi kalian, dan menjadikannya mudah ditapaki, maka berjalanlah di berbagai penjurunya untuk mencari nafkah dan rezeki, dan carilah nikmat-nikmat Allah yang ada padanya. Makan dan manfaatkanlah rezeki yang telah Allah berikan kepada kalian, dan ketahuilah bahwa kalian akan kembali kepada Allah.

Tafsir Al-Mukhtashar
Buka

15. Dia lah yang menciptakan bumi itu mudah dan empuk bagi kalian untuk ditinggali, maka berjalanlah di sisi-sisi dan ujung-ujungnya, dan makanlah dari rezeki yang disiapkan-Nya untuk kalian di dunia, dan hanya kepada-Nya sajalah kalian dibangkitkan untuk perhitungan dan pembalasan.

Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka

15. (Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu) Yakni mudah untuk kalian tinggali, dan tidak menjadikannya terjal sehingga menyusahkan kalian untuk tinggal dan berjalan di atasnya. (maka berjalanlah di segala penjurunya) Yakni di jalan-jalan dan penjurunya. (dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya) Dari rezeki yang diberikan Allah bagi kalian di bumi. Allah mengaruniakan manusia dengan menempatkan mereka di bumi dan memberi mereka kemampuan untuk mendapatkan rezeki di bumi, namun yang harus mereka ketahui bahwa hanya kepada-Nya mereka akan kembali, oleh karena itu Allah berfirman dalam ayat ini: (Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan) Yakni kepada-Nya kalian dibangkitkan dari kubur.

Tafsir Li Yaddabbaru
Buka

1). Sesunguhnya Allah-lah yang membagi rezeki, dan menuliskan bagi setiap jiwa rezeki dan ajalnya masing-masing, namun Dia ﷻ tidak mengatakan kepada kita: “Duduklah hingga rezeki itu datang kepadamu.” Namun Dia ﷻ berfirman: { } "maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya". 2). Kita tidak bertawakkal dengan tawakkal yang tidak diperintahkan Islam, namun kita berjalan di penjuru bumi, kita berjalan dengan langkah cepat dan tidak berjuang dengan usaha; Karena Allah berfirman mengenai rezeki: { } "maka berjalanlah di segala penjurunya" dan Dia ﷻ berfirman mengenai ibadah: { } "maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah"

Tafsir Ash-Shaghir
Buka

Dialah yang menjadikan bumi untuk kalian dalam keadaan mudah dimanfaatkan} mudah lagi gampang {Maka berjalanlah segala penjurunya} ke segala penjuru dan pelosoknya {dan makanlah sebagian dari rezekiNya. Hanya kepadaNya kalian dibangkitkan} dibangkitkan dari kubur kalian untuk dihisab

Tafsir Aisarut Tafsir
Buka

Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka

Dialah Allah yang menundukkan bumi untukmu agar kamu dapat memperoleh kebutuhanmu, seperti menanam, membangun, menggarap dan jalan-jalan untuk menyampaikan ke negeri yang jauh. Untuk mencari rezeki. Yakni setelah kamu berpindah dari tempat yang Allah jadikan sebagai ujian dan sebagai penyambung untuk melanjutkan ke negeri akhirat, maka kamu akan dibangkitkan dan dikumpulkan kepada Allah untuk diberi-Nya balasan terhadap amalmu yang baik dan yang buruk.

Tafsir An-Nafahat
Buka

Surat Al-Mulk ayat 15: Allah menyebutkan kebaikan-Nya dan dan karunia-Nya bagi makhluk-Nya. Allah berkata : Dialah yang menjadikan bagi kalian bumi yang datar, terhampar dan luas dimana-mana, hingga kalian dapat tinggal di atasnya, kalian dapat berpindah-pindah semau yang kalian inginkan, kalian juga dapat bercocok-tanam dengan kekuatan-kekuatan kalian, dan kalian dapat berjalan menyusuri bagian ujungnya dan sisi-sisinya, makanlah oleh kalian atas pemberian dari rizki Allah, yang Allah telah keluarkan dari bumi. Kemudian ketahuilah oleh kalian bahwa kepada-Nya lah kalian kembali dan dibangkitkan dari kuburan-kuburan kalian untuk dihisab dan dibalas.