SI Qur'an

Indikator 44: Forecasting, Ramalan, Dugaan

Ditemukan 5 rujukan ayat di dalam sistem.

QS. Al-A'raf (7): Ayat 187 Rujukan #1
يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّى ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَآ إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْـَٔلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِىٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ ٱللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
yas`alụnaka ‘anis-sā’ati ayyāna mursāhā, qul innamā ‘ilmuhā ‘inda rabbī, lā yujallīhā liwaqtihā illā huw, ṡaqulat fis-samāwāti wal-arḍ, lā ta`tīkum illā bagtah, yas`alụnaka ka`annaka ḥafiyyun ‘an-hā, qul innamā ‘ilmuhā ‘indallāhi wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya’lamụn
"Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”."

Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah

Tafsir Ringkas Kemenag
Buka

Wahai nabi Muhammad, mereka, yaitu kaum yahudi atau musyrik, atau siapa pun mereka, menanyakan kepadamu dengan maksud mengejek atau mengujimu tentang kiamat, yang pada hakikatnya mereka tidak akui adanya, atau mereka pun sebenarnya tahu bahwa hanya Allah yang tahu tentang itu, kapan terjadinya dan bagaimana mengetahuinya' katakanlah kepada mereka, sesungguhnya pengetahuan tentang waktu dan bagaimana kiamat itu terjadi ada pada tuhanku; tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain dia yang maha mengetahui. Kiamat itu sangat berat dan mencekam bagi makhluk yang di langit dan di bumi karena tidak ada yang mengetahuinya dan sangat besar huru-haranya. Ia tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba. Mereka mengulang bertanya tentang itu kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat ada pada Allah, sehingga tidak ada yang dapat mengetahui kecuali atas informasi-Nya, padahal dia telah menetapkan tidak memberitahu siapa pun tentang waktu kedatangannya. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui sehingga mereka terus bertanya atau menduga-duga, termasuk tentang hal-hal yang gaib lainnya. Bukan hanya soal kapan terjadi hari kiamat, tetapi seluruh persoalan berada dalam genggaman kekuasaan Allah. Nabi Muhammad tidak memiliki wewenang dan pengetahuan, kecuali yang dianugerahkAllah, maka katakanlah, wahai nabi Muhammad kepada mereka, aku tidak kuasa mendatangkan manfaat seberapa besar pun, maupun menolak mudarat sekecil apa pun, karena aku adalah makhluk lemah dan pengetahuanku pun terbatas, bagi diriku, apalagi buat orang lain, kecuali apa yang dikehendaki Allah untuk dianugerahkan-Nya kepadaku. Sekiranya aku mengetahui segala sesuatu yang gaib, seperti yang kalian sangka, niscaya aku dengan pengetahuanku itu akan membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Tetapi tidak demikian keadaanku; sekali waktu mendapat kebaikan, di kali lain mengalami yang buruk; sekali waktu kalah dalam perang dan di kali lain menang; kadang rencanaku berhasil, terkadang juga gagal. Begitulah, karena memang aku tidak lain hanyalah seorang hamba Allah yang bertugas sebagai pemberi peringatan kepada seluruh manusia mengenai azab, dan pembawa berita gembira berupa balasan atau pahala bagi orang-orang yang beriman. Tugasku tidak terkait dengan pengetahuan yang rinci tentang yang gaib, kecuali yang telah diinformasikan-Nya kepadaku.

Tafsir Ibnu Katsir
Buka

Allah SWT berfirman: (Mereka bertanya kepadamu tentang kiamat) sebagaimana Allah SWT berfirman: (Manusia bertanya kepadamu tentang hari kiamat) (Surah Al-Ahzab: 63) Dikatakan bahwa ayat ini diturunkan terkait orang-orang Quraisy. Dikatakan juga bahwa ayat ini diturunkan terkait sekelompok orang-orang Yahudi. Dan pendapat yang pertama yang lebih mendekati kebenaran, karena ayat ini adalah ayat Makkiyyah. Mereka bertanya tentang waktu terjadinya kiamat, dengan maksud tidak mempercayai keberadaannya dan mendustakannya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan mereka berkata, "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari kiamat) jika kamu adalah orang-orang yang benar? (48)) (Surah Yasin) dan (Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan, dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh (18)) (Surah Asy-Syura) Firman Allah: (Bilakah terjadinya) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, makna dari (kapan terjadinya) adalah kapankah batas kejadiannya) kapankah masa dunia berakhir? Yang merupakan permulaan dari waktu kiamat (Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia”) Allah SWT memerintahkan kepada Rasulullah SAW ketika ditanya tentang waktu kiamat, maka beliau mengembalikannya pengetahuannya kepada Allah SWT, sesungguhnya hanya Dialah (yang mengetahui bila kiamat akan terjadi), yaitu Allah mengetahui hal itu secara jelas dan mengetahui waktu kejadiannya dengan tepat. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kecuali Allah SWT. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) di langit dan di bumi) Diriwayatkan dari Qatadah tentang firmanNya: (Kiamat itu amat berat (bagi makhluk) di langit dan di bumi) yaitu, amat berat pengetahuan tentang hal itu bagi semua penduduk langit dan bumi. Jadi mereka sama sekali tidak mengetahuinya. Ma'mar berkata bahwa Al-Hasan berkata,"Jika hari kiamat datang, maka terasa amat berat bagi semua penduduk langit dan bumi" dia berkata itu terasa amat berat bagi mereka. Ibnu Jarir memilih pendapat bahwa makna yang dimaksud adalah amat berat pengetahuan tentang waktu terjadinya kiamat bagi penduduk langit dan bumi, seperti yang dikatakan oleh Qatadah. Hal itu sebagaimana yang dikatakan oleh keduanya, sebagaimana firmanNya: (Kiamat itu tidak akan datang kepada kalian melainkan dengan tiba-tiba) hal itu tidak menafikan tentang beratnya kedatangan hari kiamat bagi penduduk langit dan bumi. Hanya Allah yang lebih mengetahui. As-Suddi berkata tentang firmanNya: (Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi) dia berkata,”Hari kiamat itu disembunyikan di langit dan bumi. Jadi tidak ada yang mengetahui waktunya, baik malaikat yang terdekat tidak pula nabi yang diutus (Kiamat itu tidak akan datang kepada kalian melainkan dengan tiba-tiba) yaitu terjadinya hari kiamat itu mengagetkan mereka. dan akan mendatangi mereka saat sedang lalai. Qatadah berkata tentang firmanNya: (Kiamat itu tidak akan datang kepada kalian melainkan dengan tiba-tiba) Allah telah menetapkan bahwa hari kiamat itu (tidaklah datang kepada kalian melainkan dengan tiba-tiba) Firman Allah SWT: (Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya) Diriwayatkan dari Mujahid dari riwayat Ibnu Abi Najih dan lainnya tentang firmanNya: (Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya) dia berkata bahwa pertanyaan itu diajukan kepadamu seakan-akan kamu mengetahui waktu kejadianya. Abdur Rahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya: (seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya) Yaitu seakan-akan kamu mengetahuinya, dan sungguh Allah menyembunyikan pengetahuan tentangnya dari makhlukNya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat) (Surah Luqman: 34), Pendapat ini kedudukannya lebih kuat daripada pendapat pertama. Hanya Allah yang lebih Mengetahui. Oleh karena itu Allah berfirman: (Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui) Olehk karena itu ketika Malaikat Jibril datang dalam wujud orang Arab Badui untuk mengajarkan kepada manusia perkara agama mereka, lalu dia duduk di hadapan Rasulullah SAW dengan posisi duduk orang yang bertanya, dan meminta petunjuk. Lalu malaikat Jibril bertanya kepada beliau SAW tentang Islam, lalu tentang iman dan ihsan, kemudian dia bertanya,"Kapankah hari kiamat itu?" Lalu Rasulullah SAW besabda kepadanya,”Tidaklah orang yang ditanyai itu lebih tahu daripada yang bertanya” yaitu aku bukanlah orang yang lebih tahu tentang hal itu daripada kamu, dan tidak ada seorang pun yang lebih mengetahui tentangnya. Kemudian Nabi SAW membacakan firmanNya: (Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat (Surah Luqman: 34) Nabi yang ummi ini adalah pemipin dan penutup para rasul, yaitu nabi Muhammad SAW. Bersamaan dengan semua ini, Allah memerintahkan kepadanya agar mengembalikan pengetahuan tentang terjadinya hari kiamat kepada Dia, jika ditanya tentang hal itu. Lalu Allah berfiman: (Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah disisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”)

Tafsir As-Sa'di
Buka

187 Allah berfirman kepada RasulNya Muhammad “mereka menanyakan kepadamu” yakni orang orang yang membangkang dan mendustakkanmu “tentang hari kiamat, bilakah terjadinya?” yakni kapan terjadinya? Kapan ia hadir pada manusia? “katakanalah ’sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah pada sisi Rabbku” yakni pengetahuannya hanya dimiliki oleh Allah “tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia” yakni ia tidak ditampakkan pada waktu yang telah ditentukan untuk terjadi padanya kecuali oleh Allah ”kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi” yakni pengetahuan tentangnya tidak diketahui oleh penduduk langit dan bumi dan perkaranya pun berat atas mereka. Mereka ketakutan terhadap kiamat. ”kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba” dimana mereka tidak merasa sehingga mereka tidak bersiap siap untuk menghadapinya. ”mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar benar mengetahuinya” yakni mereka terus bertanya kepadamu tentang hari kiamat seolah olah kamu memiliki perhatian besar terhadap pertanyaan seperti ini sementara mereka tidak menyadari bahwa kamu karena sempurnya ilmumu terhadap Rabbmu dan karenanya tidak bergunannya pertanyaan seperti ini tidak mempedulikan dan dan tidak memperhatikan pertanyaan tentangnya. Mengapa dalam hal ini mereka tidak meneladanimu? dan menahan diri dari pertanyaan ini yang tidak mengandung kemaslahatan sama sekali yang ilmunya tidak mungkin diketahui, ia tidak diketahui oleh nabi yang diutus maupun malaikat yang dekat kepada Allah, ia termasuk perkara yang dirahasiakan oleh Allah dari makhlukNya karena hikmahNya yang sempurna dan rahmatNya yang luas. ”katakanlah sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” oleh karena itu mereka memberi perhatian terhadap sesuatu yang tidak selayaknya diperhatikan lebih lebih mereka yang tidak bertanya tentang perkara yang lebih penting dengan meninggalkan ilmu yang wajib mereka ketehui, kemudian menggantinya dengan pertanyaan yang tidak seorangpun mengetahui jawabannya dan mereka sendiri tidak dituntut untuk mengetahuinya.

Tafsir Al-Wajiz
Buka

187 Mereka, orang Yahudi dan Qurays menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Kapan hari kiamat itu ditetapkan dan terjadi?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat huru haranya bagi makhluk yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah dengan lantang: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa hanya Allah lah Yang Maha Tahu atas hari kiamat”. Ayat ini turun ketika orang Yahudi berkata kepada Nabi: Jika engkau memang Nabi maka katakanlah kepada kami kapan hari kiamat itu terjadi

Tafsir Al-Mishbah
Buka

Tafsir Al-Muyassar
Buka

Orang-orang kafir Makkah akan bertanya kepadamu (wahai rasul),tentang hari kiamat, kapan waktu kedatangannya? Katakanlah kepada mereka,”pengetahuan tentang waktu terjadinya hanya ada di sisi Allah, tidak ada yang mengetahui kepastiannya kecuali Dia. pengetahuan tentangnya amat berat, dan tertutup bagi penguhi langit dan bumi. Tidak ada yang mengetahui kapan kejadiannya, baik malaikat yang didekatkan (kepada Allah) maupun nabi yang diutus sekalipun. Kiamat tidak datang kecuali dengan tiba-tiba.” Dan mereka bertanya kepadamu tentangnya lag, seolah-olah engkau memiliki pengetahuan tentangnya, pernah menanyakannya secara detail tentangnya. Katakanlah kepada mereka,”sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada di sisi Allah yang mengetahui perkara ghaib yang ada di langit dan di bumi.” Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa perkara tersebut tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah.

Tafsir Al-Madinah
Buka

187. Allah menjelaskan bahwa urusan kedatangan hari kiamat adalah urusan Allah. Disebutkan dalam suatu riwayat bahwa ayat ini diturunkan bagi kaum Quraisy yang bertanya tentang waktu terjadinya hari kiamat karena tidak percaya kedatangannya. Allah berfirman kepada Nabi Muhammad, "Telah mendustakanmu orang-orang yang bertanya tentang hari kiamat: kapan akan terjadi?" Allah berfirman kepada nabi-Nya: "Katakanlah kepada mereka bahwa hanya Allah yang mengetahuinya, tidak ada yang mengetahui kapan akan terjadi kecuali Dia, waktu kejadiannya tidak diketahui para penduduk langit dan bumi, dan hari kiamat sangat mengerikan dan menakutkan bagi mereka. Hari kiamat tidak akan datang melainkan dengan tiba-tiba tanpa kalian sadari. Mereka sangat menggebu untuk bertanya kepadamu tentang hari kiamat seakan-akan kamu mengetahuinya, dan mereka tidak mengetahui bahwa kamu -meskipun mengetahui Tuhanmu dengan baik tanpa diragukan lagi- tidak berminat untuk bertanya tentang hari kiamat; maka mengapa mereka tidak meneladanimu?" Kemudian Allah menegaskan bahwa waktu kejadian hari kiamat hanya Dia yang mengetahuinya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui hal ini. Oleh sebab itu, mengapa mereka sangat ingin mengetahui hal yang sebenarnya tidak mereka perlukan; padahal mereka tidak menanyakan sesuatu yang lebih penting dan wajib mereka ketahui, lalu menanyakan sesuatu yang tidak seorang pun mengetahuinya dan tidak wajib mereka ketahui.

Tafsir Al-Mukhtashar
Buka

187. Orang-orang yang mendustakan serta ingkar kepada hari Kiamat bertanya kepadamu; kapan ia akan terjadi dan dapat diketahui? Katakanlah -wahai Muhammad-, “Pengetahuan tentang hal itu tidak ada padaku atau orang lain. Pengetahuan tentang hal itu hanya dimiliki oleh Allah semata. Tidak ada yang dapat memunculkannya pada waktu yang telah ditentukan untuknya kecuali Allah. Urusan kemunculannya adalah rahasia bagi seluruh penduduk langit dan bumi. Hari Kiamat tidak akan datang kepada mereka kecuali dengan tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu tentang hari Kiamat, menganggap seolah-olah kamu memiliki ambisi yang sangat kuat untuk mengetahuinya. Dan mereka tidak tahu bahwa kamu tidak bertanya (terus-menerus kepada Rabbmu) tentang hari Kiamat itu karena kamu benar-benar mengetahui tentang siapa Tuhanmu. Katakanlah -wahai Muhammad- kepada mereka, “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu hanya dimiliki oleh Allah saja. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui hal itu.”

Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka

187. (Mereka menanyakan kepadamu) Mereka adalah orang-orang Yahudi. Pendapat lain mengatakan yakni orang-orang Quraisy. (tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?”) Yakni hari kiamat. Kapan akan dilabuhkan oleh Allah, yakni ditetapkan dan didatangkan Allah. Sebagaimana kapal yang dilabuhkan dari laut ke pantai. (Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku) Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia. (tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia) Tidak ada yang menyingkap waktu kejadiannya kecuali Allah. (Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi) Yakni langit dan bumi tidak mampu menghadapinya karena kebesarannya. Ketika itu langit akan terbelah, bintang-bintang akan berjatuhan, dan lautan akan surut. (Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba) Kecuali dengan tiba-tiba ketika kalian lalai dan merasa dalam keadaan aman. Maka Allah tidak akan mengabarkan seorangpun kapan waktu terjadinya. ( Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya) Seakan-akan kamu mengetahuinya. Atau seakan-akan kamu selalu menanyakan tentangnya sehingga kamu mengetahuinya. (Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”) Dan kunci-kunci hal-hal ghaib itu ada lima, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, dan diantaranya adalah waktu terjadinya hari kiamat.

Tafsir Li Yaddabbaru
Buka

Tafsir Ash-Shaghir
Buka

{Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat} kiamat {“Kapan terjadi”} kapan terjadinya {Katakanlah,“Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada di sisi Tuhanku. Tidak ada yang dapat menjelaskan} tidak ada yang bisa menunjukkan {waktu terjadinya selain Dia. Kiamat itu sangat berat di langit dan di bumi} sangat berat pengetahuan tentangnya dan dirahasiakan dari penduduk langit dan bumi {Kiamat tidak akan datang kepad kalian kecuali secara tiba-tiba.”} tiba-tiba {Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu mengetahuinya} mengetahui dan terus menanyakan tentang itu {Katakanlah,“Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”

Tafsir Aisarut Tafsir
Buka

Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka

Surat Al-A’raf ayat 187: Tanpa disadari sebelumnya. Sehingga mereka berkeinginan keras untuk mengetahui padahal yang demikian tidak patut dilakukan, terlebih mereka biasanya tidak bertanya tentang sesuatu yang lebih penting dan malah meninggalkan ilmu yang seharusnya mereka ketahui, serta lebih senang pergi menuju sesuatu yang tidak ada jalan untuk mengetahuinya, padahal mereka tidak dituntut untuk mengetahuinya.

Tafsir An-Nafahat
Buka

QS. Al-A'raf (7): Ayat 188 Rujukan #2
قُل لَّآ أَمْلِكُ لِنَفْسِى نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ لَٱسْتَكْثَرْتُ مِنَ ٱلْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِىَ ٱلسُّوٓءُ ۚ إِنْ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
qul lā amliku linafsī naf’aw wa lā ḍarran illā mā syā`allāh, walau kuntu a’lamul-gaiba lastakṡartu minal-khaīr, wa mā massaniyas-sū`u in ana illā nażīruw wa basyīrul liqaumiy yu`minụn
"Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”."

Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah

Tafsir Ringkas Kemenag
Buka

Bukan hanya soal kapan terjadi hari kiamat, tetapi seluruh persoalan berada dalam genggaman kekuasaan Allah. Nabi Muhammad tidak memiliki wewenang dan pengetahuan, kecuali yang dianugerahkAllah, maka katakanlah, wahai nabi Muhammad kepada mereka, aku tidak kuasa mendatangkan manfaat seberapa besar pun, maupun menolak mudarat sekecil apa pun, karena aku adalah makhluk lemah dan pengetahuanku pun terbatas, bagi diriku, apalagi buat orang lain, kecuali apa yang dikehendaki Allah untuk dianugerahkan-Nya kepadaku. Sekiranya aku mengetahui segala sesuatu yang gaib, seperti yang kalian sangka, niscaya aku dengan pengetahuanku itu akan membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Tetapi tidak demikian keadaanku; sekali waktu mendapat kebaikan, di kali lain mengalami yang buruk; sekali waktu kalah dalam perang dan di kali lain menang; kadang rencanaku berhasil, terkadang juga gagal. Begitulah, karena memang aku tidak lain hanyalah seorang hamba Allah yang bertugas sebagai pemberi peringatan kepada seluruh manusia mengenai azab, dan pembawa berita gembira berupa balasan atau pahala bagi orang-orang yang beriman. Tugasku tidak terkait dengan pengetahuan yang rinci tentang yang gaib, kecuali yang telah diinformasikan-Nya kepadaku. Begitulah Allah mengalihkan pandangan mereka agar memerhatikan keadaan rasul dan juga mencermati alam raya agar mereka dapat merasakan keesaan tuhan. Kali ini Allah mengajak mereka membaca fakta dalam diri mereka, yaitu bahwa dialah, Allah, yang menciptakan kamu keturunan nabi adam dari jiwa yang satu, yaitu nabi adam, dan dari padanya dia menciptakan pasangannya, yaitu hawa, agar dia merasa tenang dan cenderung hatinya kepada pasangannya. Maka setelah dicampurinya, istrinya mengandung kandungan yang ringan, seperti biasanya kehamilan di masa awal, dan teruslah dia merasa ringan beberapa waktu kemudian ketika dia merasa berat, di saat kandungan semakin besar dan semakin dekat waktu bersalin, keduanya, yakni pasangan suami istri, bermohon kepada Allah, tuhan mereka seraya berkata, demi kekuasaan dan kebesaran-Mu, jika engkau memberi kami anak yang saleh, sempurna, sehat, dan tidak cacat, tentulah kami benar-benar termasuk orang-orang yang bersyukur.

Tafsir Ibnu Katsir
Buka

Allah memerintahkan beliau untuk mengembalikan semua urusan kepadaNya, dan menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui perkara ghaib di masa yang akan datang dan tidak mengetahui hal itu kecuali sebatas apa yang telah diperlihatkan Allah kepada beliau, sebagaimana Allah SWT berfirman: ((Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu (26) Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya (27)) (Surah Al-Jin) dan firman Allah (Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya) Ibnu Jarir berkata,”Ulama lainnya berkata bahwa makna hal itu adalah jika aku mengetahui hal yang ghaib, sungguh aku akan menyiapkan perbekalan di musim subur untuk menghadapi musim kekeringan, dan di saat harga murah untuk menghadapi harga mahal, sehingga aku memperisapkan diri dengan harga murah. Abdur Rahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya: (dan aku tidak akan ditimpa kemudaratan) yaitu maka aku akan menjauhi dan menghindari keburukan sebelum hal itu terjadi. Kemudian beliau menyampaikan bahwa beliau hanyalah seorang pemberi peringatan dan pembawa berita gembira, yakni memberi peringatan tentang azab Allah dan menyampaikan berita gembira kepada orang-orang mukmin dengan surga. Sebagaimana Allah SWT berffirman: (Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al-Qur’an itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang (97)) (Surah Maryam)

Tafsir As-Sa'di
Buka

188 “katakanlah aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan” karena sesunggunya aku adalah hamba fakir yang diatur, kebaikan tidak datang kepadaku keuali dari Allah dan tidak ada yang menolak kejahatan dariku kecuali Dia, dan akaupun tidak memiliki ilmu kecuali apa yang diajarkan oleh Allah kepadaku “dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudaratan” yakni niscaya aku melakukan sebab-sebab yang mana aku mengetahui bahwa ia menghasilkan kebaikan dan kemaslahatan untukku dan akupun harus berhati-hati terhadap segala perkara yang membawaku kepada keburukan dan hal hal yang tidak diinginkan karena aku mengetahui perkara-perkara sebelum ia terjadi dan akupun mengetahui akibat yang ditimbulkan. Akan tertapi karena aku sendiri tidak mengetahui, maka terkadang akupun ditimpa kemalangan dan akupun gagal meraih kebaikan dan kemaslahatan dunia. ini adalah dalil paling kuat bahwa aku tidak memiliki ilmu ghaib. ”aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan” yang memperingatkan azab diniyah, duniawiyah dan ukhrawiyah. Aku menjelaskan perbuatan-perbuatan yang mengantarkan kepadanya sekaligus memperingatkannya, aku juga menyampaikan berita gembira pahala dunia dan akhirat, dengan menjelaskan perbuatan-perbuatan yang mengantarkan kepadanya dan mendorong kepadanya. Akan tetapi tidak semua orang mau menerima peringatan dan berita gembira ini. hanya orang-orang Mukminlah yag mau menerima dan mengambil manfaat darinya. Ayat ayat yang mulia ini menjelaskan kebodohan orang yang berdoa kepada nabi untuk mendapatkan kebaikan dan menolak kemudaratan, karena perkaranya tidak berada di tangannya dan dia tidak dapat memberi manfaat kepada orang yang tidak diberi bermanfaat oleh Allah dan tidak dapat menolak mudarat dari orang yang tidak dilindungi oleh Allah kepadanya. ia hanya manfaat bagi orang yang mau menerima berita gembira dan peringatannya serta mengamalkannya, ini adalah manfaat nabi yang mengunggguli manfaat bapak, ibu, saudara dan karib dengan dorongannya kepada semua manusia kepada semua kebaikan dan peringatannya dari segala keburukan, serta penjelasannya kepada mereka dengan sangat jelas dan gamblang.

Tafsir Al-Wajiz
Buka

188 Katakanlah kepada mereka wahai Nabi sebagai penekanan bahwa engkau tidak tahu mengenai hari kiamat: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak pula mampu menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah dan ilham dan taufiq-Nya kepadaku. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan dan keburukan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi orang-orang yang membangkangku dengan neraka, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman dengan surga”. Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah, dan bukan orang-orang yang mengetahui tentang ghaib. Penduduk Makkah berkata: Bukankah Tuhanmu telah memberikan keringanan dan peninggian sampai kita bisa membeli dan kita bisa untung, juga dengan bumi yang tandus ini akan digantikan dengan bumi yang subur. Maka turunlah ayat ini.

Tafsir Al-Mishbah
Buka

Tafsir Al-Muyassar
Buka

Katakanlah (wahai rasul), ”aku tidak kuasa mendatangkan kebaikan bagi diriku dan tiadk dapat menolak keburukan yang menimpanya kecuali yang dikehendaki Allah. Dan seandainya aku mengetahui perkara ghaib, pastilah aku menempuh cara-cara yang aku tahu akan memperbanyak kebaikan-kebaikan dan manfaat-manfaat bagi diriku dan tentulah aku dapat menghindari keburukan yang akan terjadi sebelum ia datang. (Namun) aku tidak lain hanyalah seorang utusan Allah. Dia mengutusku kepada kalian. Aku peringatkan kalian dari siksaanNYa dan aku beri kabar gembira dengan pahalaNYa bagi kaum yang mau membenarkan bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah dan mereka mengamalkan syari’atNya.”

Tafsir Al-Madinah
Buka

188. Kemudian Allah memerintahkan nabi-Nya untuk menjelaskan kepada manusia bahwa segala urusan berada ditangan Allah, dan ilmu ghaib tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Bahkan aku tidak mampu mendatangkan manfaat atau mudharat bagi diriku sendiri kecuali jika Allah menghendaki, sehingga kemampuanku tersebut tergantung pada kehendak Allah. Dan aku tidak memiliki ilmu kecuali yang telah Allah ajarkan kepadaku. Seandainya aku mengetahui ilmu ghaib, niscaya aku akan melakukan hal-hal yang dapat mendatangkan kebaikan dan manfaat bagiku dan menjauhkan segala keburukan yang akan mendatangiku. Aku hanyalah seorang hamba yang diutus Allah sebagai pemberi peringatan terhadap siksaan siksaan dunia dan akhirat, dan menjelaskan perbuatan-perbuatan yang dapat menjerumuskan ke dalamnya; dan sebagai pembawa kabar gembira tentang pahala di dunia dan di akhirat, dan menjelaskan perbuatan-perbuatan yang dapat mengantarkan kepadanya. Akan tetapi tidak semua orang menerima peringatan dan kabar gembira ini, namun hanya orang-orang beriman lah yang mendapat manfaat darinya.

Tafsir Al-Mukhtashar
Buka

188. Katakanlah -wahai Muhammad-, “Aku tidak punya kemampuan untuk mendatangkan manfaat bagi diriku sendiri, dan aku pun tak dapat menghindarkan diriku dari mara bahaya, kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah. Sesungguhnya semua itu berpulang kepada Allah. Dan aku juga tidak mengetahui apa pun selain apa yang Allah ajarkan kepadaku. Maka aku tidak mengetahui perkara yang gaib. Sekiranya aku mengetahui perkara yang gaib niscaya aku akan melakukan hal-hal yang kuketahui dapat mendatangkan keuntungan bagiku dan menghindarkan diriku dari kerugian, karena (jika demikian) aku akan mengetahui segala sesuatu sebelum terjadi dan mengetahui hasil akhir. Aku bukanlah siapa-siapa melainkan utusan dari Allah. Aku memperingatkan akan adanya siksa Allah yang sangat pedih. Dan aku memberikan kabar gembira akan adanya balasan yang mulia bagi orang-orang yang percaya bahwa aku adalah utusan Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- dan mereka membenarkan ajaran yang kubawa.”

Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka

188. ( Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah) Kalimat ini untuk menegaskan penjelasan tentang ketidaktahuan Rasulullah tentang bagaimana terjadinya hari kiamat dan kapan terjadi. Maka jika aku tidak mengetahui waktu terjadinya kiamat maka terlebih lagi aku tidak mengetahui ilmu yang dikhususkan Allah bagi diri-Nya. (Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya) Yakni pasti aku akan membeli jika apa yang aku beli itu memberiku keuntungan dan aku pasti akan menjual jika apa yang aku jual itu memberiku keuntungan, sehingga hartaku menjadi banyak dan aku tidak merugi dalam perdagangan. Dan aku pasti akan mendatangi apa yang dapat mendatangkan kebaikan bagiku, dan menjauhi apa yang dapat memberiku keburukan agar tidak menimpaku. (Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman) Yakni sebagai penyampai hukum-hukum Allah, dengannya aku memberi peringatan segolongan umat dan dengannya pula aku memberi kabar gembira segolongan umat yang lain. Dan aku tidak mengetahui hal-hal ghaib Allah, serta tugasku bukanlah sebagai penyampai hal-hal ghaib, dan mengetahui hal ghaib bukanlah sifatku.

Tafsir Li Yaddabbaru
Buka

Tafsir Ash-Shaghir
Buka

Katakanlah,“Aku tidak mampu mendatangkan manfaat maupun menolak mudharat bagi diriku} Aku tidak mampu atas diriku untuk membawa kebaikan dan menahan keburukan {kecuali apa yang dikehendaki Allah. Jika aku mengetahui yang ghaib, niscaya aku akan memperbanyak kebaikan dan bahaya tidak akan menimpaku. Sesungguhnya aku hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi kaum yang beriman.”

Tafsir Aisarut Tafsir
Buka

Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka

Surat Al-A’raf ayat 188: Yakni karena diriku adalah seorang yang fakir dan diatur, tidak ada satu pun kebaikan yang datang kepadaku melainkan berasal dari Allah, dan tidak ada yang menghilangkan bahaya yang menimpaku selain Dia, dan aku pun tidak mengetahui apa-apa selain yang diajarkan Allah kepadaku. Yakni mengerjakan sebab-sebab yang menghasilkan maslahat dan manfaat. Akan tetapi, karena aku tidak mengetahui yang ghaib, maka aku tertimpa bahaya dan luput bagiku berbagai maslahat dunia dan manfaatnya. Ayat yang mulia ini menerangkan kesalahan orang yang meminta dan berdoa kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk memperoleh manfaat atau menghindarkan bahaya. Demikian pula menerangkan salahnya orang yang menganggap bahwa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam mengetahui yang ghaib. Bagi orang-orang kafir dengan neraka. Dengan surga.

Tafsir An-Nafahat
Buka

QS. Yunus (10): Ayat 92 Rujukan #3
فَٱلْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ ءَايَةً ۚ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلنَّاسِ عَنْ ءَايَٰتِنَا لَغَٰفِلُونَ
fal-yauma nunajjīka bibadanika litakụna liman khalfaka āyah, wa inna kaṡīram minan-nāsi ‘an āyātinā lagāfilụn
"Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami."

Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah

Tafsir Ringkas Kemenag
Buka

Untuk menunjukkan bahwa firaun yang mengaku sebagai tuhan itu telah benar-benar mati, maka pada hari ini kami selamatkan jasadmu, yakni kami wafatkan jiwamu tetapi tubuh kasarmu masih tetap utuh, agar engkau, yakni kisah hidupmu dan azab yang menimpa akibat kezalimanmu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, sesungguhnya kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda kekuasaan kami. Setelah dijelaskan tentang kezaliman firaun dan pengikutnya serta azab yang dialami diakhir hidupnya, lalu dijelaskan tentang anugerah Allah kepada bani israil. Dan sungguh, kami telah menempatkan bani israil di tempat kediaman yang bagus, yakni tempat yang terpenuhi segala kebutuhan hidup, tanah yang subur, lingkungan yang nyaman, dan udara yang segar, dan kami beri mereka rezeki yang baik dari hasil bumi. Maka setelah mendapatkan rezeki mereka tidak berselisih dalam urusan dunia maupun agama, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan yang tersebut dalam taurat. Sesungguhnya tuhan kamu, wahai nabi Muhammad, akan memberi keputusan antara mereka pada hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu.

Tafsir Ibnu Katsir
Buka

Ayat 90-92 Allah SWT menyebutkan tentang bagaimana penenggelaman Fir'aun dan tentaranya. Sesungguhnya Bani Israil ketika meninggalkan negeri Mesir mengiringi nabi Musa, dan kemarahan Fir'aun menjadi lebih dahsyat terhadap mereka. Maka dia mengirim banyak utusan untuk mengumpulkan tentaranya dari berbagai kota di bawah kekuasaannya. Lalu dia menaiki kendaraannya mengejar mereka, dengan pasukan yang sangat besar, sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah SWT terhadap mereka. Tidak ada seorang pun yang tertinggal dari Fir'aun, termasuk orang-orang yang mempunyai wilayah dan kekuasaan di berbagai kerajaannya. lalu Fir'aun mengejar mereka saat matahari terbit (Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul” (61)) (Surah Asy-Syu’ara) Demikian itu bahwa mereka berhenti di tepi laut. sedangkan Fir'aun dan pasukannya berada di belakang mereka, dan tidak ada jalan lain bagi kedua belah pihak melainkan berperang. Para pengikut nabi Musa bertanya kepadanya, bagaimana jalan keluar untuk kita dalam situasi ini?” Lalu nabi Musa menjawab,”Sesungguhnya aku diperintahkan untuk menempuh jalan ini (Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku) (Surah Asy-Syu'ara: 62) Ketika dalam keadaan terjepit, perkara itu menjadi luas. Allah memerintahkan kepadanya untuk memukul laut dengan tongkatnya. Lalu nabi Musa memukul laut itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar, dan menjadi dua belas jalan, sehingga setiap kabilah. Allah memerintahkan kepada angin untuk mengeringkan tanahnya (maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu, kamu tak usah takut akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)) (Surah Thaha: 77) Lalu Bani Israil melewati laut itu. Setelah mereka sampai di tepi yang lainnya tanpa ada yang ketinggalan, lalu Fir'aun dan tentaranya sampai di tepi laut dari arah lainnya. Ketika melihat hal itu, dia merasa khawatir, takut dan berniat kembali. Hal itu tidak mungkin terjadi, tidak ada jalan untuk menghindar dari takdir yang dipastikan. Doa nabi Musa telah dikabulkan, Setelah semua pasukan berkumpul tanpa ada yang ketinggalan, dan yang pertama dari pasukan mereka hampir sampai di tepi laut yang lainnya, Allah yang Maha kuasa memerin­tahkan kepada laut untuk menelan mereka. Lalu laut itu menelan mereka sehingga tidak ada seorang pun dari mereka yang selamat. Ombak laut mengangkat dan menjatuhkan mereka, serta menelan dan menutupi Fir'aun sehingga dia sekarat. Fir'aun berkata, sebagaimana yang disebutkan: (Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)) Fir'aun beriman ketika hal itu tidak bermanfaat baginya, (Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata, "Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami mempersekutukan(nya) dengan Allah” (84) Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir (85)) (Surah Ghafir) Demikianlah Allah SWT berfirman menjawab Fir'aun ketika berkata tentang ucapan itu: (Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu) yaitu, apakah ini adalah waktu yang kamu katakan, dan kamu sungguh durhaka terhadap Allah sebelum ini antara dirimu dan Dia (dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan) yaitu di muka bumi dimana mereka menyesatkan manusia (Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka, dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong (41) (Surah Al-Qashash) Firman Allah: (Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu) Ibnu Abbas dan lainnya dari ulama salaf berkata bahwa sebagian Bani Israil ragu dengan kematian Fir'aun. Lalu Allah SWT memerintahkan kepada laut untuk melemparkan tubuh Fir'aun tanpa ruh dengan memakai baju yang dikenali ke daratan yang tinggi agar mereka mendapatkan kebenaran atas kematian dan kehancurannya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Maka pada hari ini Kami selamatkan Kamu) yaitu Kami mengangkat kamu di dataran tinggi (yakni tubuhmu) Mujahid berkata yaitu jasadnya Abu Shakhr dengan baju besimu. Setiap pendapat ini tidak ada pertentangan satu sama lain sebagaimana yang telah disebutkan. Hanya Allah yang lebih mengetahui Firman Allah: (supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu) yaitu agar kamu menjadi bukti bagi kaum Bani Israil bahwa kamu telah mati dan binasa, dan Allah Dzat yang Maha Kuasa yang setiap jiwa makhluk hidup berada pada genggamanNya, dan tidak ada sesuatu pun yang dapat bertahan di hadapan kemurkaan­Nya. Oleh karena itu sebagian ulama’ berkata: (supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami) yaitu kalian tidak mengambil peringatan dan pelajaran darinya. Kebinasaan mereka pada hari 'Asyura sebagaimana yang dikatakan Imam Bukhari dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa ketika Nabi SAW tiba di Madinah, orang-orang Yahudi berpuasa di hari 'Asyura. Lalu beliau bertanya, "Hari apakah ini sehingga kalian berpuasa?" Mereka menjawab, "Ini adalah hari kemenangan Musa atas Fir'aun" Lalu Nabi SAW bersabda kepada para sahabatnya: “Kalian lebih berhak terhadap nabi Musa daripada mereka, maka puasalah kalian pada hari itu”

Tafsir As-Sa'di
Buka

92. “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu.” Ahli tafsir menyatakan bahwa Bani Israil ketika di dalam hatinya terdapat ketakutan yang sangat terhadap Firaun, maka mereka sepertinya tidak percaya kalau Firaun telah tenggelam, mereka meragukan itu. Maka Allah memerintahkan laut agar melemparkan Firaun ke atas agar ia menjadi tanda dan pelajaran bagi mereka. “Dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” Oleh karena itu, tanda-tanda tersebut lewat berulang-ulang tetapi mereka tidak mengambil manfaat darinya karena mereka tidak memperhatikannya. Adapun orang dengan akal dan hati yang hadir maka dia dapat melihat ayat-ayat Allah sebagai dalil terbesar atas kebenaran sesuatu yang diberitakan oleh para rasul.

Tafsir Al-Wajiz
Buka

92 Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu supaya kamu dapat dilihat Bani Israil dan kaum lainnya. Kami juga menghempaskan Fir’aun ke dalam neraka sampai mati sehingga mereka bisa menyaksikannya seta dijadikan pelajaran bagi kaum sesudahmu, sehingga mereka tidak sombong dan mengaku sebagai tuhan serta murtad kepada Allah serta mengakui kehambaanmu. dan sesungguhnya banyak diantara manusia yang lengah, tidak mau merenung, berpikir dan mengambil pelajaran dari menelaah tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengandung pelajaran dan nasehat

Tafsir Al-Mishbah
Buka

Tafsir Al-Muyassar
Buka

Hari ini, kami hendak menjadikan kamu berada di tempat yang tinggi di permukaan tanah dengan tubuhmu, agar dapat melihatmu orang yang mendustakan dengan kebinasaanmu, supaya kamu menjadi pelajaran bagi manusia sepeninggalmu yang akan memetik pelajaran darimu. Namun kebanyakan dari manusia melalaikan hujjah-hujjah Kami dan dalil nyata Kami, mereka tidak mau memikirkannya dan mengambil pelajaran darinya.

Tafsir Al-Madinah
Buka

92. Hari ini Kami mengeluarkan jasadmu dari laut, agar menjadi ibrah bagi manusia dan orang-orang zalim setelahmu. Dan mayoritas manusia berpaling dari ayat-ayat kekuasaan Kami yang dapat dilihat dan didengar, tanpa menghayati dan mengambil ibrah darinya.

Tafsir Al-Mukhtashar
Buka

92. Maka pada hari ini, Kami mengeluarkan jasadmu -wahai Fir'aun- dari dalam laut dan meletakkanmu di permukaan tanah, agar orang-orang yang datang sesudahmu menjadikanmu sebagai pelajaran. Sesungguhnya banyak manusia yang lalai terhadap hujah-hujah dan dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Kami. Mereka tidak mau memikirkannya.

Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka

92. (Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu) Yakni jasadmu yang telah tak bernyawa. Fir’aun akhirnya terdampar di tepi laut dalam keadaan mati sehingga orang-orang dapat menyaksikannya. (supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu) Yakni pelajaran yang dapat diambil ibrahnya oleh orang-orang generasi selanjutnya apabila mereka mendengarnya, sehingga mereka dapat berhati-hati dari sifat sombong dan semena-mena serta durhaka kepada Allah, dan agar mereka mengetahui kebohongan Fir’aun yang mengaku sebagai tuhan yang maha tinggi, maka inilah jasadnya yang terdampar tanpa nyawa di tepi laut. (lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami) Yakni mereka lalai dari tanda-tanda yang menjadikan manusia berfikir dan mengambil pelajaran serta membangunkan mereka dari kelalaian.

Tafsir Li Yaddabbaru
Buka

Tafsir Ash-Shaghir
Buka

Pada hari ini Kami menyelamatkan jasadmu} mengeluarkan dari laut jasadmu yang tidak ada ruhnya, lalu Kamu melemparkanmu di tempat yang tinggi di bumi {agar kamu bagi penerusmu menjadi pelajaran} contoh dan pelajaran {Sesungguhnya kebanyakan manusia terhadap ayat-ayat Kami benar-benar lengah

Tafsir Aisarut Tafsir
Buka

Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka

Surat Yunus ayat 92: Yang diselamatkan Allah adalah tubuh kasarnya (yang tidak ada ruhnya). Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa sebagian Bani Israil masih meragukan kematian Fir’aun, maka Allah mengeluarkan jasadnya agar mereka dapat melihatnya. Menurut sejarah, mayat Fir'aun kemudian terdampar di pantai dan ditemukan oleh orang-orang Mesir lalu dibalsem, sehingga tetap utuh sampai sekarang dan dapat dilihat di musium Mesir. Agar mereka tidak mengikuti jejak langkahmu. Ayat-ayat Allah begitu banyak dan disaksikan manusia, namun mereka tidak mau mengambil pelajaran terhadapnya. Adapun mereka yang memiliki akal dan hati yang terjaga, maka dia melihat ayat-ayat itu sebagai bukti nyata kebenaran yang dibawa oleh para rasul.

Tafsir An-Nafahat
Buka

QS. An-Nahl (16): Ayat 8 Rujukan #4
وَٱلْخَيْلَ وَٱلْبِغَالَ وَٱلْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً ۚ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
wal-khaila wal-bigāla wal-ḥamīra litarkabụhā wa zīnah, wa yakhluqu mā lā ta’lamụn
"dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya."

Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah

Tafsir Ringkas Kemenag
Buka

Dan dia telah pula menciptakan untuk kalian kuda, bagal (yaitu binatang hasil perkawinan antara kuda dengan keledai), dan keledai. Itu semua diciptakan Allah untuk kamu tunggangi dan menjadi perhiasan. Allah menciptakan untuk kalian apa yang kamu ketahui dan apa yang tidak kamu ketahui pada saat ini namun kelak akan kamu ketahui manfaat dan kegunaannya. Usai menjelaskan tanda-tanda yang menunjukkan betapa dia maha pencipta dan mahakuasa, Allah lalu beralih menjelaskan bahwa dia juga maha memberi petunjuk ke jalan yang benar. Karena itu, dialah yang patut disembah, dan menjadi hak bagi Allah yang maha mengetahui dan memberi petunjuk untuk menerangkan jalan yang lurus, yakni keimanan yang harus diikuti oleh manusia untuk membawa mereka menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dan menjadi hak Allah pula untuk menerangkan bahwa di antaranya ada jalan yang menyimpang, berkelok, dan berliku, yakni kekufuran, yang harus dijauhi karena menjerumuskan manusia ke jurang kesengsaraan di dunia dan akhirat. Dan jika dia menghendaki untuk menjadikan semua manusia menempuh jalan yang lurus, maka tidak ada halangan bagi-Nya untuk melakukan hal itu karena Allah mahakuasa, dan dalam keadaan demikian tentu dia memberi petunjuk kamu semua ke jalan yang lurus tersebut.

Tafsir Ibnu Katsir
Buka

Ini adalah Jenis hewan lain yang diciptakan Allah SWT untuk hamba-hambaNya sebagai anugerah yang DIa limpahkan untuk mereka yaitu kuda, baghal, dan keledai yang dapat digunakan untuk kendaraan dan perhiasan. Itulah kegunaan paling besar dari hewan-hewan itu. Diriwayatkan dari maula Nafi' bin Alqamah bahwa Ibnu Abbas tidak menyukai daging kuda, baghal, dan keledai. dia berkata,”Allah SWT berfirman: (Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kalian; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat dan sebagiannya kalian makan (5)) ini adalah hewan yang bisa dimakan. (dan (Dia telah menciptakan) kuda, baghal, dan keledai agar kalian menungganginya) Ini adalah hewan untuk dikendarai. Demikian juga diriwayatkan melalui jalur Sa'id bin Jubair dan lainnya, dari Ibnu Abbas, dengan pendapat yang serupa. dia berkata bahwa hal itu adalah Al-Hakam bin Utaibah juga

Tafsir As-Sa'di
Buka

8. “dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai” Kami menundukkannya bagi kalian “agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan” maksudnya suatu waktu, kalian menggunakannya untuk keperluan tunggangan, kadang kadang memfungsikannya untuk keindahan dan perhiasan. Manfaat konsumsi tidak disebutkan (oleh Allah) karena bagol (peranakan kuda dan keledai) dan keledai haram dikonsumsi. Sedangkan kuda, pada umumnya tidak dimanfaatkan untuk dikonsumsi. Bahkan muncul larangan penyembelihannya untuk tujuan konsumsi, karena dikhawatirkan akan menyebabkan kelangkaannya. Dan bila bukan karena (alasan ini), maka sebetulnya terdapat riwayat dalam ash-shahihin, bahwasannya Nabi mengizinkan (mengonsumsi) daging daging kuda. “dan Dia menciptakan apa yang kamu tidak ketahui” yang muncul setelah al qur’an turun, berupa jenis jenis alat transportasi yang dikendarai manusia di daratan, lautan, dan udara, dan mereka mempergunakannya untuk kepentingan kepentingan dan kemaslahatan mereka. Sesungguhnya jenis jenis alat transportasi itu belum disebutkan oleh Allah satu persatu. Sebab, Allah hanya mengungkapkan dalam kitabNya hal hal yang diketahui oleh para hambaNya atau mereka mengerti obyek yang serupa dengannya. Tentang obyek yang tidak ada padanannya, maka bila disampaikan, niscaya mereka tidak mengenalnya dan tidak memahami maksud yang terkandung di dalamnya. maka Allah menyebutkan satu kaidah dasar yang menyeluruh sehingga tercakup di dalamnya segala yang mereka ketahui dan yang tidak mereka ketahui. Sebagaimana Allah menyebutkan kenikmatan di surga. Dia menyebutkan –dari surge- hal hal yang kita ketahui dan dapat menyaksikan obyek yang serupa dengannya, seperti pohon kurma, anggur dan delima. Dan Dia menyebutkan secara global obyek obyek yang kita tidak mengenal padanannya. ”diadalam kedua surga itu terdapat segala macam buah buahan yang berpasang pasangan” Begitu pula disini, Allah memerinci aneka tunggangan yang kita mengenalnya, seperti kuda, bagal, keledai, dan unta serta kapal laut. dan Dia menyebutkan (alat transportasi lain) secara global dalam firmanNYa “dan Dia menciptakan sesuatu yang kamu tidak ketahui”

Tafsir Al-Wajiz
Buka

8. Dia telah menciptakan kuda, bighal (peranakan kuda) dan keledai, agar kamu dapat menungganginya, membawa beban bawaan juga menjadikannya sebagai perhiasan. Dan Allah menciptakan apa hal menakjubkan yang kamu tidak mengetahuinya. Seperti alat transportasi modern seperti mobil pesawat kapal dan roket yang sangat besar

Tafsir Al-Mishbah
Buka

Tafsir Al-Muyassar
Buka

Dan Dia menciptakan bagi kalian kuda, baghal dan keledai, agar kalian menungganginya dan berpungsi sebagai perhiasan dan pesona indah bagi kalian. Dan Dia menciptakan bagi kalian berbagai sarana tranportasi dan lain-lain yang kalian tidak memiliki pengetahuan tentang itu sama sekali, agar kalian bertambah syukur dan iman kepadaNya.

Tafsir Al-Madinah
Buka

8. Dan Allah menciptakan bagi kalian hewan-hewan seperti kuda, baghal, dan keledai agar dapat kalian tunggangi untuk bepergian dan berhias; terlebih lagi dengan kuda pilihan. Dan Allah menciptakan makhluk-makhluk yang tidak kalian ketahui namun bermanfaat bagi kalian.

Tafsir Al-Mukhtashar
Buka

8. Allah menciptakan bagi kalian kuda, bigal dan keledai guna kalian kendarai dan kalian gunakan untuk mengangkut barang-barang kalian, di samping sebagai penunjang penampilan di depan manusia. Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki untuk diciptakan-Nya sementara kalian tidak mengetahuinya.

Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka

8. (dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai) Yakni Allah menciptakan bagi kalian tiga jenis hewan ini. (agar kamu menungganginya) Dan juga agar kalian manfaatkan untuk hal selain menungganginya, seperti untuk mengangkut barang-barang. ( dan (menjadikannya) perhiasan) Yakni sebagai perhiasan dan angkutan bagi kalian sehingga kalian mendapati kesenangan dalam diri kalian. (Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya) Yakni Allah juga menciptakan makhluk-makhluk yang tidak kalian ketahui selain dari yang telah Dia sebutkan baik itu di darat maupun di laut, yang belum pernah dilihat dan didengar oleh manusia. Bisa juga yang dimaksud adalah bahwa Allah terus menciptakan makhluk-makhluk yang lain seperti sarana-sarana transportasi dan bahan-bahan untuk perhiasan yang belum diketahui oleh manusia.

Tafsir Li Yaddabbaru
Buka

Penemuan apapun yang terlintas dalam benakmu yang menggambarkan segala tekhnologi modern, melainkan al-Qur'an lebih awal telah menyinggung hal itu sebelumnya, perhatikan firman Allah : { } "Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya", meskipun ayat ini mengandung makna umum, namun seseorang yang mentadabburinya akan mengerti luasnya makna dari firman Allah ini.

Tafsir Ash-Shaghir
Buka

Dan kuda, baghal, dan keledai untuk kalian tunggangi dan menjadi perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kalian ketahui

Tafsir Aisarut Tafsir
Buka

Makna kata: ( ) wa yakhluqu maa laa ta’lamuun : “dan Dia menciptakan apa yang tidak kalian ketahui.” Berupa hewan-hewan, termasuk mobil, pesawat, dan kereta. Makna ayat: Konteks ayat ini masih menjelaskan penegasan tauhid dengan menyebutkan tanda-tanda kekuasaan Allah, ilmu, hikmah, dan kasih sayang-Nya, sebagaimana Firman-Nya “dan Dia menciptakan kuda, bagal, dan keledai” Allah telah menciptakannya, Dia-lah pencipta segala sesuatu, agar mereka bisa mengendarainya. Sebagaimana Firman-Nya “untuk kamu tunggangi dan sebagai perhiasan.” Agar ia bisa menjadi perhiasan bagi kalian dalam kehidupan. Firman-Nya “Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.” Segala sesuatu yang bisa kalian tunggangi atau tidak berupa makhluk-makhluk yang hebat, contoh yang bisa ditunggangi: mobil dengan berbagai jenis dan modelnya, pesawat, dan kereta-kereta yang cepat serta pelan. Ini semua merupakan karunia dan kenikmatan dari-Nya kepada hamba-hamba-Nya, oleh karena itu, apakah pantas bagi mereka untuk kufur dan menyekutukan-Nya? Apakah pantas bagi mereka untuk menyekutukan-Nya dalam perkara ibadah? Pelajaran dari ayat: • Kuda, bighal, dan keledai diciptakan untuk dikendarai dan sebagai perhiasan, namun itu tidak menghilangkan manfaat lain seperti: mengkonsumsi daging kuda, sebagai mana yang tertera dalam hadits, yang menunjukkan bolehnya memakan daging kuda, dan melarang memakan daging bighal dan keledai, sebagaimana yang tertera pada ash-shahihain.

Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka

Surat An-Nahl ayat 8: Bagal yaitu anak dari perkawinan kuda dengan keledai. Tidak disebutkan “untuk dimakan” karena bagal dan keledai negeri haram dimakan, adapun kuda diizinkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk dimakan. Berupa menciptakan sesuatu yang menarik dan ajaib. Tidak disebutkan contohnya oleh Allah Subhaanahu wa Ta'aala, karena Dia tidaklah menyebutkan di dalam kitab-Nya selain sesuatu yang diketahui hamba-hamba-Nya atau yang serupa dengannya, karena jika tidak begitu hamba-hamba-Nya tidak akan tahu dan tidak akan memahami maksudnya, Dia menyebutkan asal (dasar) yang mencakup apa yang mereka ketahui dan yang tidak mereka ketahui. Misalnya menyebutkan kenikmatan surga, disebutkan di antaranya yang kita ketahui dan yang kita saksikan persamaannya, seperti pohon kurma, anggur dan delima, sedangkan yang tidak kita ketahui, Dia menyebutkan secara garis besar, seperti dalam firman-Nya, “Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.” (terj. Ar Rahman: 52)

Tafsir An-Nafahat
Buka

QS. Luqman (31): Ayat 34 Rujukan #5
إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ
innallāha ‘indahụ ‘ilmus-sā’ah, wa yunazzilul-gaīṡ, wa ya’lamu mā fil-ar-ḥām, wa mā tadrī nafsum māżā taksibu gadā, wa mā tadrī nafsum bi`ayyi arḍin tamụt, innallāha ‘alīmun khabīr
"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Eksplorasi Komparatif 14 Tafsir Riwayah & Dirayah

Tafsir Ringkas Kemenag
Buka

Ayat ini memaparkan lima hal gaib yang hanya diketahui Allah hakikatnya. Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang kapan hari kiamat tiba; dan dia yang menurunkan hujan pada waktu, tempat, dan kadar yang ditentukan-Nya; dan mengetahui apa yang ada dalam rahim, terutama jenis kelamin, karakter, dan sifat-sifatnya. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan dikerjakannya atau didapatinya besok, namun mereka tetap wajib berusaha. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah maha mengetahui dengan ilmu-Nya yang mutlak dan tidak terbatas pada lima hal gaib tersebut, maha mengenal karena ilmu-Nya meliputi hal-hal lahir dan batin. []1-2. Alif l'm m'm. Hanya Allah yang mengetahui hakikat maknanya. Allah-lah yang menurunkan Al-Qur'an, suatu mukjizat yang tidak dapat ditandingi. Turunnya Al-Qur'an itu tidak ada keraguan padanya, yaitu dari tuhan yang menguasai, mengatur, dan merawat seluruh alam. Al-qur'an bukan ciptaan manusia, tidak terkecuali nabi Muhammad. Al-qur'an juga bukan syair, apalagi sihir.

Tafsir Ibnu Katsir
Buka

Ini merupakan kunci-kunci hal ghaib yang hanya Allah sendiri yang mengetahuinya. Maka tidak ada seorangpun yang dapat mengetahuinya kecuali setelah pengajaran Allah SWT tentangnya. Pengetahuan tentang waktu hari kiamat itu tidak ada seorangpun dari kalangan nabi yang diutus atau malaikat yang terdekat mengetahuinya (tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangan­nya selain Dia) (Surah Al-A'raf: 187) Demikian juga tentang turunnya hujan, tidak ada yang mengetahuinya selain Allah SWT, tetapi jika Allah memerintahkan untuk turunnya hujan, maka para malaikat ditugaskan untuk itu mengetahuinya, demikian juga orang yang Dia kehendaki dari kalangan makhlukNya. Tidak ada yang mengetahui apa yang ada di dalam rahim, yaitu apa yang akan Dia ciptakan selain Dia. Akan tetapi jika Allah memerintahkan agar menjadi laki-laki atau perempuan, atau menjadi orang yang celaka atau orang yang bahagia, maka para malaikat yang ditugaskan untuk itu mengetahuinya, demikian juga orang yang Dia kehendaki dari kalangan makhlukNya. Demikian juga tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang akan dia besok di dunia dan akhirat (Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati) yaitu di negerinya atau di negeri lain di antara negeri-negeri yang ada. Tidak ada seorangpun yang mengetahui hal itu. Ayat ini semakna dengan firmanNya: (Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib, tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri) (Surah Al-An'am: 59) Sunnah juga menyebutkan hal ini dengan istilah "kunci-kunci hal ghaib" Diriwayatkan dari Ibnu Umar, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Kunci-kunci hal yang ghaib itu ada lima yang tidak ada seorang pun yang mengetahuinya kecuali hanya Allah (Yaitu sesungguhnya Allah, hanya di sisiNyalah pengetahuan tentang hari kiamat; Dialah yang menurunkan hujan; Dia mengetahui apa yang ada di dalam rahim; tiada seorang pun yang mengetahui apa yang akan diusahakannya besok; dan tiada seorang pun yang mengetahui di bumi manakah dia akan mati; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (34)) Firman Allah SWT: (Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati) Qatadah berkata bahwa ada beberapa hal yang hanya diketahui Allah saja. Dia tidak memperlihatkannya, baik kepada seorang malaikat yang terdekat dan tidak pula kepada seorang nabi yang diutus. (Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat) Maka tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan hari kiamat terjadi, tahun berapa, bulan apa, di malam atau di siang hari (dan Dialah Yang menurunkan hujan) Maka tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan hujan akan turun, di siang atau malam hari (dan Dia mengetahui apa yang ada di dalam rahim) Maka tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang ada dalam rahim, laki-laki atau perempuan, berkulit merah atau berkulit hitam, dan bagaimanakah nasibnya. (Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok) Apakah kebaikan atau keburukan. Dan kamu tidak mengetahui, wahai anak cucu Adam, kapankan kamu mati, barangkali kamu mati besok, dan barangkali kamu tertimpa musibah besok. (Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati) yaitu tidak ada seorangpun yang mengetahui di manakah dia akan mati di bumi, di laut, di hutan, di lembah, atau di bukit

Tafsir As-Sa'di
Buka

34. Sudah pasti bahwa sesungguhnya Allah, ilmu pengetahuanNya meliputi apa-apa yang ghaib dan yang Nampak, hal-hal yang lahir dan yang batin; dan kadang Allah memperlihatkan kepada hamba-hambaNya beberapa perkara-perkara ghaib. Sedangkan perkara yang lima macam ini termasuk perkara-perkara yang ilmunya tersembunyi dari seluruh manusia. Ia tidak diketahui oleh seorang pun nabi yang diutus sebagai rasul dan tidak pula oleh seorang malaikat muqarrab (yang didekatkan), apalagi oleh yang lainnya. Maka Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisiNya sajalah pengetahuan tentang Hari KIamat.” Maksudnya, Dia mengetahui kapan terjadinya, sebagaimana yang difirmankan Allah, "Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (Al-A’raf:187). “Dan Dia-lah Yang menurunkan hujan,” maksudnya, hanya Dia semata yang bisa menurunkannya dan mengetahui waktu turunnya, “dan mengetahui apa yang ada dalam Rahim.” Dia-lah yang menciptakan apa yang ada di dalam Rahim, dan Dia mengetahui hakikatnya, apakah dia laki-laki ataukah perempuan? “Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan diusahakannya besok,” dari usaha dalam urusan agamanya dan urusan dunianya, “dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.” Tetapi hanya Allah sajalah yang mengetahui semua itu. Setelah Allah mengkhususkan hal-hal tersebut (bagi diriNYa), maka Dia menyatakan bahwa keluasan ilmuNya meliputi segala sesuatu, seraya berfirman, “Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” Dia meliputi segala sesuatu yang lahir, yang batin, yang tersembunyi, yang tersimpan, dan yang rahasia. Dan di antara hikmahNYa yang sempurna adalah Dia merahasiakan lima perkara tersebut dari hamba-hambaNya, karena di dalamnya terkandung banyak maslahat yang sudah pasti tidak bisa diragukan lagi bagi siapa saja yang merenungkannya.

Tafsir Al-Wajiz
Buka

34. Sesungguhnya hanya Allah-lah Yang mempunyai pengetahuan tentang hari kiamat, tidak ada Yang mengetahui selain Dia. Allah lah Yang menurunkan hujan pada waktu dan tempat tertentu. Yang Maha Mengetahui segala deskripsi tentang semua janin yang masih berada di dalam rahim. Allah Maha Tahu segala yang akan terjadi pada setiap janin, baik itu kebaikan atau keburukan yang akan menimpanya, laki-laki atau perempuan dan sebagainya tanpa perlu bantuan atau melihat langsung. Sedangkan di sisi lain, tidak ada satu jiwa pun yang dapat mengetahui tentang apa yang akan terjadi padanya, baik itu kebaikan atau keburukan. Juga tidak ada satu pun jiwa yang mengetahui di mana kelak dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Luas Ilmu-Nya atas segala sesuatu. Allah Maha Mengawasi atas segala sesuatu baik yang tampak maupun tidak tampak darinya. Maksud dari alkasbu adalah segala sesuatu yang diperoleh oleh manusia baik berupa anugerah maupun beban, baik ataupun buruk. Ayat ini turun untuk seorang Badui bernama Alharits bin Amru, ketika dia bertanya tentang janin yang sedang dikandung istrinya. Juga bertanya tentang waktu turun hujan, juga bertanya tentang waktu kematiannya. Sehingga Allah menurunkan ayat ini sebagai 5 kunci pengetahuan tentang alam ghaib.

Tafsir Al-Mishbah
Buka

Tafsir Al-Muyassar
Buka

Sesungguhnya hanya Allah semata tidak ada selainNya yang mengetahui kapan Kiamat tiba, dan Dia-lah Allah yang menurunkan hujan dari langit, tidak seorang pun selainNya yang mampu melakukan itu, Dia mengetahui kandungan Rahim kaum wanita, Dia mengetahui apa yang akan didapatkan oleh setiap orang di hari esok, setiap orang tidak mengetahui di bumi mana dia akan mati, sebaliknya yang mengetahuinya hanyalah Allah, ilmu tentang semua itu hanyalah khusus bagiNya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti, meliputi yang Nampak dan yang tidak Nampak, tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya.

Tafsir Al-Madinah
Buka

34. Hanya Allah yang memiliki pengetahuan tentang waktu terjadinya hari kiamat. Dialah yang menurunkan hujan dengan perintah-Nya. Dia mengetahui janin dan keadaan janin yang ada di rahim wanita, mengetahui apa yang akan dikerjakan seseorang pada hari esok, dan mengetahui dimana setiap orang akan meninggal. Hanya Allah semata yang mengetahui tentang hal-hal ini, Dia Maha Mengetahui segalanya dan Maha Mengenal perkara semua makhluk.

Tafsir Al-Mukhtashar
Buka

34. Sesungguhnya hanya di sisi Allah sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat, Dia mengetahui kapan terjadinya; dan Dia menurunkan hujan kapan saja Dia mau; serta Dia mengetahui apa yang ada di dalam rahim, lelaki ataukah perempuan, sengsara atau bahagia. Dan tidak ada jiwa yang mengetahui apa yang akan diusahakannya besok apakah kebajikan ataukah kejahatan, dan tidak ada jiwa yang mengetahui di bumi mana ia akan mati. Allah lah yang mengetahui semua itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan mengenal perkara itu, tidak ada sesuatu pun dari perkara itu yang luput dari-Nya.

Tafsir Zubdatut Tafsir
Buka

34. (Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat) Yakni Allah mengetahui kapan terjadi hari kiamat. Tidak ada yang mengatahuinya kecuali Allah. (dan Dialah Yang menurunkan hujan) Pada waktu yang telah Allah tetapkan untuk menurunkan hujan. ( dan mengetahui apa yang ada dalam rahim) Tentang laki-laki atau perempuan, sehat atau cacat. (Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui) Baik itu malaikat, para nabi, jin, dan manusia. ( apa yang akan diusahakannya besok) Baik itu dalam perbuatan untuk agama maupun duniawi. (Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati) Yakni tidak ada satupun jiwa yang hidup yang mengetahui dimana ia akan dimatikan Allah. Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim dari Mujahid, ia berkata: Seorang Arab badui mendatangi Rasulullah seraya berkata: “istriku sedang mengandung, beritahukan aku apa jenis kelamin yang akan ia lahirkan? Dan desa kami sedang kekeringan, beritahu aku kapan akan turun hujan? Dan aku telah mengetahui kapan aku lahir, namun beritahu aku kapan aku akan mati?” Maka Allah menurunkan ayat ini. Dan Imam Bukhari dan Muslim mengeluarkan hadits dari Ibnu Umar, ia berkata: Rasulullah bersabda: “kunci-kunci hal ghaib ada lima, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah: tidak ada yang mengetahui apa yang terjadi besok kecuali Allah, tidak ada yang mengetahui kapan terjadi hari kiamat kecuali Allah, tidak ada yang mengetahui apa yang ada di dalam rahim kecuali Allah, tidak ada yang mengetahui kapan turun hujan kecuali Allah, dan tidak ada yang mengetahui dimana seseorang akan mati kecuali Allah.”

Tafsir Li Yaddabbaru
Buka

1 ). Salah satu kehalusan tafsir Nabi adalah beliau menafsirkan dua ayat Surat Al-An’am dengan dua ayat Surat Luqman: beliau menafsirkan ayat : { } "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik)" [ QS. Al-An'am : 82 ] dengan ayat : { } "sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar" [ QS. Luqman : 13 ], dan beliau menfsirkan ayat : { } "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib" [ QS. Al-An'am : 59 ] dengan ayat : { } "Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" [ QS. Luqman : 34 ] 2 ). Ketika sebagian orang membatasi firman Allah ta'ala : { } “Dan Dia mengetahui apa yang ada di dalam rahim” hanya pada mengetahui jenis kelamin janin, atau kemampuan menentukannya – dengan izin Allah – ini menimbulkan masalah bagi mereka, padahal itu meliputi: rezeki, ajal, kebahagiaan dan kesengsaraan, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan kehidupan janin, maka permasalahan yang ditimbulkan oleh sebagian orang akibat kemajuan ilmu kedokteran di bidang embriologi akan hilang. 3 ). { } "Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati." Mengenai ayat ini Imam Al Bukhari pernah bersenandung: "Manfaatkanlah waktu luang untuk bersujud, karena mungkin kematianmu akan terjadi secara mendadak. Betapa kamu melihat orang yang sehat tanpa penyakit, namun jiwa sehatnya menjadi rusak begitu saja. Demikian halnya dengan Al-Bukhari, beliau termasuk orang yang ruku', dan kematiannya terjadi pada malam Idul Fitri secara tiba-tiba.

Tafsir Ash-Shaghir
Buka

{Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari kiamat, menurunkan hujan} hujan {dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan dia kerjakan besok. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi siapa yang akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Memberitahu}

Tafsir Aisarut Tafsir
Buka

Tafsir Hidayatul Mursalin
Buka

Telah jelas, bahwa ilmu Allah meliputi yang gaib dan yang tampak, yang zahir (tampak) maupun yang batin (terrsembunyi). Kelima perkara yang disebutkan dalam ayat di atas adalah perkara gaib yang disembunyikan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, sehingga tidak diketahui oleh nabi, malaikat yang dekat maupun manusia. Yakni kapan terjadinya. Dia sendiri yang menurunkannya, dan mengetahui kapan turunnya. Dia yang menciptakannya, dan Dia yang mengetahui hal yang terjadi padanya, apakah nantinya dia akan menjadi orang yang berbahagia atau sengsara, dst. Jika ada yang berkata, “Bukankah dengan alat canggih sudah dapat diketahui keadaan janin, apakah ia laki-laki atau perempuan?” Maka jawabnya adalah, bahwa ayat tersebut menggunakan lafaz “maa” (apa), bukan “man” (siapa) yang menunjukkan laki-laki atau perempuan, maka perhatikanlah. Maksudnya, manusia itu tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok atau yang akan diperolehnya, Namun demikian mereka diwajibkan berusaha. Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan secara khusus lima perkara gaib, maka Dia mengumumkan pengetahuan-Nya, bahwa pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu. Dia mengenal yang tersembunyi sebagaimana Dia mengenal yang zahir (tampak). Di antara hikmah-Nya yang sempurna adalah Dia menyembunyikan kelima perkara ini karena dalam menyembunyikannya terdapat maslahat sebagaimana telah diketahui dengan jelas bagi orang yang memikirkannya.

Tafsir An-Nafahat
Buka

Surat Luqman ayat 34: Allah mengakhiri pada surat ini dengan penyebutan urusan-urusan ghaib yang tidak diketahui kecuali yang bagi-Nya saja; Allah sebutkan pengkhususan pengetahuan akan waktu hari kiamat, begitu juga waktu turunnya hujan, begitu juga keadaan janin pada Rahim (laki-laki/perempuan, shalih/fasik). Allah menjelaskan bahwasanya engkau tidaklah mengetahui apa yang akan dikerjakan oleh jiwa keesok harinya pada agama dan dunianya, tidak juga mengetahui akan tempat kematian manusia yang akan amti padanya, sungguh Allah telah khususkan dengan ilmu-Nya akan segala urusan ini semuanya. Allah menjelaskan keadaan-Nya yang maha mengetahui yang ilmu-Nya mencakup dzahir maupun bathin, maha melihat yang tidak tersembunyi sesuatu apapun.